Ketua BPPKB Jaktim: Segera Bentuk Pengurus di PIKJ |

Ir. Dirman, Ketua DPC BPPKB Jak-Tim
Jakarta — Badan Pembinaan Potensi Keluarga Besar Banten (BPPKB) merupakan suatu wadah yang mengedepankan kesejahteraan masyarakat dan mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), tetapi kalau ada yang akan menjadi pengurus hanya berdasarkan aset bukan karena memajukan organisasi, lebih baik mundur.
Demikian dikemukakan Ir. Dirman selaku Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) BPPKB Jakarta Timur, saat diwawancara wartawan Metro Indonesia di rumahnya kawasan Industri Pulo Gadung, Jakarta, beberapa waktu lalu. “Organisasi ini kan mempunyai motto Berjuang dan Berakhlaqul Karimah, jadi kalau ada yang ingin menjadi pengurus di suatu daerah, cobalah lebih mengedepankan organisasi dan anggota bersatu dan berjuang untuk kebersamaan. Jangan karena ada aset langsung ingin berebutan untuk jadi pengurus, tetapi cobalah bersatu untuk menyamakan misi,” tegas Dirman.
Untuk itulah Ketua DPC BPPKB Jaktim mengharapkan kepada beberapa anggota yang ada di Pasar Induk Kramat Jati (PIKJ) Jakarta Timur untuk segera berbenah diri dan membentuk kepengurusan secepatnya, sehingga tidak terjadi hal-hal yang tidak di inginkan. “Memang sudah ada yang datang dengan membawa KPO (Komite Penyelamat Organisasi) dari Kang Darus dan kawan-kawan kepada saya, tentunya saya sangat mengharapkan kepada beberapa rekan yang ada di PIKJ untuk tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan untuk segera bersatu demi kepentingan kita bersama, khususnya warga Banten. Untuk sementara ini yang saya tahu untuk kepengurusan ketua dipegang mandat,” tegas Dirman.
Ketika diminta komentarnya tentang kesimpangsiuran kepengurusan BPPKB PIKJ, pria yang mendapat gelar insinyur pada tahun 1974 itu menjawab, hal itu sebenarnya bukan karena adanya beberapa anggota yang tidak ingin menjadi pengurus. “Harus dilihat dulu kriterianya, tetapi saya sangat tidak setuju kalau ada yang ingin menjadi pengurus hanya karena ada asetnya. Ini tidak benar,” papar Dirman.
Pria lulusan dari Institut Pertanian Bogor (IPB) itu lebih lanjut mengatakan, bahwa selama ini tidak pernah ada laporan tentang adanya aset yang ada di PIKJ. “Saya belum pernah menerima laporan tentang aset tersebut, bukan karena DPC atau saya minta bagian, jangan dikategorikan seperti itu. Dan itu salah besar kalau ingin menjadi pengurus karena ada asetnya,” Ir. Dirman menegaskan.
Sedang apa yang terjadi tentang kepengurusan sebelumnya, Ketua DPC BPPKB Jaktim itu mengatakan, masih pada taraf yang wajar. Karena itulah organisasi dan ini tergantung dari anggota yang ada di Pasar Induk. Kemudian ketika ditanya wartawan apabila ada orang yang memberikan ‘saweran’ (uang tip) di atas panggung hiburan musik, seperti yang pernah dilakukan H. Deny AS. Permana SH yang juga tokoh BPPKB, seharusnya anggota BPPKB jangan melihat atau sedikit mengharapkan untuk diberikan. Tetapi, justru kita harus tahu atau belajar kepada Ayah – panggilan akrab H. Deny Permana - bagaimana bisa punya uang banyak.
“Seharusnya kita tanya dong, bagaimana sih untuk bisa seperti Ayah Deny. Atau minta ilmunya untuk dapat atau punya banyak duit. Kalau hanya ingin diberikan saja, ini akan menjadi pembelajaran untuk jadi orang malas. Sehingga selalu dan ingin mengharapkan pemberian,” ujar Ir. Dirman yang pernah bertugas di Kotabumi, Lampung Utara pada tahun 1977 di bidang pertanian.
Ketua DPC BPPKB Jaktim itu mengimbau kepada anggota khususnya di Pasar Induk, untuk segera merapatkan barisan dan bersatu membentuk kepengurusan. Jangan sampai dengan belum adanya kepengurusan akan dimanfaatkan oleh orang lain, apalagi BPPKB PIKJ merupakan corong utama yang ada di DKI Jakarta pada umumnya.
“Pasar Induk Kramat Jati adalah tempatnya orang pedagang sayur mayur dan buah-buahan, kan pasti banyak orang Banten dan Jawa Barat. Jadi segeralah membenahi kepengurusan BPPKB, hindari segala masukan-masukan yang sifatnya memprovokasi untuk memecah belah persatuan dan kesatuan sesama kita,” tegas ayah dari empat orang anak ini.
Saat ditanya batasan akhir pembentukan kepengurusan BPPKB di PIKJ. Dirman mewacanakan hingga akhir tahun 2011. “Saya punya wacana untuk segera membentuk kepengurusan BPPKB Pasar Induk hingga akhir tahun ini, tetapi kalau ada tugas dari DPP untuk segera dipercepat pertengahan bulan Desember. Tentu saya akan memanggil beberapa anggota yang telah mengajukan KPO tadi,” tambah Ir. Dirman. (ilham)
Kirim Komentar Anda...!!!
© 2010 Surat Kabar Metro Indonesia OnLIne. All Rights Reserved