Rehabilitasi Bangunan Sekolah di Jambi

 Tangkap Kontraktor yang Cari Untung

 



    Kerinci, Jambi – Entah proyek apa dan siapa pelaksana, setiap sumber tak mengetahuinya. Bahkan para guru pun di sekolah SMPN 13 Sanggaran Agung tidak mengetahui sama sekali proyek ini. “Kami tak tahu sama sekali proyek siapa, dan proyek apa, mereka tak pernah beritahu kami. Atap bekas, triplek buruk bekas dan bekas kayu bangunan lama disikat habis oleh kontraktor pelaksana,” ungkap para guru jengkel kepada wartawan Metro Indonesia, beberapa waktu lalu

    Hal senada juga dikatakan Kepala Sekolah SMPN 13 Ilyas, bahwa hasil pekerjaan tersebut buruk dan tidak memuaskan. “Dana diperkirakan 170 jutaan rupiah lebih”, ungkapnya. Bahkan diduga kontraktor tersebut terkesan mencari untung besar, sehingga dengan seenaknya merehab bangunan sekolah.
SMP Negeri 13 Sanggaran Agung Kecamatan Danau Kerinci Kabupaten Kerinci, Jambi sepertinya mendapat bantuan proyek jenis rehab berat, namun disayangkan hasil pantauan proyek ini dapat dianggap proyek siluman. Para pekerja sendiripun bungkam ketika ditanyakan siapa pelaksana proyek. Sepertinya proyek ini sudah diatur skenarionya oleh pelaksana agar pihak manapun tak dapat memberikan kontrol terhadap kebenaran pekerjaan yang dilakukannya.

    Proyek diduga jenis rehab berat ini, untuk membangun ruang Kantor Kepala Sekolah dan Ruang Majelis Guru. Pelaksana Proyek spertinya terlalu banyak ambil keuntungan, semua masih menggunakan kayu lama tidak diganti sama sekali. Kontraktor hanya merehab sedikit saja, yang rusak. Beberapa reng atap lama yang sudah dilobangi kumbang masih saja digunakan. Para tukang membenarkan hal ini bahwa kayu lama masih digunakan.
Lucunya beberapa tiang beton baru didirikan diduga sebagai plafon bangunan untuk penyangga kuda-kuda atap, kedudukannya tidak pas sebagai penyangga kuda-kuda atap, posisi tergantung. Beberapa tiang beton yang didirikan itu tekesan tidak ada manfaatnya samasekali. Proyek Rehab TA 2010 sampai saat ini TA 2011 baru mendekati perampungan.

    Berbagai elemen masyarakat tidak mengetahui status proyek di lokasi sekolah ini. Bahkan kepala tukang saja ketika ditanyakan siapa pelaksana proyek, bungkam. Setelah didesak kepala tukang mengakuinya itu adalah proyek Ujang asal Desa Siulak Kabupaten Kerinci atas nama CV. Amanda. Namun informasi identitas pelaksana terkesan disembunyikan oleh kepala tukang ini. Para pekerja juga mengeluh, “Kami saja bekerja tidak dengan minuman kopi”, ujarnya. (JHONTECH /yosep)

Kirim Komentar Anda....!!!

Komentar Anda Akan Kami Muat di Metro Indonesia.














  2010 Surat Kabar Metro Indonesia OnLIne. All Rights Reserved

This free website was made using Yola.

No HTML skills required. Build your website in minutes.

Go to www.yola.com and sign up today!

Make a free website with Yola