Aneh Tapi Nyata

Ilham A. Yani
Sudah sampai dimanakah hukum kita berjalan yang penetapannya telah ditentukan? Kalau jawabannya sudah, mengapa masih banyak pelaku yang nyata-nyata sudah terhukum, tetapi bisa mempermainkan hukum? Atau malah hukum dapat dibeli dengan lembaran Rupiah?
Kali ini yang menjadi editorial dengan judul “Aneh Tapi Nyata”.
Mengapa demikian?
Pada hari Jumat, 7 Januari 2011 seorang walikota dilantik, kemudian pada hari Rabu, 12 Januari 2011 langsung di nonaktifkan, hal itu dipertegas melalui SK Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Nomor 131.71-31/2011 tentang Pemberhentian Sementara Walikota Tomohon Jefferson SM Rumajar SE, sekaligus penunjukan Jimmy Eman sebagai Plt Walikota Tomohon.
Kalau dihitung hari kerja, berarti Jefferson hanya bekerja cukup 2 hari saja (Senin dan Selasa). Apa sebab, karena yang bersangkutan telah dinyatakan menjadi terdakwa kasus tindak pidana korupsi sebesar Rp. 19,8 miliar yang merugikan negara.
Yang lebih seru lagi, adalah Walikota terpilih itu pada hari Sabtu, 8 Januari 2011 melantik sebanyak 28 pejabat eselon untuk Pemerintah Kota Tomohon di balik terali besi Cipinang, Jakarta.
Lebih hebatnya lagi, para pejabat yang diambil sumpahnya itu menyatakan untuk tidak melanggar sumpah jabatan, termasuk korupsi. Namun, pejabat yang melantik justru terpidana korupsi.
LUARRRRR... BIASA...!!!
Bagaimana kok bisa yaa...???
Inilah yang patut kita pertanyakan, sebenarnya hukum itu untuk siapa? Dan bagaimana dengan tindakan pada hukum itu sendiri?
Jawabannya semua orang mengatakan ‘tidak tau’. Pertama, males achhh... Kedua, Bodo amat dan ketiga, Emang gue pikirin.
Karena bagi rakyat di Negara Kesatuan Republik Indonesia, yang dipikirkan adalah, makan apa kita hari ini? Besok bagaimana?
Jadi wajar kalau Tuhan Yang Maha Esa dan Yang Maha Pencipta itu langsung memberikan hukum dengan musibah-musibah yang silih berganti melanda Bumi Kepulauan Nusantara ini, Ibu Pertiwi langsung menangis, rakyat kembali terpuruk.
Sekarang, kita tidak perlu menyalahkan Jefferson SM Rumajar yang dilantik menjadi Walikota Tomohon, juga tidak bisa kita salahkan Gubernur Sulawesi Utara Drs. Sinjo Harry Sarundajang yang telah melantik, bahkan kita tidak bisa menyalahkan Presiden H. Susilo Bambang Yudhoyono yang mendengungkan ‘Indonesia Tanpa Korupsi’.
Justru kita kembalikan kepada diri kita masing-masing.
Sudahkah anda berniat tidak ingin korupsi....???