DPRD Bungo Gempar Anggota Dewan Cemas



     MUARABUNGO - PNS yang bekerja di gedung DPRD Bungo digemparkan oleh sebuah paket yang diduga bom. Paket tersebut dikirimkan seseorang yang tidak dikenal dan mendadak pergi tanpa meninggalkan keterangan yang jelas, Senin (9/5) lalu, pukul 11.00. Paket tersebut awalnya diterima Silvi (20), honorer di DPRD Bungo. Lalu, Silvi menyerahkan kepada temannya, Novi (24), yang juga honorer DPRD untuk disimpan.
     Dugaan paket tersebut berisi bom mencuat karena ketidakjelasan orang yang dituju sebagai penerima paket tersebut. Dalam paket tertulis penerima adalah Syaiful dan Surip Harianto dengan alamat Kantor DPRD Kabupaten Bungo, Jambi. Dalam paket juga dicantumkan nama pengirim serta nomor telepon, tapi tidak diketahui nomor telepon siapa.
     Novi yang menerima paket saat dititipkan oleh Silvi, merasa curiga karena nomor telepon yang tertulis di paket tidak sesuai dengan nomor telepon Syaiful, anggota DRPD Bungo yang saat itu berangkat kunjungan kerja (kunker) ke Jakarta. “Saya berpikiran paketnya untuk Acik Bilal (sapaan akrab Syaiful, Red), tapi saat saya cocokkan nomornya tidak sama. Begitu juga nomor telepon yang ada tidak sesuai dengan nomor telepon Pak Surip,” ungkap Novi.

     Karena ragu, Novi pun kembali menghubungi Syaiful yang merupakan Ketua Partai Demokrat itu untuk memastikan apakah dirinya memang benar menunggu sebuah paket kiriman dari kerabat atau keluarga. Namun Syaiful menyangkalnya dan menyuruh Novi menyimpan paket tersebut di kantor DPRD. Dia juga melarang Novi mengantar ke rumah dan memberitahukan kepada keluarganya.

     Syaiful yang mau berangkat ke Surabaya mengaku cemas dengan berita pengiriman paket tersebut. Dia sempat termenung di bandara. Karena ragu dan kawatir, Syaiful yang merupakan anggota komisi I memilih untuk kembali ke Bungo untuk memastikan paket tersebut. Dia tiba di Bungo, kemarin (10/5), sekitar pukul 15.00. “Saya cemas dan kawatir, makanya saya kejar ke sini (Bungo). Saya takut keluarga saya juga jadi sasaran,” katanya.

     Setibanya di Bungo, Syaiful langsung menuju kantor DPRD untuk memastikan paket tersebut. Dia makin kawatir, karena paket tersebut bukan untuk dirinya. Dia pun memanggil pihak kepolisian untuk melakukan pengecekan terhadap paket tersebut.

     Mendapat laporan dari Syaiful, anggota Polres Bungo meluncur ke tempat kejadian perkara (TKP). Polisi langsung membentangkan police line (garis polisi) di tempat paket tersebut, dan melarang orang yang di TKP mendekat dan menyentuh paket tersebut. “Dilarang mendekat, jangan dipegang,” tulis anggota polisi.

     Suasana kembali tegang ketika alat metal detektor berbunyi saat dicek oleh polisi. Akan tetapi sambil menunggu tim (penjinak bom) dari Polda Jambi, pihak kepolisian menyuruh Syaiful menghubungi Surip yang juga anggota DPRD Kabupaten Bungo untuk meperjelas paket tersebut. Sebab pada paket itu, nama Surip juga ikut dicantumkan. “Coba bapak konfirmasi dengan Pak Surip. Kalau bisa Pak Surip dibawa ke sini saja,” saran Kabag Ops Polres Bungo Kompol Arief kepada Syaiful.

     Tak beberapa lama, Surip tiba di Kantor DPRD Kabupaten Bungo. Dia membenarkan diberikan titipan berupa paket obat yang akan diberikan kepada Syaiful, temannya. “Ketika Syaiful telepon saya, katanya mau numpang alamat kantor ini (DPRD Bungo) untuk menerima paket obat dari Jakarta, biar gampang,” jelas Surip.

     Merasa tidak puas, tim pun kembali mencocokkan nomor telepon yang ada pada paket tersebut. Hasilnya memang benar nomor telepon yang dicantumkan tersebut adalah nomor telepon Syaiful, temannya Surip yang juga kader dari salah satu partai di Kabupaten Bungo. “Iya benar, itu nomor Syaiful, teman saya yang ada di Tanah Tumbuh,” ujarnya.

     Waka Polres Bungo Kompol Rali Muskita yang dikonfirmasi di lokasi, membenarkan paket tersebut adalah obat yang akan diberikan kepada teman Surip. Dia mengaku sudah berkordinasi dengan tim Jibom dari Polda Jambi untuk kembali lagi ke marakas mereka. “Ternyata bukan bom, tapi paket obat. Makanya tim jibom sudah kita konfirmasi melalui kapolres,” katanya. (Tim)

Kirim Komentar Anda...!!!

Komentar Anda Akan Kami Muat di Metro Indonesia.

















© 2010 Surat Kabar Metro Indonesia OnLIne. All Rights Reserved

 

This free website was made using Yola.

No HTML skills required. Build your website in minutes.

Go to www.yola.com and sign up today!

Make a free website with Yola