
Sudah Benar dan Pantas Jika Gubernur Berang
MANADO — Untuk mempertahankan Citra Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara Bersih dan Berwibawa yaitu tanpa Korupsi Gubernur DR. Sinjo Harry Sarundajang tetap berkomitmen dengan apa yang pernah disampaikan berulung-ulang kali pada disetiap pertemuan dalam acara baik sebagai instruksi maupun himbauan kepada seluruh jajarannya yang ada agar benar-benar menjalan tugas sesuai dengan sistem dan mekanisme yang telah ditetapkan.
Kegiatan evaluasi supervisi peningkatan pelayanan publik yang dilaksanakan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di ruang Huyula Kantor Gubernur Provinsi Sulawesi Utara.Pada yang yang sangat penting tersebut sangat disayangkan ada sejumlah bupati dan walikota yang tidak turut menghadirinya, dengan kejadian itu Gubernur DR. Sinjo Harry Sarundajang sehingga menjadi berang” menurut beliau bahwa tidak pernah mengundang jika tidak bermanfaat.
Adapun kegiatan evaluasi pelayanan publik tersebut sangat penting sebab sangatberkaitan dengan kepentingan rakyat,maka guna peningkatan pelayanan publik perlu didasadari bahwa ingat kita semua dipilih oleh rakyat. Jadi jangan main-main dengan kegiatan semacam ini tandas Gubernur DR. Sinjo Harry Sarundajang pilihan rakyat awal dari sambutannya.
Bahkan pula olehkerena sangat merasa kecewa dengan tidak hadirnya bebera kepala daerah pada kegiatan tersebut dengan secara tegas Gubernur DR.SHS akan melayangkan surat kepada Mendagri dan KPK disertai tembusan masing-masing kepada kepala daerah yang tidak turut hadir pada acara tersebut.
Dan kekecewaan itu bukan hanya dirasakan oleh Gubernur, melainkan dirasakan yang sama pula oleh Deputi Pencegahan Korupsi KPK Eko Susanto dalam ungkapannya bahwa kegiatan yang ini sangat penting untuk diikuti oleh setiap kepala daerah kerena demi meningkatkan kmajuan pelayanan publik, sebab Indonesia masuk dalam hitungan pelayanan publik terburuk, dengan tidak hadirnya bupati /walikota pada acara tersebut pelayanan mereka pada publik di daerah sudah sangat bagus sampai mereka tidak memperhatikan undangan Gubernur.
Sesuai fakta dilapangan yang dipantau oleh wartawan Metro Indonesia para bupati dan walikota yang hadir pada acara kegiatan itu antara lain Bupati Minsel Tetty Paruntu, Bupati Mitra Telly Tjangkulung,Plt Bupati Talaud Drs.Constan, Ganggali, Bupati Boltim Drs.Sehan Lanjar, Bupati Bolmut Drs.Hamdan Datunsolang, Bupati Minahasa Drs. Vreeke Runtu, Bupati Sitaro diwakili oleh Drs. Piet Kuerah,Walikota Manado diwakili oleh wakil Harley Mangindaan,Walikota Kota Mobagu Drs. Djaelantik Mokodompit selain itu ada yang datang sementara makan siang seperti Plt Walikota Tomohon Drs. Jemmy Eman sedangkan yang Walikota Bitung diwakilkan pada Asisten ll Bupati Bomong diwakili oleh Sekdanya sedangkan Bupati Bolsel tidak nampak batang hidungnya baik itu pewakilannya,dan pada kegiatan tersebut juga dihadiri oleh Ombudsman Indonesia Pramono Dahlan, wakil Gubernur Drs. Djouhari Kansil,MPd Ketua DPRD Sulut Meiwa Salindeho, S.Th Kapolresta Manado Kombes Pol Drs.Arida Roeroe dan sejumlah SKPD di lingkup Provinsi dan kota.
Sebagai Gubernur DR.Sinjo Harry Sarundajang dimana sangat peduli dengan memperbaiki semua mekanisme yang mengarah pada sistem Good governance and Clean Governance itu sebabnya dengan melihat ketidak perhatiannya bupati dan walikota untuk mengikuti acara kegiatan avaluasi supervisi peningkatan pelayanan publik maka layak serta wajar dan dapat dibenarkan jika Gubernur DR.Sinjo Harry Sarundajang menjadi kecewa kesal sekali serta berang. (Albert)
Kirim Komentar Anda....!!!
© 2010 Surat Kabar Metro Indonesia OnLIne. All Rights Reserved