Bantuan Presiden Disalahgunakan

PPL Pulang Pisau Diduga Jual Alsintan


Salah satu alat berat yang di jual.
    Pulang Pisau, Kalteng — Oknum PPL Pertanian, Sulaksono di Desa Tahai Jaya, Kecamatan Maliku, Kabupaten Pulang Pisau, diduga menjual sedikitnya 7 (tujuh) unit Alat mesin pertanian (Alsintan) bantuan pemerintah yang disalurkan melalui Dinas Pertanian sejak tahun 2007, yang diperkirakan total harganya berjumlah Rp 60 Juta lebih.

    Berdasarkan hasil investigasi. Metro Indonesia menemukan ke 7 (tujuh) unit Alsintan tersebut. Yakni terdiri dari 4 (empat) unit Hand Tractor, masing-masing 1 (satu) unit Hand Tracktor, merek: Yanmar Bromo Ex, Model: BRM-EX MFG No.11700374 dijual kepada Pardio warga RT 21 Desa Tahai Baru, Kecamatan Maliku seharga Rp 12 Juta. 1 (satu) unit Hand Tracktor merek: Quick, mesin Kubota RD 85 DI dijual kepada, Rahmadi warga RT 3, Desa Sanggang, Kecamatan Pandih Batu, seharga Rp 8 Juta. 1 (satu) unit Hand Tractor merek Yanmar Bromo Ex dijual kepada Sai’un warga Desa Tahai Jaya, seharga Rp 10 Juta. Dan 1 (satu) unit lagi Hand Tracktor Banpres (Bantuan Presiden) merek : Yanmar ini informasi dijual kepada Rasikin, seharga Rp. 12.250.000.

    Namun karena dilaporkan warga, hand tracktor yang dijual kepada Rasikin tersebut ditarik kembali oleh, Sulaksono. Sedangkan 3 unit lainnya hingga kini masih berada ditangan pembelinya. Kemudian 3 (tiga) unit alat perontok padi juga dijual oleh, Sulaksono masing-masing seharga Rp 6 juta. Dimana salah satunya dibeli oleh, Juana (44), warga RT 1, Desa Badirih, Kecamatan Maliku.

    Menurut, Ketua RT 19 Desa Tahai Jaya, Jumadi yang didampingi ketua RW 4, Darmo yang juga mengaku ketua kelompok tani Sri Lestari dan Asli Petani, sejak berdirinya trans di daerah ini.

    Ketika ditemui Metro Indonesia di kediamannya baru-baru ini mengatakan, bahwa sejak mulai dipegang oleh Sulaksono setelah Sarmino. Kondisi PPL didaerah ini sangat buruk sekali. Karena sejak tahun 1993 semua bantuan pemerintah yang disalurkan kepada petani semuanya disalahgunakan. Contohnya seperti Gemapalagung, sekarang sudah hancur dan hanya sebagian saja petani yang dapat. Dan hantuan obat rumput yang disalurkan pada tahun 1995 itu tidak dibagikan kepada petani, tetapi dijual ke warung-warung. Kemudian benih banyak yang hilang dari pada bagikan ke petani.

    Dari sekian ton yang disalurkan, yang dibagikan cuma beberapa kilogram saja. Bahkan menurutnya pada tahun 2009 benih bantuan sebanyak 6 ton pernah ditimbun selama berbulan-bulan. Setelah dibagikan ternyata busuk dan ditanam tidak mau hidup. “Itupun saya dapat cuma 5 kilogram saja. Dan yang dibagi rata baru tahun ini, yang datang sebanyak 4 ton. Dan saya dapat 15 kilogram,” ungkapnya.

    Bahkan menurutnya, ketika rapat di mesjid beberapa waktu lalu dia pernah anjurkan oleh Pak Saribu. Kalau ditanya wartawan yang datang dia sebagai tokoh masyarakat supaya menjelaskan bahwa kondisi di daerah ini enak, menyenangkan dan baik-baik saja. Padahal kenyataannya menurut dia sakit.
Bahkan Sulaksono ini selama ini banyak korupsinya. Contohnya seperti alat perontok padi ada 2 (dua) unit yang, hilang.

    Dan hand tracktor ada 2 (dua) unit yang dijual Sulaksono. kepada Rasikin dan Sai’un. Kemudian jembatan gorong-gorong dan pintu air yang dibangun pada tahun 2008 lalu, saat ini kondisinya sudah rusak semua. Karena yang seharusnya menggunakan kayu ulin dipasang kayu meranti dan belangiran. Serta bantuan terpal pada tahun 2009 yang jumlahnya diperkirakan sekitar 15 lembar dijual Rp 100 ribu per-lembar.

    Menurut dia, selama ini kalau warga mau menggiling padi dan menyewa hand tracktor milik Upja, yang ada ditempat Sarman mertuanya Sulaksono, upahnya jauh lebih mahal dibandingkan dengan yang milik pribadi. “Jadi harapan kami supaya dia (Sulaksono-Red) dipindahkan saja, diganti dengan yang lebih baik, yang betul-betul mengerti masalah pertanian. Bahkan kalau perlu dipecat saja,” katanya.

    Ketika dijumpai di kediamannya mengatakan, bahwa isu seperti itu bagi dirinya sudah basi. Dan sengaja dihembuskan orang-orang yang memiliki sentimen pribadi dengan dirinya. Dan dia mengatakan juga kalau dirinya pernah dilaporkan sampai Wakil Gubernur, hingga diperiksa oleh Bawasda dan beri sanksi tidak naik pangkat selama setahun. Bahkan menurutnya motor yang dibelinya dari uang menang judi togel pun dituding hasil korupsi. (Gaya)

Kirim Komentar Anda...!!












© 2010 Surat Kabar Metro Indonesia OnLIne. All Rights Reserved

 

This free website was made using Yola.

No HTML skills required. Build your website in minutes.

Go to www.yola.com and sign up today!

Make a free website with Yola