Kader Terbaik Polisi Menjadi Korbannya
BPPKB tak Pernah Anarkis Menolak Keras Ahmadiyah

Sekjen DPP BPPKB Oyim Munandar menyerahkan SK DPC-BPPKB Cikarang kepada Ketua Sanen Awaluddin (memakai kacamata) dengan disaksikan Dewan Pembinan DPP-BPPKB H. Deny A.S. Permana, SH (tengah) dan Ketua BPPKB Kab. Bekasi, Badrun. (FOTO-FOTO: ILHAM)
CIKARANG, JABAR — Badan Pembinaan Potensi Keluarga Besar Banten (BPPKB) dalam menyikapi Ahmadiyah dengan secara tegas dan keras menolak adanya Ahmadiyah, karena organisasi itu sesat dan menyesatkan, ini dibuktikan setelah melihat ayat-ayat yang ada pada isi kitab Ahmadiyah menyimpang terhadap ajaran agama Islam.
Demikian pernyataan H. Deny A.S. Permana, SH selaku Dewan Pembina DPP-BPPKB saat memberikan sambutan pada acara Maulid Nabi Muhammad SAW 1432 H serta pemberian SK kepada Ketua DPC-BPPKB Cikarang Bekasi, Jawa Barat yakni Sanen Awaluddin di Kantor Desa Sukaresmi, Bekasi, Minggu kemarin, yang diserahkan langsung Sekretaris Jenderal DPP-BPPKB, Oyim Munandar.
“Namun kami tetap memberikan kesempatan kepada Pemerintah untuk sesegera mungkin menyelesaikan organisasi Ahmadiyah, BPPKB tidak pernah anarkis untuk menyikapi hal tersebut. Namun kami sangat berharap agar organisasi Ahmadiyah di Indonesia dibubarkan,” ujar H. Deny Permana yang akrab dipanggil Ayah itu.
Dalam sambutan yang tanpa teks itu, Ayah Deny mengatakan, bahwa kader-kader Polisi terbaik yang ada di Jawa Barat dicopot karena gara-gara adanya Ahmadiyah. “Kapolda dicopot, Kapolres dicopot, dan beberapa polisi lainnya juga menjadi korban, padahal pelakunya Ahmadiyah. Sudah diperingati masih juga melawan, Ahmadiyah itu sudah dinyatakan haram keberadaannya di Indonesia. Kalau dalam waktu dekat Pemerintah tak bisa, maka wajib hukumnya bagi Islam sendiri membasmi Ahmadiyah,” tegas Ayah Deny.
Untuk seluruh anggota BPPKB juga di imbau agar tidak melakukan anarkis dan terus melakukan koordinasi kerja sama dengan aparat hukum setempat, dimana kehadiran organisasi Ahmadiyah yang dinyatakan jelas sesat menyesatkan ummat telah melakukan adu domba antara ummat beragama juga dengan aparat keamanan, yang dalam hal ini adalah Kepolisian Republik Indonesia, tegas Pria yang begitu peduli dengan BPPKB itu.
“Islam sudah dirusak Ahmadiyah, jadi lama-lama ini Ahmadiyah mendorong untuk menumpas agama-agama lain dengan mengatas namakan Islam. Jadi orang Islam itu selalu difitnah, selalu jelek. Contohnya yang menjadi korban fitnahan ada dua kelompok, yakni masyarakat santri dan Polisi. Ini baru 2 kelompok, besok se Indonesia itu korban. Jadi sekali lagi ini perintah dari DPP untuk kader BPPPKB agar tidak anarkis menyikapinya, segera berkoordinasi atau bekerja sama dengan aparat bila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” papar Ayah Deny yang juga aktif dalam mengangkat harkat derajat dunia blantika musik dangdut Indonesia.
Dalam acara Maulid Nabi Muhammad SAW yang digelar DPC-BPPKB Cikarang itu dihadiri anggota BPPKB Kramat Jati dan Pasar Induk Jakarta, Thunder Community Cileungsi, Wakil Bupati Kabupaten Bekasi Darip Mulyana, Ketua BPPKB Kabupaten Bekasi Badrun, Kepolisian sektor Cikarang, Koramil Cikarang, Muspika Cikarang, kaum Ibu Majelis Ta’lim Desa Sukaresmi, dan para undangan lainnya.
Sedang selaku pengisi tausiyah adalah K.H. Tatang Tadjuddin, dalam ceramahnya mengatakan, bahwa harus kita tumpas habis oknum yang mengaku Nabi Terakhir sesudah Rasulullah Muhammad SAW. “Kita tidak ingin Agama Islam ini terus difitnah dan di adu domba, kita harus siap menumpas yang coba-coba meluluhlantakan agama mayoritas di Indonesia ini. Kalau ada yang mengobarkan agama sesat, jangan ragu untuk membabatnya,” ujar KH. Tatang Tadjuddin.
Semua Mendukung
Sementara itu Sanen Awaluddin Ketua DPC-BPPKB mengucapkan terima kasih atas semua pihak yang telah mendukung dalam acara Maulid Nabi Muhammad SAW.
“Rasa syukur dan terima kasih yang tak terhingga kepada semua pihak yang telah mendukung acara ini hingga tuntas, terutama Muspika Kecamatan Cikarang. Juga kepada Sekjen DPP-BPPKB Kang Oyim Munandar dan Dewan Pembina Ayah H. Deny AS. Permana serta semua yang hadir,” ujar Sanen Awaluddin. (Ilham A. Yani)
Kirim Komentar Anda…..!!!
© 2010 Surat Kabar Metro Indonesia OnLIne. All Rights Reserved