Bengkulu Diduga Provinsi Terkorup se-Indonesia

Salah satu jalan yang sangat dibutuhkan masyarakat Provinsi Bengkulu ternyata hingga saat ini jalan tersebut belum pernah dibangun, karena uang untuk infrastruktur dikorup oleh oknum pejabat Bengkulu.

    BENGKULU — Untuk mengungkap kasus korupsi di Indonesia benar-benar akan sulit, apa yang didengungkan Presiden RI H. Soesilo Bambang Yudhoyono nampaknya hanya jadi “yel-yel” bagi oknum-onum yang berhasil mengeruk uang negara tanpa memperdulikan apapun. Sudah banyak yang dinyatakan sebagai tersangka, namun tidak pernah kapok bagi yang lainnya, bahkan malah terus merajalela di bumi pertiwi ini.

    Seperti Gubernur Bengkulu Agusrin Najamudin yang sudah dua tahun lebih dinyatakan sebagai tersangka oleh Kejaksaan Agung dalam dugaan kasus korupsi dana bagi hasil PBB senilai Rp 21,3 milyar yang informasinya berkas perkara tersebut akan segera di limpahkan ke Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

    Kemudian menyusul Andi Rosliansyah PLH PU Provinsi Bengkulu yang statusnya juga sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi dana perbaikan jalan se-Provinsi Bengkulu dengan menghabiskan puluhan milyar rupiah dari PU Pusat.

    Menurut salah satu narasumber yang identitasnya tidak mau disebutkan, bahwa Andi Rosliansyah sudah ditetapkan sebagai tersangka kasusnya sedang di tangani Kompol Parman, Bareskrim Mabes Polri.

    Tersangka Andi Rosliansyah suka mondar-mandir di PU Pusat lantai 7, tepatnya di ruang Kasubid Bina Marga Langgeng Mulyono, karena Andi Rosliansyah wajib lapor ke Bareskrim setiap hari Senin dan Kamis.

    Wartawan Metro Indonesia berhasil menemui Kasubid Bina Marga tersebut beberapa waktu lalu untuk konfirmasi. Langgeng Mulyono membenarkan kalau Andi Rosliansyah pernah kesini, “Tapi saya tidak tahu kalau soal kasus tersebut, Bapak silakan tanya langsung ke Bareskrim,” ujar Langgeng Mulyono.
Wartawan Metro Indonesia mencoba konfirmasi langsung via handphone kepada Kabareskrim Komjen Ito Sumardi, tentang dugaan kasus tersebut dan kenapa Andi Rosliansyah tidak ditahan dan masih melenggang aktif sebagai PLH PU Provinsi Bengkulu?

    “Andi Rosliansyah  masih dalam  proses penyidikan, setelah  terbukti dan dinyatakan terdakwa oleh Pengadilan baru beliau di non aktifkan,” ujar Komjen Ito Sumardi.

    Provinsi Bengkulu memang diduga kuat sarangnya koruptor, karena terbukti hampir seluruh jalan di Bengkulu berlubang dan rusak parah di dalam Kota dan Kabupaten.

    Kalau pengendara tidak hati-hati bisa celaka. Seperti jalan lintas antara Kabupaten Bengkulu Selatan dan Kabupaten Kaur tepatnya di Desa Sulawangi, kendaraan yang mau lewat baik bus, truck maupun mobil pribadi antrian hingga satu km, apalagi di saat musim hujan.

    Untuk itu aparat Penegak Hukum wajib dan serius memeriksa dugaan kasus korupsi yang terjadi di Bengkulu ini, seperti dana Rp 32 miliar untuk pelaksanaan MTQ  2010 di lokasi STAIN kemaren, karena yang di gunakan berupa bangunan fisik.

    Diduga hanya bangunan yang didirikan di atas tanahnya M. Ishak Rahman yang di perkirakan hanya menelan biaya Rp 20 juta, itupun tanah masih sengketa karena belum dibayar ganti rugi sampai sekarang. Provinsi Bengkulu jauh tertinggal oleh Provinsi lain seperti Lampung, Palembang dan Jambi dalam bidang infrastruktur. (Sidi Hartono)

Kirim Komentar Anda..!!!

Komentar Anda akan Kan Muat di Metro Indonesia.














© 2010 Surat Kabar Metro Indonesia OnLIne. All Rights Reserved


This free website was made using Yola.

No HTML skills required. Build your website in minutes.

Go to www.yola.com and sign up today!

Make a free website with Yola