Gubernur Agusrin Najamuddin Akan di Somasi
Tanah STAIN Bengkulu Bermasalah


    Hal itu berdasarkan hasil investigasi wartawan Metro Indonesia, Sidi Hartono, Mirwan HZ dan Sumantri saat survey di lapangan.

    Asisten II Fauzan Rahim menyatakan, bahwa tanah STAIN tersebut sudah diganti rugi oleh pihak Pemprov Bengkulu pada tahun 2004 kepada 30 orang pemilik tanah di lokasi STAIN sebesar Rp 250 juta yang juga diterima oleh Ikhsan.

    Sedangkan menurut Asisten I Asnawi Lamat bahwa seluruh lokasi tanah tersebut sudah dibebaskan pada tahun 1984 oleh Pemda Bengkulu Utara, apabila ada masyarakat pemilik tanah yang merasa belum menerima ganti rugi, silahkan tanya dengan pihak Pemda Bengkulu Utara, atau pihak STAIN.

    Wartawan menanyakan data-data pembebasan tersebut kepada Silman (pihak STAIN), data tersebut lengkap tetapi sampai berita ini naik cetak, belum dapat diperlihatkan.


Inilah tanah milik M. Ishak Rahman (inzet) yang diserobot Pemprov Bengkulu.

   Kalau memang sudah dibebaskan, kenapa surat bukti kepemilikan tanah masih di tangan masyarakat. BPN, Pemprov Bengkulu, STAIN, pada waktu di lapangan tidak ada yang bisa menjawab.

    M. Ishak Rahmanm salah satu pemilik tanah seluas 2 hektar di lokasi STAIN menuntut ganti rugi. Karena sebelum pelaksanaan MTQ 2010 oleh Pemprov, waktu itu M. Ishak melarang pihak Pemprov membuat bangunan untuk pasar di atas tanah miliknya.

    Tetapi waktu itu, Gubernur Bengkulu Agusrin Najamuddin mengatakan, bahwa tanah tersebut akan dibayar dan silahkan bikin surat permohonan ganti rugi ke Pemprov Bengkulu. Surat tersebut diterima oleh Sekda Pemprov, namun sampai sekarang tidak ada realisasinya. Sehingga kepengurusan ini, oleh Ishakdiserahkan kepada kuasa hukumnya Wahid Hasyim SH di Jakarta.

    Ketika di konfirmasi, Wahid Hasyim mengatakan, akan somasi Gubernur Agusrin Najamuddin apabila tidak mengganti rugi tanah tersebut.
Selasa 20 Oktober 2010 jam 15.30 WIB, wartawan Metro Indonesia menerima telepon dari Staf Presiden SBY, Bachrul Abbas dengan No Telp 021 35180xx, menanyakan masalah laporan tanah lokasi STAIN Bengkulu yang bermasalah tersebut. Beliau meminta No HP Gubernur Agusrin Najamuddin, dan Asnawi Lamat, Fauzan Rahim, Sekda, serta Karo Pemerintahan.

    Ketika dihubungi kuasa hukum pemilik tanah kepada para pejabat Pemprov Bengkulu itu, tidak ada yang mau menerimanya.
Menunggu keputusan diganti rugi atau tidak, lokasi tersebut akan dipagar untuk dikuasai oleh M. Ishak Rahman sebagai pemilik yang syah. (Tim




Kirim Komentar Anda..!!












© 2010 Surat Kabar Metro Indonesia OnLIne. All Rights Reserved  

 

This free website was made using Yola.

No HTML skills required. Build your website in minutes.

Go to www.yola.com and sign up today!

Make a free website with Yola