
Bupati Ridwan Suwidi Bapak Pembangunan Kabupaten Paser Tanah Grogot Kalimantan |

Ridwan Saidi
Bupati Kabupaten Paser Tanah Grogot
Paser, Kaltim — Pembangunan di berbagai sektor di Kabupaten Paser Tanah Grogot saat ini berkembang pesat dan daerah ini benar-benar berbenah ketertinggalan untuk mensejajarkan dengan daerah kabupaten lain di Kalimantan Timur. Selain pembangunan hotel, telaga ungu dan taman dengan rampungnya pembangunan embung muru di kecamatan kuaro yang selama ini di tunggu-tunggu masyarakat paser menjadi kebanggaan tersendiri.
Embung Muru nantinya sangat menunjang dalam kehidupan sehari-hari dan merupakan sarana vital akan pasokan air bersih, di samping turut mengairi irigasi ke sawah-sawah dan perkebunan yang konon mayoritas masyarakat paser adalah bercocok tanam sesuai dengan julukan bagi daerah ini sebagai lumbung padi Kalimantan Timur, Kecamatan Kuaro merupakan salah satu kecamatan yang mengalami perkembangan cukup pesat, letak wilayahnya yang strategis di persimpangan jalur lintas ke Kalimantan Selatan.
Seiring perkembangan zaman kecamatan kuaro mengalami peningkatan pertumbuhan penduduk dan dengan peningkatan laju pertumbuhan penduduk seperti itu maka pemerintah kabupaten Paser memerlukan konsep pengembangan potensi air domestik untuk mengimbanginya, yaitu dengan cara penyediaan sarana dan prasarana dasar termasuk penyediaan air bersih.
Sehingga pemerintah provinsi Kalimantan Timur melalui Dinas Pekerjaan Umum bidang sumber daya air membangun bendungan atau lebih lazimnya bagi masyarakat setempat disebut embung. Sebenarnya program ini sudah lama di gagas oleh Bupati Ridwan Suwidi yaitu, sejak menjabat Bupati periode pertama.
Yang konon seorang Bupati Ridwan Suwidi yang low profil dan selalu bersahaja serta ramah setiap melayani masyarakat baik siang maupun malam, kepribadian inilah yang menjadi perekat antara masyarakat paser dengan pemerintah setempat. Yang mana masyarakat paser selalu mengelu-elukan karisma dan wibawa seorang pemimpin di daerah kabupaten paser.
Embung Muru punya manfaat lain selain sarana pemasok air bersih, embung muru ini menjadi aset pariwisata, karena memberikan pemandangan dan nuansa alam yang begitu indah. Proyek multiyears ini mulai di garap pembangunannya pada tahun 2008 yang di kerjakan oleh PT. Wijaya Karya sampai tahun 2010 sebagai kontraktor pelaksana, kemudian sejak tahun 2010 proyek ini dilanjutkan oleh PT. Bima Hasta sampai tahun 2011.
Pembangunan Embung muru dengan tinggi 13,10 meter mempunyai kapasitas tampung 0,415 juta M3 sehingga mampu memproduksi air bersih 10 liter/detik yang dari sebelumnya hanya menghasilkan 2,5 liter/detik. Pekerjaan proyek ini menghabiskan dana APBD sebesar Rp 36,7 milyar dan diresmikan oleh gubernur Kalimantan Timur Awang Faroek Ishak pada pertengahan bulan januari 2012 lalu. Dengan selesainya pembangunan embung muru ini telah melengkapi program pembangunan pemerintah kabupaten paser. dan tak salah kalau masyarakat paser menjuluki Bupati Ridwan Suwidi sebagai bapak pembangunan Paser Tanah Grogot. (Zaenal/AR)
Kirim Komentar Anda...!!!
© 2010 Surat Kabar Metro Indonesia OnLIne. All Rights Reserved