Menyalahi Aturan Undang-UndangBenteng Tolukko Berubah Aslinya

 



 


     TERNATE, MALUKU UTARA — Dalam Undang-Undang tentang benda cagar budaya No 5 Tahun 1999 mengatakan bahwa barang siapa yang dengan sengaja merusak merubah bentuk benda cagar budaya di kenai sanksi pidana sesuai Pasal 26 di penjarakan selama-lamanya 10 tahun denda 100 juta rupiah.

     Hal inilah yang menjadi kekuatan hukum cagar budaya Benteng Tolukko sebagai salah satu pengembangan sejarah ilmu pengetahuan dan kebudayaan. Benteng yang di bangun pada tahun 1540 oleh Fransissco Serao seorang panglima portugis, terletak diatas batuan beku yang berfungsi sebagai pondasi, dengan luas 256 m2, menghadap ke barat. Situs terletak diatas lahan dengan luas kurang lebih 1.252 m2. Benteng tersebut terdiri dari : - Bastion. - Ruang bawah tanah. - Halaman dalam. - Lorong. - Bangunan (bangunan segi empat).

     Denah benteng Tolukko berbentuk seperti lingga dengan tiga buah bastion, 2 bastion depan terletak disudut barat laut dan sudut barat daya, bastion satu lagi dibelakang. Konstruksi bangunan benteng tersebut terbuat dari susunan batu kali, batu karang, pecahan batu bata dengan perekat campuran kapur pasir.

     Namun dalam penelusuran Metro Indonesia benteng tersebut telah mengalami banyak perubahan dari segi fisik dan keaslianya. Penggiat pusaka ternate universitas Khairun Ternate Maulana Malik Ibrahim saat di konfirmasi Metro Indonesia mengatakan, bahwa ada beberapa bagian yang setelah dipugar malah tertutup semen.

     Padahal, untuk pemugaran bangunan bersejarah, apalagi sudah dilindungi Undang-Undang Cagar budaya, pekerjaannya harus sangat teliti dan detail sesuai prosedur jika menyalahi aturan bisa kena sanksi hukum sesuai dengan Undang-undang Cagar budaya, ujar Maulana. Di tempat terpisah penjaga benteng sekaligus pemandu Benteng Tolukko Arsad saat di temui Metro Indonesia di kediamannya di Kelurahan Tolukko mengungkapkan, benteng ini di pugar pada tahun 1994 oleh pemerintah provinsi Maluku yakni provinsi induk Maluku Utara melalui Dinas pendidikan dan kebudayaan.

     “Ini di kerjakan oleh masyarakat sekitar benteng berdasarkan rancangan dari pihak penyelenggara proyek saat itu,”  tegas Arsad, tahun ini sudah ada anggaran dari Dinas pariwisata dan kebudayaan povinsi Maluku Utara untuk pemugaran kembali Benteng Tolukko dengan total anggaran Rp.1.410.000.000 dan proses pengerjaannya di mulai bulan juni 2011 dengan waktu 180 hari. Pelaksana tugas Dinas pariwisata Provinsi Maluku Utara Nurlayla Armayn saat akan ditemui Metro Indonesia di kediaman sedang melakukan perjalanan dinas ke luar daerah, ungkap salah satu pengamanan kediaman.

     Benda cagar budaya merupakan kekayaan budaya bangsa yang sangat penting artinya bagi pemahaman dan pengembangan sejarah, ilmu pengetahuan, dan kebudayaan, sehingga perlu dilindungi ke asliannya dan dilestarikan demi pemupukan kesadaran jati diri bangsa dan kepentingan nasional untuk itu di harapkan dapat di kelola sesuai dengan Undang-undang cagar budaya agar tidak menjadi polemik di kemudian hari.(Gun / Ham)

 

Kirim Komentar Anda...!!!

Komentar Anda Akan Kami Muat di Metro Indonesia.



















© 2010 Surat Kabar Metro Indonesia OnLIne. All Rights Reserved

 

This free website was made using Yola.

No HTML skills required. Build your website in minutes.

Go to www.yola.com and sign up today!

Make a free website with Yola