CV Segaro Medan Pekerjaannya Hanya ‘Semau Gue’

 Imanuel, Pengawas PU Provinsi Bengkulu Diduga Terima Suap Rp 1 Miliar Lebih

 


Pekerjaan demi kepentingan rakyat, ternyata tidak terealisasi karena dananya untuk oknum pejabat PU. Prov. Bengkulu. 



     BENGKULU — Kementerian  Pekerjaan Umum Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Satker Balai Wilayah Sungai Sumatera VII, Operasional dan Pemeliharan Sumber Daya Air  yang beralamat Jln. Prof. Hazairin SH, No. 901 Telp/Fak (0736) 3459474 Provinsi Bengkulu, ditugaskan oleh pihak pemerintah Provinsi Bengkulu untuk mengelola proyek O & P Prasarana Pengendali Banjir Air Selagan yang terletak di Kabupaten Mukomuko, yang Lokasi proyeknya di-Desa Pondok Batu Kecamatan Kota Mukomuko Dengan Nilai Kontrak Rp 1.127.185.000,- dan waktu pelaksanaan pekerjaan proyek dimulai pada Tanggal 04/03/2011 selesai pada tanggal 31/07/2011.

     Sumber Dana Berasal dari APBN Murni Tahun Anggaran 2011 yang menegerjakan proyek tersebut adalah CV.Segaro Medan dan consultan Pengawas tidak tertulis dipapan merek proyek diduga Consultannya adalah siluman Hantu alias Jin.

     Namun sangat disayangkan cara pelaksanaan pekerjaan yang dilakukan oleh CV. Segaro Medan diduga tidak sesuai dengan Sfeks yang ada didalam RAB, karena untuk pemasangan batu pondasi pelapis tebing dikerjakan dengan Cara pemasangan kosong karena batu Kali Berdiameter 60-80 CM dan cukup besar-besar batu kali yang dipergunakan dan cara pemasangan batu kali itu disusun-susun dan ditancap-tancapkan diatas tanah/tebing lalu diplaster dan tidak ada pengikat antara batu kebatu seperti pemasangan pembuatan pondasi yang lazimnya begitu juga dengan adukan semen diperkirakan satu banyak Semen Satu Sak pasirnya tiga gerobak membuat pekerjaan untuk pelapis tebing yang dibangun oleh CV. Segaro Medan diperkirakan tidak akan bertahan lama.

     Selaku pengawas lapangan dari Dinas PU Propinsi Bengkulu Imanuel cuek saja melihat pekerjaan CV. Segaro Medan yang terkasan asal jadi seakan–akan ia membiarkan pihak pekerja melakukan pembuatan pekerjaan pelapis tebing itu dengan cara pemasangan kosong.

     Sedangkan Imanuel selaku pengawas ada dilokasi proyek sewaktu tukang bekerja, begitu juga dengan pengawas lapangan dari pihak CV. Segaro Medan Ujang tidak bisa menjawab ketika Metro Indonesia mengatakan bahwa cara pelaksanan pekerjaan pemasangan pondasi pelapis tebing yang dikerjakan nampaknya dilakukan adalah pemasangan Kosong karena tidak ada pengikat yang diberikan dari batu kabatu hanya batu ditancap-tancapkan sesudah itu langsung diplaster.

     Keuntungan dari pemasangan kosong adalah pengiritan matrial batu kali dan juga pengiritan Semen sehingga kontraktornya bisa mendapatkan untung besar dan ujang mengatakan kepada Metro Indonesia bahwa proyek ini Dirutnya adalah Cupran yang berdemosili di Bengkulu dan selaku PPTK proyek adalah Ibu Dewi yang bertugas di Balai PU Provinsi Bengkulu.

     Menindak lanjuti pekerjaan dari CV. Segaro Medan yang terkesan amburadul kental dengan Nuansa KKN sesuai dengan Undang-undang KKN, pasal 2 ,No.31 Tahun 1999 jo.Undang-undang N0.20 Tahun 2001, Setiap orang melawan hukum dengan sengaja melakukan perbuatan memperkaya diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi yang dapat merugikan keuangan Negara atau perekonomian Negara, Kontraktor dari perusahan CV Segaro Medan dapat di pidana dengan pidana penjara.

     Hingga kini tindakan Hukum Polda Bengkulu dan Kajati untuk menyikapi pekerjaan CV. Segaro Medan yang mengerjakan proyek di Kabupaten Mukomuko yang terkesan asal jadi itu dan disinyalir fisik dari pekerjaan yang dikerjakan sangat buruk sekali dan Metro Indonesia akan menyikapi pekerjaan CV. Segaro Medan edisi mendatang lebih detail dan Akurat. (Alfian)


Kirim Komentar Anda…..!!!

Komentar Anda Akan Kami Muat di Metro Indonesia.















  © 2010 Surat Kabar Metro Indonesia OnLIne. All Rights Reserved 

This free website was made using Yola.

No HTML skills required. Build your website in minutes.

Go to www.yola.com and sign up today!

Make a free website with Yola