Bongkar Pekerjaan CV Segaro Medan




 


     Mukomuko – Manusia mana yang tidak ingin duit, setan dan jin saja masih perlu duit, tidak terkecuali para pejabat yang sudah duduk enak alias 4 D (Datang-Duduk-Dapat-Duit). Kalau jin, setan dan manusia itu bisa bersatu, maka tidak tertutup kemungkinan setiap proyek yang dikerjakan akan amburadul. Karena manusia itu selalu mendengar suatu pesan yang tidak dapat dihindari, yakni “Ingat, dimanapun kita berada, setan itu pasti bersama kita.”

      Hal itu terlihat adanya proyek dari Kementerian Pekerjaan Umum Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Satker Balai Wilayah Sungai Sumatera VII, Operasional dan Pemeliharan Sumber Daya Air yang beralamat Jln. Prof. Hazairin SH, No. 901 Telp/Fak(0736)3459474 Provinsi Bengkulu, ditugaskan oleh pihak pemerintah Provinsi Bengkulu untuk mengelola proyek O & P Prasarana Pengendali Banjir Air Selagan yang terletak di Kabupaten Mukomuko.

     Lokasi proyeknya di Desa Pondok Batu Kecamatan Kota Mukomuko Dengan Nilai Kontrak Rp 1.127.185.000,- dan waktu pelaksanaan pekerjaan proyek dimulai pada Tanggal 04/03/2011 selesai pada tanggal 31/07/2011, Sumber Dana Berasal dari APBN Murni Tahun Anggaran 2011 yang mengerjakan proyek tersebut adalah CV. Segaro Medan dan konsultan Pengawas tidak tertulis di papan merek proyek, diduga konsultannya adalah Siluman Hantu alias Jin.

     Namun sangat disayangkan cara pelaksanaan pekerjaan yang dilakukan oleh CV. Segaro Medan diduga tidak sesuai dengan perencana awal dan juga tidak sesuai dengan gambar proyek yang sudah ada terpasang di Kantor Direksi Ket CV.Segaro Medan,coba bayangkan untuk pemasangan batu pondasi proyek pelapis tebing hanya dikerjakan dengan Cara pemasangan kosong karena batu Kali yang dipergunakan adalah Berdiameter  20-40 CM dan cukup besar-besar dan juga cara kerja dari CV. Segaro Medan sangat unik sekali seperti batu kali itu disusun-susun dan ditancap-tancapkan diatas tanah/tebing lalu diplaster dan tidak ada pengikat cor semen dari batu kebatu seperti pemasangan pembuatan pondasi yang lazimnya begitu juga dengan adukan semen diperkirakan satu banyak (Semen Satu Sak pasirnya tiga gerobak-red) dan membuat pekerjaan untuk pelapis tebing yang dibangun oleh CV.Segaro Medan diperkirakan tidak akan bertahan lama dan akan cepat  retak-retak.

     Selaku pengawas lapangan dari Dinas PU Propinsi Bengkulu Imanuel nampaknya Cuek saja dan mengamini tentang pekerjaan CV.Segaro Medan yang terkasan amburadul itu dan seakan–akan ia membiarkan saja sewaktu pihak pekerja melakukan pekerjan pelapis tebing itu dengan cara kerja membuat pemasangan kosong sedangkan Imanuel selaku pengawas ada dilokasi proyek sewaktu tukang bekerja,begitu juga dengan pengawas lapangan dari pihak CV. Segaro Medan Ujang tidak bisa menjawab ketika Tim Metro Indonesia mengatakan bahwa cara pelaksanan pekerjaan pemasangan pondasi pelapis tebing yang dikerjakan asal jadi itu dengan cara membuat pemasangan Kosong karena tidak ada pengikat semen yang diberikan dari batu kabatu dan cara kerja dari Kontraktor CV. Segaro Medan hanya batu kali yang besar-besar dan ditancap-tancapkan diatas tanah disepanjang tebing sesudah itu langsung diplaster sehingga kalau dilihat dari luar pekerjaan itu sangat bagus sekali kelihatannya namun didalamnya banyak lubang tikus yang tidak ada kekuatan sama sekali karena didalam nya keropos, keuntungan dari pemasangan kosong itu adalah untuk pengiritan matrial batu kali dan juga pengiritan Semen sehingga kontraktornya bisa mendapatkan untung besar dan ujang selaku pelaksana lapangan dari CV. Segaro Medan mengakui kepada Tim,Metro Indonesia bahwa dia sering kali menegur para pekerja jangan membuat pasangan kosong namun tidak pernah diindahkannya dan ujang juga menjelaskan bahwa selaku dirut dari CV. Segaro Medan adalah Chupran yang berdemosili di Bengkulu Dan PPTK proyek tersebut adalah Ibu Dewi yang bertugas Di Balai PU Provinsi Bengkulu dan panjangnya pekerjaan pelapis tebing yang dibuat asal jadi itu lebih kurang 700 meter,menyingkapi pekerjaan dari CV.Segaro Medan yang sangat amburadul masyarakat Desa Pondok Batu berharap agar pekerjaan CV.Segaro Medan yang membuat pengaman tebing agar dapat ditinjau ulang kembali oleh pihak yang berkompeten.

     Menindak lanjuti pekerjaan dari CV. Segaro Medan yang terkesan amburadul itu masyarakat Desa Pondok Batu Renjes mengatakan kepada Tim Metro Indonesia bahwa pekerjaan dari CV. Segaro Medan yang mengerjakan proyek pelapis tebing yang panjangnya lebih kurang 700 meter harus dibongkar ulang semuanya karena disinyalir pekerjaan Pelapis Tebing itu tidak sesuai dengan Sfeks yang ada didalam RAB karena untuk pekerjaan pemasangan batu untuk proyek Penahan tebing itu tidak sesuai dengan Gambar yang dibuat oleh Consultan dan seharusnya kalau untuk batu pasangan harus seperti membuat pondasi antara batu kebatu diberi semen dan bukan pasangan kosong seperti yang dikerjakan sekarang ini oleh CV. Segaro Medan yang kental dengan Nuansa KKN sesuai dengan Undang-undang KKN,pasal 2 ,No.31 Tahun 1999 jo.

     Undang-undang N0.20 Tahun 2001,Setiap orang melawan hukum dengan sengaja melakukan perbuatan memperkaya diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi yang dapat merugikan keuangan Negara atau perekonomian Negara,Kontraktor dari perusahaan CV Segaro Medan dapat dipidana dengan pidana penjara,namun Sejauh mana Tindakan Hukum Polda dan Kajati Provinsi Bengkulu untuk menyikapi pekerjaan CV. Segaro Medan yang mengerjakan proyek di Kabupaten Mukomuko yang terkesan asal jadi itu dan disinyalir fisik dari pekerjaan yang dikerjakan sangat buruk sekali dan Metro Indonesia akan menyikapi pekerjaan CV. Segaro Medan edisi mendatang lebih detail dan Akurat. (Alfian/Heri Masri Tanjung)


Kirim Komentar Anda...!!!

Komentar Anda Akan Kami Muat di Metro Indonesia.

















© 2010 Surat Kabar Metro Indonesia OnLIne. All Rights Reserved 

 

This free website was made using Yola.

No HTML skills required. Build your website in minutes.

Go to www.yola.com and sign up today!

Make a free website with Yola