100 Unit Rumah Tak Layak Huni Dibedah Pemkab Batanghari 

 



Bupati Batanghari Abdul Fattah

 


     MUARABULIAN - Pemkab Batanghari memberikan kepedulian kepada warga tak mampu di Bumi Serentak Bak Regam. Hal itu diwujudkan dalam program pemberian bantuan bedah rumah kepada warga yang selama ini tinggal di rumah tidak layak huni. Tahun ini, tercatat sebanyak 100 unit rumah warga tak layak huni yang akan dibedah.

     Hal itu diungkapkan Bupati Batanghari Abdul Fattah, pada acara pembukaan Karya Bakti TNI dalam rangka relokasi dan renovasi rumah penduduk tidak layak huni yang digelar di Kecamatan Muaratembesi, kemarin (11/5). Dalam merealisasikan program bedah rumah untuk anggaran tahun 2011 ini Pemkab Batanghari masih menggandeng pihak TNI AD seperti pada tahun 2010 lalu. Menurut bupati, kebijakan menggandeng pihak TNI dalam pembangunan bedah rumah tersebut dinilai lebih menguntungkan.

     Pasalnya, kerja sama dengan pihak TNI dalam merealisasikan program bedah rumah di Kabupaten Batanghari pada tahun sebelumnya bisa berjalan dengan sangat baik dan memuaskan. Sebab, pekerjaan bisa selesai lebih cepat, kualitas fisik cukup bagus, serta selalu terjadi over target.
“Jika anggaran ini dikerjakan oleh pihak ketiga akan menghabiskan biaya Rp 24 juta per unit. Tapi, jika bekerja sama dengan TNI uang negara dapat dihemat sekitar Rp 8 juta per unit,” ungkap bupati.Dia menambahkan, program pemberian bedah rumah tersebut sudah berlangsung sejak tahun 2008.

     Pada tahun 2008, Pemkab Batanghari memberikan bantuan bedah rumah sebanyak 60 unit, selanjutnya pada tahun 2009 meningkat menjadi 120 unit, tahun 2010 turun menjadi 80 unit, dan tahun 2011 bertambah menjadi 100 unit.

     Bantuan tersebut tersebar di semua kecamatan di wilayah Kabupaten Batanghari. Adapun rinciannya, di Kecamatan Muarabulian tujuh unit, Mersam 10 unit, Maro Sebo Ulu 37 unit, Muaratembesi tujuh unit, Batin XXIV  sembilan unit, Maro Sebo Ilir 15 unit, Pemayung sembilan, dan Bajubang enam unit.

     Terpisah, Komandan Korem (danrem) 042/Gapu Kolonel Inf Yudhie Karsono mengatakan, kegiatan Karya Bakti TNI pada program bedah rumah tersebut merupakan wujud jati diri TNI di tengah-tengah masyarakat, yaitu sebagai tentara rakyat, tentara pejuang, tentara nasional, dan tentara profesional. Untuk itu, dia meminta kepada prajurit TNI agar tetap menjaga disiplin dengan berpegang teguh kepada Sapta Marga, sumpah prajurit dan 8 Wajib TNI selama menjalankan tugas di lapangan.

     Selain itu, dia juga mengimbau kepada seluruh masyarakat di Kabupaten Batanghari agar ikut secara aktif bersama para prajurit melaksanakan Karya Bakti relokasi dan renovasi rumah penduduk tersebut. “Baik berupa bantuan tenaga maupun pemikiran sehingga pelaksanaan karya bakti ini dapat terlaksana sesuai dengan harapan kita bersama,” pungkasnya. (Yosep)

Kirim...!!!

Komentar Anda Akan Kami Muat di Metro Indonesia.

















© 2010 Surat Kabar Metro Indonesia OnLIne. All Rights Reserved

 

This free website was made using Yola.

No HTML skills required. Build your website in minutes.

Go to www.yola.com and sign up today!

Make a free website with Yola