Ahli Waris Amat Menuntut Keadilan
Ada Oknum Mengambil Alih Lahan 

Ahil waris Amat, Masuroh didampingi pengaranya dan pengurus FBR saat mendatangi Sekretaris DPU DKI, Drs. Kukuh Budi Santoso. (FOTO: IMAN) 

     Jakarta — Ahli waris almarhum Amat dan Pengacara Forum Betawi Rempung (FBR) mendatangi Dinas PU DKI Jakarta langsung disambut Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum (PU) DKI Drs. Kukuh Budi Santoso di ruang kerjanya. Ahli waris mengatakan sampai hari ini tanah tersebut belom pernah diperjual-belikan atau digadaikan kepada pihak manapun.

     Oleh kerena itu selaku ahli waris Masuroh binti Amat memohon kepada DPU DKI  dan Gubernur DKI, agar pembayaran kepada kami selaku ahli waris yang sah, atas sebidang tanah seluas +/- 7.320 m2 yang terletak di jalan A. yani/jalan Pramuka RT 012/ 09 Kelurahan Utan Kayu Utara, Kecamatan Matraman, Kotamadya Jakarta Timur. Sesuai dengan Girik C.146 Persil 18 a S I blok kober tercatat atas nama AMAT sesuai  Surat Keterangan Lurah Utan Kayu Selatan No. 403/1.711, tanggal 21 Oktober 2011.

     Diatas tanah tersebut saat ini diakui dan di klaim oknum membeli dari Ismail Bandi berdasarkan Akta Jual Beli (AJB) No. 347/Matraman/10/1990 Tanggal 04 Oktober 1990, Notaris MS. Tajoedin di Jakarta dengan dasar peta Rincikan Utan Kayu No.33 atas pemilik asal AMAT bin Bedik dengan Girik C.110 Persil 17 S III Seluas +/- 8.440 m2.

     Pada 29 November 2011 kami sudah melaporkan Sdr. TS ke Mapolda Metro Jaya, dengan No Polisi :LP/4187/XI/2011/PMJ/Ditreskrimum dengan Dugaan Tindak Pidana Pemalsuan, memberikan keterangan palsu kepada pejabat pemerintah dan menempatkan keterangan palsu dalam akta autentik (Pasal 263, 242, 266 KUHP).

     Pada 12 Desember 2011 kuasa para ahli waris Sdri. Masuroh telah dilakukan pemeriksaan di Unit III Subdithatrda Dirkrimum Polda Metro Jaya sejak Pukul 10.00-13.00 WIB untuk didengar keterangannya (data Copy terlampir surat pemberitahuan perkembangan Hasil penyidikan/SP2HP ada pada redaksi) Tertanggal 07 Desember 2011 No.B/7477/XII/2011/ Ditreskirimun).

     Berdasarkan fakta bukti yang kami punya sebagai ahli waris AMAT yang sah. Memohon kepada Bapak Gubernur Provinsi DKI Jakarta dan Dinas Pekerjaan Umum Provinsi DKI Jakarta untuk tidak membayar uang ganti rugi/kompensasai kepada oknum  yang mengaku tanah miliknya, karena mereka tidak berhak, ujar Masuroh binti Amat.

     Saat dikonfirmasi ke Drs. Kukuh Budi Santoso sebagai Sekretaris DPU DKI sama ahli waris Amat dan kuasa hukum dari FRB. “Saya tidak tau kalau tanah tersebut milik   Masuroh binti Amat, kami selama ini tidak tau siapa yang Punya. Kalau masalah  pembayaran sampai hari ini belum ada pembayaran, saya tau persis karena saya membawahi bidang keuangan juga,” tegas Kukuh Budi S.

     Dirinya akan menyampaikan kepada atasannya, karena atasannya bukan hanya DPU, namun juga akan disampaikan ke Balaikota mengenai permasalahan ini, karena permasalahan ini sudah di ranah hukum, baik pidana maupun perdata. “Untuk itu akan saya sampaikan segala aspirasi yang sifatnya penuntutan hak,” tambahnya. (Iman SP Noya/Siti

Kirim Komentar Anda...!!!

Komentar Anda Akan Kami Muat di Metro Indonesia.













© 2010 Surat Kabar Metro Indonesia OnLIne. All Rights Reserved

 

This free website was made using Yola.

No HTML skills required. Build your website in minutes.

Go to www.yola.com and sign up today!

Make a free website with Yola