Berita yang Mengandalkan Sesuatu




 


     Mungkin selama ini para insan pers selalu dipandang sebagai sesuatu yang memusingkan nara sumbernya, sehingga banyak nara sumber yang tidak ingin diwawancara atau no comment dan bahkan menghindar ketika wartawan membutuhkan informasi dan konfirmasi berita. Padahal wartawan sebagai profesi hanya menjadi sosial kontrol dalam pemberitaan melalui informasi.

     Belum lagi dengan keberadaan wartawan yang mengandalkan sesuatu, seperti satu contoh saja, sekarang ini manakah yang didahulukan, berita, nara sumber atau materi. Tergantung dari si wartawan itu sendiri, yang jelas wartawan adalah bagian kehidupan masa depan yang lebih baik untuk memperjuangkan hak-hak seseorang yang disepelekan, disingkirkan, dihujat dan lain sebagainya.

     Kalau semuanya mengharapkan berita dengan hanya mengandalkan sesuatu, sampai kapanpun pemberitaan menjadi tidak seimbang, lebih mengarah kepada kebutuhan, justru memojokkan seorang nara sumber. Padahal berita yang dimuat kadangkala tidak sesuai dengan keinginan nara sumber. Sehingga sifat jujur dan seimbang tadi sudah keluar jalur.

     Ditambah lagi dengan beberapa wartawan yang kurang mengerti dari sesuatu yang akan diberitakan, ini diperparah lagi 5 W - 1 H hanya dapat dipakai dari salah satu yang bukan dari kebijakan pemberitaan. Sehingga keseimbangan dari berita tersebut sudah pasti tidak seimbang.

     Memang harus dikembalikan lagi kepada isi dan maksud tujuan pemberitaan yang akan dimuat, baik itu media cetak maupun media elektronik. Kemana sebenarnya arah pemberitaan yang diterbitkan atau ditayangkan kepada publik? Mungkin bagi orang awam, bahwa itu sebagai pemberitaan yang cukup menakjubkan, tetapi bila disimak dengan sangat teliti maksud dan tujuannya, tetap mengandalkan sesuatu yang hanya si pembuat berita lebih mengetahuinya.

     Kini masyarakat pembaca dan pemirsa harus lebih tau sebenarnya dengan kandungan isi berita, kemana maksud dan tujuannya? Jangan karena membaca berita di media cetak, melihat tayangan di Televisi, serta mendengar di Radio, langsung menerima apa yang diberitakan. Ini perlu diketahui, bahwa wartawan media cetak dan media elektronik, disamping sebagai sosial kontrol, juga sebagai informasi yang menambah ilmu seseorang.

     Jadikanlah wartawan, yang dalam hal ini insan pers sebagai orang yang paling nomor satu di dunia ini dalam memberi informasi kepada semua kalangan. Bahkan bila perlu dijadikan sebagai sahabat, karena tanpa adanya wartawan yang jam kerjanya 24 jam, baik itu wartawan media cetak dan media elektronik selalu memberikan informasi.

Kirim Komentar Anda…..!!!

Komentar Anda Akan Kami Muat di Metro Indonesia.














© 2010 Surat Kabar Metro Indonesia OnLIne. All Rights Reserved 

 

This free website was made using Yola.

No HTML skills required. Build your website in minutes.

Go to www.yola.com and sign up today!

Make a free website with Yola