4 Mantan Direksi Peruri Ditahan


    Jakarta — Tim penyidik pidana khusus Kejaksaan Agung menahan empat orang mantan direksi Perusahaan Umum Percetakan Uang RI (Perum Peruri). Mereka terjerat kasus korupsi pengelolaan dan pengunaan biaya operasional direksi (Biopsi) 2002-2007 senilai Rp 11 miliar lebih.

    "Keempat tersangka yang ditahan tersebut, yakni mantan Direktur Utama H.M. Kusnan Martono, mantan Direktur Logistik Marlan Arief, mantan Direktur Produksi Abu Bakar Baay, dan mantan Direktur Pemasaran Suparman," kata Kepala Pusat Penerangan umum Kejaksaan Agung Babul Khoir Harahap pada wartawan di Gedung Kejaksaan Agung, Jakarta, Selasa (23/11) malam.

    Menurut Babul, penahanan empat tersangka itu berdasarkan Surat Perintah Penahanan Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Bidang Pidana Khusus (Jampidsus) bernomor 19 hingga 22/F.2/Fd.1/11/2010 tertanggal 23 November 2010.

    Babul menjelaskan, empat pelaku itu diketahui menarik dana BIOPSI dari kas Perum Peruri secara sekaligus dan langsung dibebankan sebagai biaya dalam pembukuan perusahaan. Selanjutnya ditarik dan disimpan di tabungan atas nama pribadi Direktur Keuangan (Dirkeu) Perum Peruri. "Namun, Dirkeu itu telah meninggal dunia atas nama I. Slamet," kata Babul.

    Atas perbuatannya, keempat tersangka dikenakan pasal 2 atau 3 juncto Pasal 18 Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Tindak Pidana korupsi jo Pasal 55 ayat 1 butir pertama Kitab Undang-undang Hukum Pidana jo Pasal 64 ayat 1 KUHP. (Usdek Kisman)

Kirim Komentar Anda..!!

Back 













 © 2010 Surat Kabar Metro Indonesia OnLIne. All Rights Reserved

This free website was made using Yola.

No HTML skills required. Build your website in minutes.

Go to www.yola.com and sign up today!

Make a free website with Yola