Bunda Hj. Nurhayati: Perkuat Persatuan dari Silaturrahmi 

  Bupati Tanggamus Hadiri Majelis Ta’lim Baiturrahman




 Bunda DR. Hj. Nurhayati Annisya Permana (kanan) bersama Bupati Kabupaten Tanggamus, H. Bambang Kurniawan ST dan istrinya Hj. Dewi Handajani yang juga selaku Ketua TP-PKK Kabupaten Tanggamus.



     TANGGAMUS, LAMPUNG – Silaturrahmi merupakan pertemuan yang memang sangat diinginkan bagi sekelompok orang, juga ada yang menyatakan bahwa silaturrahmi bisa memperpanjang usia. Tetapi silaturrahmi yang sangat bijaksana adalah melalui pengajian atau Majelis Ta’lim, dari satu iman, satu jalan, satu arah dan satu tujuan.

     Pertumbuhan pengajian bagi ummat muslim memang tumbuh bak jamur di musim hujan, akan tetapi jangan pula dikategorikan pengajian sebagai ajang silaturrahmi yang mengarah negatif. Tentunya ini sangat baik bila pengajian dalam silaturrahmi merupakan pertemuan yang memang menyatukan ummat muslim dan sebagai symbol sikap persatuan dan kesatuan ummat.

    Demikian dikemukakan DR. Hj. Nurhayati Annisya Permana dalam sambutannya didepan majelis ta’lim ibu-ibu di Masjid Baiturrahman, Dusun Karanganyar, Pekon Wayhalom, Kecamatan Gunungalip, Kabupaten Tanggamus, Provinsi Lampung, beberapa waktu lalu.

     “Dengan keberadaan majelis ini, tentunya akan lebih bermanfaat bagi kaum wanita muslim untuk mengisi waktu senggang dengan diisi kegiatan keagamaan. Yang terpenting, menghindari dosa. Karena dominan, bila kaum ibu sudah ngumpul, tak ayal hanya membicarakan orang lain,” ujar Hj. Nurhayati yang akrab dipanggil Bunda itu juga selaku Pimpinan Paramida Manajemen.

     Pengajian rutin tersebut dihadiri Bupati Tanggamus H. Bambang Kurniawan ST beserta istrinya Hj. Dewi Handajani yang juga selaku Ketua TP-PKK Kabupaten Tanggamus, Muspika Kecamatan Gunungalip, anggota Badan Pembinaan Potensi Keluarga Besar Banten (BPPKB) yang mengawal Bunda, panggilan akrab Hj. Nurhayati Annisya Permana, ibu-ibu pengajian Masjid Baiturrahman, serta seluruh pejabat birokrasi setempat.

     Bunda Nurhayati mengatakan, apa yang menjadi ciri khas dari pengajian maupun silaturrahmi itu, yakni saling berbagi rasa, tempat curhatan hati, sekaligus diantara ummat bisa memberi dan menerima sesuatu yang sangat bernilai. Juga mengingatkan pada diri masing-masing, agar dalam menjalankan kehidupan ini harus di imbangi dengan ibadah.

     “Mari kita pupuk rasa kebersamaan ini, kita harus syukuri. Apalagi ditambah dengan hal-hal lainnya yang sangat bermanfaat dalam pengajian ini, tentunya salah satu rasa syukur kita kepada Allah Swt antara lain dengan pengajian dan silaturrahmi,” tambah Bunda yang selalu murah senyum itu.

     Selain itu, kata Bunda yang juga selaku tokoh wanita BPPKB Banten-Lampung itu mengatakan, bahwa Bupati Tanggamus terus berjuang keras dengan program yang mengarah kesejahteraan masyarakatnya. Dalam pembangunan di Kabupaten Tanggamus perlu adanya dukungan dari berbagai pihak, agar Bupati H. Bambang bisa memberikan yang terbaik kepada kita semua.

     “Namun saya juga mengimbau pada Bupati, sebagai aspirasi yang sangat dibutuhkan warga Tanggamus adalah di bidang infrastruktur dan penerangan. Bisa dibayangkan, kalau jalan-jalan di beberapa Kecamatan masih belum direalisasikan. Sehingga perekonomian masyarakat sedikit terhambat,” imbau Bunda.
Bunda Nurhayati juga berpesan, bahwa dengan adanya pengajian rutin yang saat ini dihadiri langsung Bupati dan Ketua TP-PKK Kabupaten Tanggamus, rasa keinginan kita bersama langsung didengar oleh Kepala Daerah.

     “Tetapi jangan hanya menerima keluhan dan terus saja tidak menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten. Harus direalisasikan, sehingga rasa keamanan, ketertiban, persatuan dan kesatuan masyarakat Tanggamus akan dirasakan,” tambah wanita yang lahir bertepatan dengan Proklamasi RI 17 Agustus itu.

Kekuatan Mental
     Sementara Bupati Tanggamus H. Bambang Kurniawan ST mengatakan, bahwa dengan melalui kegiatan pengajian ini, banyak keuntungan yang pasti didapat. Minimal diantaranya dapat bersilaturrahmi secara langsung, dengan makna yang luas. “Dalam hal ini, kita tidak hanya membatasinya dengan sekedar saling bersalaman atau permohonan maaf. Tetapi menyangkut kekuatan mental dan kemampuan yang tinggi dari hati manusia, untuk menyambung kasih sayang,” ujar Bupati Bambang Kurniawan.

     Apalagi sejalan dinamika perkembangan masyarakat adat di Kabupaten Tanggamus, bahwa ada 6 marga yang ada di Kabupaten Tanggamus, yakni Marga Gunung Alip (Talang Padang), Marga Benawang, Marga Belunguh, Marga Pematang Sawa, Marga Ngarip, Marga Negara Batin.

     Dari hikmah pengajian tersebut kata Bupati, alangkah indahnya kehidupan masyarakat daerah, bila dibangun dalam sendi-sendi silaturrahmi yang sesungguhnya. Dengan menjalin rasa tidak ada saling benci, saling curiga, dan saling mencari kesalahan orang lain. Karena dengan kekuatan inilah, maka diyakinkan Kabupaten Tanggamus dapat jauh lebih maju.

     “Dengan memupuk rasa tali silaturrahmi, kita dapat lebih memiliki kekuatan hati dan dengan pengajian ini, sangat berguna untuk memperdalam ilmu guna meningkatkan keimanan dan ketaqwaan,” tambah Bambang. (Budi/Editor Ilham Yani) 


Kirim Komentar Anda…..!!!

Komentar Anda Akan Kami Muat di Metro Indonesia.
















© 2010 Surat Kabar Metro Indonesia OnLIne. All Rights Reserved  


This free website was made using Yola.

No HTML skills required. Build your website in minutes.

Go to www.yola.com and sign up today!

Make a free website with Yola