Banjir Padang di Padang Rugikan Capai Rp 13 Miliar


     Padang, Sumbar — Banjir bandang dan longsor yang menghantam Kecamatan Simpang Alahan Mati dan Tigonagari di Pasaman, Kamis (23/2) lalu, bukan hanya akibat tingginya curah hujan yang memicu Batang Air Malampah dan Batang Buluh meluap. Namun, juga dipicu penebangan kayu dan peladangan di kawasan perbukitan. Buktinya, banyak ditemukan sisa-sisa material penebangan hanyut bersama banjir bandang.
Kesimpulan itu didapatkan dari laporan tim reaksi cepat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumbar setelah melakukan asessment (penilaian) ke lapangan.

     Akibat banyaknya sisa penebangan, mengakibatkan tidak lancarnya aliran Batang Air Malampah dan Batang Buluh. Banjir bandang di Pasaman ini sama dengan galodo yang menerjang Pesisir Selatan November 2011 lalu, juga akibat maraknya pembalalan hutan. Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Sumbar Ade Edwar menjelaskan, secara fisik aliran air Batang Buluh tidak terlalu lebar. Namun, akibat aliran Batang Mambang di bagian hulu turut menghanyutkan material sisa penebangan, memicu tersumbatnya aliran di Nagari Simpang, Kecamatan Simpang Alahan Mati (daerah terparah korban bencana banjir bandang).

     Data sementara diterima wartawan di Posko BPBD Pasaman menyebutkan, kerusakan infrastruktur dan bangunan akibat banjir bandang meliputi rumah penduduk 134 unit, rumah ibadah 6 unit, jembatan 13 unit, sawah dan kebun seluas 221 ha, pasar/los 4 unit, puskesmas pembantu 1 unit, jalan kabupaten 500 meter, jalan negara 1.200 meter. Sedangkan jumlah warga yang diungsikan sekitar 1.500-an.

     Total kerugian mencapai Rp 13 miliar. Tak hanya merusak ratusan rumah, banjir bandang juga memutuskan lalu lintas di jalan alternatif antara Pasaman Barat dengan Pasaman via Nagari Malampah, Kecamatan Tigonagari. ”Petugas juga telah melaporkan pada pukul 14.00 (kemarin, red), banjir bandang juga menelan korban meninggal dan luka-luka. Meninggal dunia bernama Dedi, 22, dan jasadnya sudah ditemukan. Tiga korban lainnya telah dirujuk ke rumah sakit terdekat,” terang Ade.

     Sedangkan di kecamatan itu, 200 KK telah diungsikan ke SDN 03 setempat. Kebutuhan dasar yang dibutuhkan masyarakat saat ini, sebutnya, antara lain supply listrik atau pengganti, air bersih atau minum, dan peralatan alat berat, untuk pembersihan puing yang menghambat jalur transportasi dari arah Kumpulan-Malampah Kecamatan Tigonagari.

     Namun, Kepala BPBD Pasaman M Nasir ketika dikonfirmasi tadi malam, membantah ada korban jiwa dalam musibah itu. Hingga berita ini diturunkan, 30 jiwa masih terisolir di Nagari Malampah, Kecamatan Tigonagari. Di Kecamatan Tigonagari, Nagari Malampah 18 unit rumah rusak, satu unit masjid rusak, dan 39 KK mengungsi ke tempat lebih aman. Untuk menuju lokasi bencana, akses jalan hanya bisa dilintasi dari Padang-Simpang IV, Padangsawah, Padangganting.

Ditaksir Rp 13 M

     Di sisi lain, BPBD Pasaman terus mengidentifikasi kerusakan infrastruktur dan rumah penduduk yang ditimbulkan banjir bandang. Kepala BPBD Pasaman, M Nasir mengatakan, selain menyebabkan ratusan rumah penduduk rusak parah, sejumlah sarana umum seperti jalan dan jembatan, pasar, rumah ibadah juga rusak.

     Pantauan wartawan di lokasi, akses jalan alternatif ini lumpuh total akibat terbannya beberapa ruas jalan di tengah-tengah hutan Malampah, Kecamatan Tigonagari, serta banyaknya kayu-kayu besar bertumbangan di tengah jalan. Akibatnya, warga yang ingin ke Lubuksikaping terpaksa harus melalui jalan Talu, Kecamatan Talamau-Lubuksikaping memakan waktu 2 jam perjalanan.

     Sama halnya di Nagari Simpang, Kecamatan Simpati, di Nagari Malampah, Kecamatan Tigonagari, banjir bandang juga merusak beberapa rumah warga. Tak hanya itu, puluhan ekor hewan ternak warga juga ikut hanyut terbawa air bah. Ivan, 29, salah seorang anggota Polsek Tigonagari mengatakan, banjir bandang di daerahnya tidak separah Nagari Simpang. Tercatat, dua unit mobil Avanza dan L-300  hanyut dan tidak berbentuk lagi, serta 10 unit sepeda motor disapu banjir bandang. Untuk membantu warga setempat, tim penanggulangan bencana daerah mendirikan tenda dan membuat dapur umum. (Basrul Chaniago)

Back

Kirim Komentar Anda...!!!

Komentar Anda akan Kami Muat di Metro Indonesia.













© 2010 Surat Kabar Metro Indonesia OnLIne. All Rights Reserved

 

This free website was made using Yola.

No HTML skills required. Build your website in minutes.

Go to www.yola.com and sign up today!

Make a free website with Yola