Akibat Janda, Kadis Peternakan Ir Muaz Kini Jadi Tauke Sapi

     Mukomuko, Bengkulu — Sewaktu Ir. Muaz yang senang dengan Janda itu menjabat Kepala Dinas Peternakan Perikanan & Kelautan Kabupaten Mukomuko Banyak proyek yang tidak jelas keberadaannya seperti proyek penggemukan sapi dan pengembangan kambing karena proyek pengembangan sapi dan kambing itu yang dipelihara oleh masyarakat tidak jelas keberadaannya hingga sekarang ini begitu juga dengan proyek pembibitan ikan air tawar seperti pengembangan ikan lele milik pemerintah Kabupaten Mukomuko yang didanai oleh anggaran APBD Kabupaten Mukomuko juga tidak jelas keberadan proyek pengembangan ikan air tawar itu hingga sekarang ini begitu juga dengan proyek bantuan para Nelayan juga tidak jelas juntrungannya hingga sekarang ini karena Ir.Muaz membagikan secara amburadul tanpa melalui prosedur yang sebenarnya,perlu  dicek kebenarannya oleh pihak Hukum demi tegaknya sufremasi Hukum di Kabupaten Mukomuko.

     Dan juga banyak lagi proyek yang sangat mubazir Seperti salah satu contoh Proyek Kandang sapi yang dibangun oleh pihak pemkab Mukomuko mayoritas semuanya telah ditinggalkan begitu saja oleh masyarakat yang sekarang ini tidak terurus lagi yang dipertanyakan adalah kemana raibnya sapi-sapi milik pemerintah itu? Coba cek saja kandang sapi milik Gurjiman alias Ayuk yang berada dekat taman Teratai Ujung Padang Kabupaten Mukomuko ada tiga buah kandang sapi ditanah milik Ayuk itu dan dikemanakan sapi bantuan dari pemerintah itu,begitu juga dengan kandang sapi yang dibangun pemerintah diseberang Selagan Desa Koto Jaya dari mulai dibangun Kandang Sapi itu hingga sekarang ini tidak terlihat ada sapinya padahal bantuan sapi untuk Desa Koto jaya ada bagiannya yang dikelola langsung oleh Amin Kepala Kaum 8 namun yang dipertanyakan masyarakat dikemanakan sapi bantuan dari Pemerintah itu  bagitu juga dengan sapi bantuan untuk masyarakat  Trans.Bandep Desa Tanah Rekah Desa Trans Sp.10 yang tinggal hanya  kandang sapi nya saja yang sekarang ini sudah jadi berhala kotor tidak terurus lagi begitu juga dengan sapi-sapinya raib ditelan hantu entah Sapinya mati atau dijual oleh masyarakat yang dapat jatah dari Ir.Muaz selaku Kadis Peternakan Perikanan & Kelautan di waktu itu,karena  hingga sekarang ini tidak jelas proses hukumnya mengenai sapi milik Pemkab Mukomuko yang di pelihara oleh masyarakat.

     Karena masyarakat Kabupaten Mukomuko telah menduga bahwa  dari pembagian awalnya Ir.Muaz sudah salah  kaprah duluan seharusnya Sapi- bantuan dari pemerintah itu dibagikan kepada kelompok masyarakat yang telah terbentuk dengan resmi dan tanpa ada rekayasa dan harus dicek kebenarannya oleh Ir.Muaz selaku Kadis di masa itu berapa orang di buat dalam satu kelompok dan juga sejauh mana tanggung jawap setiap kelompok tentang merawat sapi milik pemerintah itu,namun karena Botolnya (Bodoh dan Tolol-Red) mantan Kadis Ir.Muaz untuk membagikan sapi-sapi itu tanpa cek dan ricek terlebih dahulu dan Ir.Muaz mungkin langsung membagikan sapi pemerintah itu kepada masyarakat per-orangan karena tidak ada perjanjian yang mengikat antara Kelompok pengaduh sapi dengan Pemerintah sehingga  dengan seenaknya sapi bantuan dari pemerintah itu dijual belikan kepada pihak lain tanpa ada proses hukumnya hingga sekarang ini dan juga mungkin ada sapi-sapi milik pemerintah itu yang dipotong secara diam-diam oleh masyarakat karena tidak jelas keberadaan sapi milik pemerintah itu hingga kini namun yang banyak berkembang biak yang dipelihara oleh masyarakat adalah sapi dan kambing milik pribadinya Muaz itu sendiri yang jumlahnya hampir ratusan ekor namun kalau sapi dan kambing milik pemerintah raib ditelan, hilang dimakan hantu.

     Begitu juga dengan proyek penanaman  Rumput untuk penggemukan sapi milik pemerintah yang menelan biaya ratusan juta rupiah diwaktu itu namun  hingga kini juga keberadan proyek rumput itu  tidak jelas hingga sekarang ini,begitu juga dengan proyek pengembangan Ikan Air Tawar yang dibangun Di Sp 3 Penarik proyek tersebut dikerjakan oleh Perusahaan. Yang tidak bertanggung jawap dan pekerjaan Kolam ikan di Trans Sp 3 itu sudah banyak yang retak dan vegitu juga dengan lantai kolam sudah hampir rusak semuanya  karena proyek kolam ikan tersebut dikerjakan secara Amburadul dan asal jadi begitu juga dengan proyek pengembangan ikan Lele Jumbo yang juga tidak jelas proyek tersebut hingga kini namun yang jelas pihak Dinas Peternakan Perikanan & Kelautan  Kabupaten Mukomuko selama dikelola oleh Ir.Muaz sudah banyak merugikan keuangan Pemkab Mukomuko dan pihak hukum harus minta pertanggung jawapkan oleh Ir.Muaz Selama menjabat Kadis Peternakan Perikanan & Kelautan Kabupaten Mukomuko

     Begitu juga dengan bantuan Kepada Nelayan berupa perahu mesin dan jaring tangkap ikan oleh Ir,Muaz dibagikan kepada per-orangan sehingga ada yang dapat bantuan mesin dari Muaz ,lansung dijual kepada nelayan yang tidak dapat bantuan mesin itu ungkap beberapa orang nelayan mengatakan kepada Tim Metro Indonesia belum lama ini, namun yang dipertanyakan adalah sejauh mana  kontribusi para nelayan terhadap pemerintah karena para nelayan telah menerima bantuan dari pemerintah dengan nilai bantuan itu milyaran rupiah untuk mensejahterakan nelayan itu sendiri namun hingga sekarang ini tidak jelas kontribusinya para nelayan  terhadap pemerintah karena pihak Kadis Peternakan Perikanan & Kelautan Ir.Muaz telah menciptakan ketidak adilan sehingga perbuatan dari Ir.Muaz membuat para nelayan menjadi resah.

     Seperti tentang pembagian  Proyek Pengembangan Rumah Rawan Bencana (PRRB) pihak Ir.Muaz membagikan rumah tersebut tidak tepat pada sasaran yang sebenarnya coba bayangkan yang dapat rumah tersebut ada diantaranya bukan nelayan seperti Mamak Sum dan banyak lagi yang lainnya yang mayoritas dapat jatah rumah itu adalah orang yang mampu dan bukan masyarakat dari Nelayan itu sendiri sehingga masyarakat Nelayan Seperti Pril mantan pegawai Kecamatan Kota Mukomuko menghimbau kepada Bupati Kabupaten Mukomuko agar dapat memantau kembali untuk pembagian rumah PRRB itu karena sewaktu pembagian rumah tersebut tidak tepat pada sasarannya yang sebenarnya ,begitu juga dengan Pasar Ternak Yang menelan biaya milyaran rupiah yang dibangun oleh Ir.Muaz di tengah tengah hutan yang sekarang ini telah menjadi sarang tempat melakukan maksiat mau diapakan bangunan pasar ternak itu hingga kini dan siapa yang mau transasi untuk jual beli ternak dipasar yang dibangun oleh Ir.Muaz namun yang dikejar oleh Muaz diwaktu itu adalah Fee 10% dari biaya anggaran proyek Pasar Ternak itu,mau ada orang mau tidak ada orang untuk transasi jual beli ternak didalam hutan itu masa bodoh yang jelas Muaz sudah banyak dapat duit dari para kontraktor yang dapat mengerjakan pasar ternak itu.
Menyingkapi amburadulnya manajemen sate yang di lakukan oleh Ir,Muaz masyarakat Kabupaten Mukomuko menghimbau kepada pihak Hukum Kajari dan Polres Kabupaten Mukomuko agar dapat memproses kinerja mantan kepala Dinas Peternakan Perikanan dan Kelautan Kabupaten Mukomuko Ir. Muaz.yang telah banyak merugikan Pemkab Mukomuko dan Metro Indonesia selalu akan menyingkapi kinerja Mantan Kadis Peternakan Perikanan & Kelautan yang serat dengan nuansa KKN karena perbuatannya telah banyak merugikan keuangan Pemerintah  Kabupaten.Mukomuko walaupun jabatan Ir.Muaz dari Kadis sekarang turun pangkat memjadi PPL.tadinya Ir.Muaz naik mobil Dinas Mewah Sekarang naik Motor Butut dan apakah pipa Gading Muaz masih nungging seperti dulu lagi apa sudah loyo tunggu kelanjutannya namun yang jelas dan pasti sekarang ini Ir.Muaz satu persatu menjual Sapi miliknya dan kata sumber sekarang ini Ir.Muaz sudah menjadi Toke Sapi. (KDT.01)

Kirim Komentar Anda...!!!

Komentar Anda Akan Kami Muat di Metro Indonesia
















© 2010 Surat Kabar Metro Indonesia OnLIne. All Rights Reserved

This free website was made using Yola.

No HTML skills required. Build your website in minutes.

Go to www.yola.com and sign up today!

Make a free website with Yola