BLM-PUAP Rp 9,1 Miliar Diduga Kuat Dana Disunat 




Kamil Kadis Pertanian



     Kerinci — Praduga telah selesainya pencairan dana Bantuan Lansung Masyarakat - Pengembangan Usaha Agribisnis Perdesaan (BLM- PUAP) untuk tahun anggaran 2009 hingga saat ini 2011 dianggap salah besar. Sampai saat ini BLM-PUAP TA. 2009 hasil pantauan dan pengakuan para ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) belum seluruhnya cair. PUAP TA.2009 dicairkan untuk 91 Gapoktan masing-masing mendapat kucuran senilai 100 juta rupiah total dari dana dekon ini 9,1 Milyar.

     BLM-PUAP TA.2010 senilai 5,8 milyar untuk 58 Gapoktan se-Kabupaten Kerinci sudah mulai dikucurkan. Belum selesai PUAP 2009, urusan PUAP 2010 sudah harus ditangani pihak Dinas Pertanian Kabupaten Kerinci dan Penyelia Mitra tani (PMT) sebagai pendamping BLM-PUAP yang kinerjanya digaji secara langsung oleh negara.

     Dugaan kuat Oknum Kadis pertanian secara konspiratif dengan PMT sunat dana ketika pencairan dana yang dibuat dengan sistem Tarmen. Tarmen awal diduga kuat sesuai pengakuan beberapa sumber Gapoktan Kabupaten Kerinci rata-rata 1,5 juta rupiah per Gapoktan melalui PMT, namun dugaan sunat dana itu jumlahnya beragam tergantung kesepakatan.

     Sementara PMT mengakui hal ini namun dengan dalih uang yang diterimanya itu adalah rasa terimakasih Gapoktan terhadap bantuan itu. Gapoktran katakan bahwa PMT meminta uang adalah suruhan Kadis dengan alasan uang rekomendasi pengambilan/Pencairan dana PUAP.

     Sistem tarmen dibuat dalam 3 periodik yaitu Tarmen awal 50%, 30% dan 20%. Alasan kadis pertanian kemetro indonesia adalah sistem tarmen dibuat untuk memudahkan evaluasi kinerja Gapoktan terhadap pelaksanaan PUAP. Namun kenyataan dilapangan sistem tarmen yang dilaksanakan menjadikan fenomena buat para gapoktan penerima. Gapoktan dan Poktan malah menjadi ribut terkait bantuan ini.

     Ada Gapoktan yang para anggotanya kelompok tani (Poktan) mengklaim ketuanya, dan bahkan menuding, dikemanakan uang senilai 100 juta itu, bahkan kalau cair 50 juta tarmen awal kenapa nilainya kurang 1,5 juta rupiah.

     Sistem tarmen yang dibuat ketika ditanyai Metro Indonesia ke Kabid Agribisnis Dinas Pertanian Kabupaten Kerinci, malah dia sama sekali kaget dan tidak mengetahui persoalan ini. Kabid ini yang juga berfungsi sebagai Sekretaris PUAP Kabupaten Kerinci katakan bahwa dirinya tidak tahu samasekali terkait pencairan dana menggunakan sistem tarmen.

     Baru-baru ini dikabarkan PMT PUAP 2009 berusaha ke para Gapoktan membuat sebuah surat pernyataan dengan isi, tidak benar menerima uang 1,5 juta rupiah. “100 juta dibagikan pada para Gapoktan dana itu pelaksanaannya akan sulit tercapai, apalagi sistem tarmen yang dibagi dalam 3 periodik,” ujar gapoktan.
Bayangkan 50 juta tarmen awal, jika dibagi keanggota kelompok tani, anggap saja masing-masing menerima 500 ribu (red 200,300, 400 ribu tergantung jumlah kelompok tani).

     Skala keberhasilan untuk tujuan PUAP juga dinilai gagal, karena tujuan gapoktan memberikan dana untuk bantuan permodalan usaha agribisnis pertanian untuk para petani miskin. Pemodalan itu bergulir antar kelompok tani, namun hasil temuan dilapangan kenyataannya lain. Mereka para petani penerima lebih banyak membagi sama rata untuk para anggotanya. Dibeberapa gapoktan juga ditemui adanya skala keberhasilan, namun pembagian itu nilainya sangat kecil karena pakai sistem tarmen itu.

     Sampai saat ini penerima dana BLM-PUAP TA.2009 Kabupaten Kerinci belum seluruhnya rampung, bahkan dikabarkan ada Gapoktan tidak mau menerima dana itu, karena takut bikin ribut.

     Disayangkan juga sesuai buku Pedoman Umum PUAP, camat, BPP, Kades harus dilibatkan terkait bantuan ini, namun tidak dilaksanakan pihak dinas. Hal ini diakui oleh beberapa Camat Kabupaten Kerinci ketika dikonfirmasikan. Terkait sunat dana oknum dinas dan PMT, diduga kuat juga ada oknum BPP mencari untung dalam hal ini, yaitu meminta uang kepada gapoktan untuk diri dengan berbagai alsan, ujar Gapoktan.

     Sisa Dana PUAP TA.2009 diduga sampai saat ini belum rampung, diharapkan kepihak berkompeten untuk dapat mempertanyakan sisa dana yang belum sampai ketangan para Gapoktan. (Jhoni/Yosep)

Kirim Komentar Anda…..!!!

Komentar Anda Akan Kami Muat di Metro Indonesia.

Back













 

© 2010 Surat Kabar Metro Indonesia OnLIne. All Rights Reserved


This free website was made using Yola.

No HTML skills required. Build your website in minutes.

Go to www.yola.com and sign up today!

Make a free website with Yola