
Tidak Ada Korupsi di Damri Batam |
Batam, KEPRI — Kepala Unit Angkutan Damri Kota Batam H. Mitra Sukita mengatakan, tidak ada dan tidak benar adanya korupsi di tubuh Damri Batam. “Semua itu tidak benar, itu hanya isu dan kabar burung belaka,” ujar Mitra kepada Pariadi dari Metro Indonesia. Ia menyayangkan adanya isu tersebut,karna selama ini,baik-baik saja, dan seperti terlihat sekarang ini, angkutan semua berjalan normal dan tidak ada masalah apa-apa. “Isu itu segaja dihembus oleh orang yang tidak senang aja,” terang Mitra di ruang Kerjanya belum lama ini di kawasan pool Damri Tanjung Uncang Batam.
Malahan penerimaan untuk kas daerah Kota Batam selalu over target.Misalnya pada tahun 2008, ditargetkan oleh pemerintah PAD (Penghasilan Asli Daerah) Batam sebesar 1.070 M Rupiah, namun pihak kami mampu menyetor sebesar 1.387 M Rupiah. Kemudian kata Mitra, pada tahun 2009 ditargetkan 1.300 M Rupiah, namun kami dapat menyetor 1.374 M Rupiah. “Pada tahun 2010 kami berhasil sesuai target dan jadwal. Jelas sekali isu itu hanya isapan jempol belaka,” ungkap Mitra.
Lebih jauh ujar Mitra mengatakan, bahwa tahun 2011 ini, kami juga sudah ditargetkan sebesar 1.4 M, dan mudah mudahan Kami bisa seperti tahun tahun sebelumnya,ujar pria asal Bandung ini. Saat ini kata pria yang sudah mengabdi selama 30 tahun di Damri ini, 22 Busway kapasitas 21 seat, jurusan Batam Centre Sekupang 12 unit, 8 unit jurusan Batu Aji ke Batam Centre, dan I unit cadangan. Jurusan Jodoh Sembulang 2 unit 27 seat. Dan untuk angkutan sekolah (free of charge) 4 unit, dengan jurusan tembesi kampong Baru Galang. Kemudian, angkutan bandara 5 unit, namun yang dioperasikan 4 unit dan 1 cadangan.
“Namun tahun ini diharapkan pemerintah mau menambah 3 unit lagi angkutan sekolah, guna membantu tranportasi anak sekolah,” ujar Mitra kelahiran 1957 ini. Ketika ditanya lebih jauh, berapa gaji supir. Mitra mengatakan, bahwa gaji supir rata-rata 1.5 juta per bulan. Tapi semua supir dan karyawan Damri dilindungi asuransi, juga menyebutkan, pihaknya sangat memerlukan subsidi pemerintah agar kegiatan operasional Damri Batam dapat berjalan lancar,
“Kami masih memerlukan subsidi pada tahun 2011ini,sebesar 3.510 M Rupiah sama seperti subsidi tahun 2010. Mudah-mudahan bisa tercapai, agar kegiatan rutin ini dapat berjalan dengan lancar,” ungkap pria yang sudah punya cucu 5 orang dan mengaku akan pensiun dua tahun mendatang.
Pantauan media di lapangan, sejak kegiatan Damri di Batam, kebutuhan transportasi masyarakat kecil sangat terbantu. Bermula ketika program angkutan ini ketika Kepala Dinas Perhubungan Batam dijabat H. Yusron Roni ATD SE, yang kini jadi staff ahli Walikota Batam. Selain tarifnya murah dibandingkan angkutan modern seperti taxi, angkutan pelayanan Damri jelas-jelas membantu masyarakat, baik pelajar, pedangang kecil, maupun kaum pengangguran yang masih mencari kerja.
Sebagai perusahaan angkutan tertua di Indonesia, pelayanan Damri khususnya di Batam dapat diakui sebagai pelayanan yang sangat memperdulikan rakyat dan sangat menyentuh. (Pariadi)
Kirim Komentar Anda...!!!
© 2010 Surat Kabar Metro Indonesia OnLIne. All Rights Reserved