Bendungan Lahar Dingin Diduga Bermasalah Pekerjaan Pak Hok tak Dapat Dipertanggung Jawabkan

Pembuatan bendungan lahar dingin yang diduga penuh dengan Korupsi, Kolusi dan Nepotisme di Kabupaten Kerinci.

 

   Kerinci — Proyek Penanganan bencana alam lahar dingin Gunung Kerinci yang berlokasi di Kabupaten Kerinc dan didanai dari APBD Provinsi Jambi tahun 2010 sebesar Rp 4.670.800.000,- (empat miliar enam ratus tujuh puluh juta delapan ratus ribu rupiah). Yang dilaksnakan oleh PT Gentraco Agung Laksono salah satu perusahaan Jambi.

    Akan tetapi kenyatannya di lapangan saat ini pekerjaanya di laksanakan oleh salah seorang rekanan / kontraktor Lokal asal Sungai Penuh Kerinci, yang bernama Pak Hok, mungkin saja perusahaan tersebut dikuasakan padanya lantaran wilayah Kabupaten Kerinci sangat dan terlalu jauh dari pusat ibu kota provinsi atau mungkin saja perusahaan tersebut tidak mampu melaksanakan pekerjaan yang dikontrakan padanya, makanya Pekerjaan Disubkerjakan.

    Apakah Pekerjaan konstruksi dapat dipertanggung jawabkan akan mutu kualitas pekerjaanya apakah angaran dana proyek tidak mejandai berkurang, lantaran adanya timbul biaya diluar rencana seperti, sewa perusahaan tandas beberapa warga kayu aro yang engan disebutkan identitasnya (-red) dan Beliau juga termasuk salah seorang rekanan pengusaha konstruksi diwilayah kerinci, ujarnya penuh tanda tanya.

    Beberapa saat kemudian Tim Metro Indonesia, berusaha untuk mencari lokasi ditepatnya Proyek Penanganan bencana alam lahar Dingin Gunung Kerinci, yang Berdasrkan info serta data Program dan  Kegiatan tahun angaran 2010 APBD Provinsi Jambi lokasinya berada  di Sungai Rumpun, lebih kurang stengah jam berputar.

    Di Sungai Rumpun proyek tersebut tidak dapat kami temui, salah seorang masyarakat sungai rumpun kami tanyakan, dia menjawab di sungai rumpun tidak ada kegiatan proyek dari Provisi Jambi yang ada di dekat sungai kering pak, ujarnya pada kami. Tampaknya antara data kegiatan berbeda dengan kenyatan tentang pastinya proye bendungan laghar dingin dilaksanakan.

    Mendapati informasi dari salah seorang warga sungai rumoun kamipun melanjutkan pencarian di sungai kering, toh memang benar pekerjaan bendungan lahar dingin tersebut berada di daerah sungai Kering (lokasi Penambangan masyarakat sungai kering), dan sedang dalam masa pekerjaan. Pada papan nama Proyek yang terpasang bertuliskan nama PT yang melaksnakan adalah PT. Gentraco Agung laksono, akan tetapi karyawan / pekerjanya adalah angota pak hok ini dibenarkan oleh para pekerja dan juga beberapa warga setempat yang ikut bekerja di tempat tersebut.

    Mencermati pekerjaan Bendungan / DAM lahar dingin Gunung Kerinci yang sedang terlaksna, terlihat mengunakan Matrial batu setempat (batuan Gunung) dan bukannya di datangkan dari luar lokasi sebagai mana batuan yang layak digunakan adalah batuan kali menurut spesifikasi tekhnisnya, ketika kami tanyakan kepada para pekerja Mengapa Pekerjaan batu Pasangan tidak menggunakan Batu Kali dan mengapa batu gunung yang digunakan, spontan mereka menjawab. “Payah pak, marah warga sini yang juga Penambang, jadi batu harus dipakai batuan sini,” paparnya.

    Ironinya lagi pengunaan besi kerangaka baja kebanyakan tidak bebas dari Kotoran Seperti  (karatan dan Korosi) serta bahkan henisnya tidak memenuhi Standar Indonesia (SNI)) dan Besi Kerangkan baja ulir yang digunaka adalah tergolong besi banci bertuliskan (BSD)  demikian dengan pekerjaan perbandingan campuran beton yang terlaksana kurang terawasi menyangkut perbandingan campuran beton lebih dari 1 : 3 karena bentuk dan warna beton memutih (rapuh) begitu juga pekerjaan pasangan batu kebanyakan saling berdempetan antara batu satu dengan yang lainya (tanpa adanya semen sebagi alas) sehingga dapat berpengaruh pada daya berdiri beton saat meningkatnya debit air pada sungai tersebut.

    Pekerjaan konstruksi yang diduga menyalahi spesifikasi teknis yang layak khusus pada setiap pekerjaan Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Jambi selama ini, sudah selayaknya menjadi perhatian bagi Pemerintah daerah maupun pusat karena kabupaten kerinci merupakan Kabupaten paling ujung serta jauh dari ibu kota provinsi.
Sehingga dapat diprdiksi lemahnya Pengawasan berakibat fatal pada mutu serta kawalitas pekerjaan yang berakhir pada perbuatan KKN oleh Pera pelaksana kegiatan pembangunan darah selama ini demikian pula dengan pihak yang berwajib jangan hanya tingal diam dan berpangku tangan melihat kenyatan selama ini. (Tim)

Kirim Komentar Anda..!!

 Back













© 2010 Surat Kabar Metro Indonesia OnLIne. All Rights Reserved

 

This free website was made using Yola.

No HTML skills required. Build your website in minutes.

Go to www.yola.com and sign up today!

Make a free website with Yola