H. Achmat Ismail Rawi

Anggota DPRD DKI Jakarta Air Sejuk Rakyat Indonesia

Nampak H. Achmat Ismail Rawi (sebelah kanan memakai kacamata) saat menghadiri tabligh akbar dengan thema ‘Kita Kembangkan Generasi yang Cerdas dan Tingkatkan Ukhuwah Islamiyah” bersama masyarakat Kelurahan Koja, Jakarta Utara, beberapa waktu lalu. (Foto : Iman SP. Noya) 

Anak adalah bagian kehidupan untuk masa datang, jadi perlu mendapat perhatian yang baik. Yayasan Cahaya Islam memberikan bantuan kepada anak-anak yang membutuhkannya. (Foto : Iman SP. Noya) 

     JAKARTA — Menjadi wakil rakyat atau anggota dewan, baik itu di DPR pusat maupun daerah, memang merupakan beban berat, karena sebagai wakil rakyat adalah suatu amanah yang harus dipertanggung jawabkan dihadapan Tuhan Yang Maha Kuasa. Bekerja adalah ibadah, sehingga dalam menjalankan sebagai wakil rakyat, bekerja untuk mengarah kesejahteraan yang telah mempercayakan anggota dewan. 

     Demikian dikemukakan H. Achmat Ismail Rawi, anggota Komisi C Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta dari Fraksi Partai Golongan Karya saat wawancara khusus dengan Metro Indonesia, di rumahnya kawasan Koja, Jakarta Utara. Bahkan salah seorang nara sumber dari masyarakat mengungkapkan, bahwa H. A. Ismail merupakan seorang anggota dewan di ibaratkan sebagai air yang sejuk bagi rakyat. “Sesuai dengan singkatan namanya Achmat Ismail Rawi sama dengan AIR, secara global dengan kategori air pasti nyaman, adem, segar, dan bersih,” ujar sumber tadi kepada wartawan Metro Indonesia yang tidak mau disebutkan namanya.

     Akan tetapi harus juga di ingat, tegas sumber tadi, air bisa juga mematikan. Artinya, bisa kita lihat seberapa kuatnya karang tetap bisa hancur diterjang air. “Kalau semua atau sebagian anggota Dewan atau wakil rakyat seperti H. Achmat Ismail Rawi ini, tentu kesejahteraan masyarakat lebih terwujud,” paparnya.
Sumber yang juga merupakan tokoh dari insan pers itu menambahkan, H. A. Ismail bisa dijadikan contoh tauladan yang baik bagi anak bangsa yang menuju Indonesia makmur dan sejahtera. Sehingga kalau ada yang seperti itu, minimal 60 persennya wakil rakyat, maka tidak tertutup kemungkinan, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) akan bersih dari sepak terjang KKN (Korupsi, Kolusi, Nepotisme).

     Secara luas, H.A. Ismail membeberkan setelah menjadi anggota DPRD DKI Jakarta. Inilah petikan hasil wawancara bersama Pemimpin Redaksi Metro Indonesia, Beni Iskandar Sh, Lastri, Sitti Mahawah dan Iman SP. Noya (fotografer) dengan H.A. Ismail Rawi.
Metro Indonesia (MI) : Banyak anggota dewan yang jauh keluar dari komitmen di saat kampanye, apalagi keluar janji-janji, apabila saya.. apabila saya.. dan lain sebagainya. Bagaimana dengan Abang Ismail?
Achmat Ismail Rawi (AIR) : Pada saat kampanye sampai sekarang kalau memang saya dipercaya untuk menjadi anggota Dewan, karena ini komitmen saya, yakni ibadah. Jadi saya gak tau berapa gaji saya, karena gaji saya langsung ke yayasan yang kemudian disalurkan untuk masyarakat. Seperti ke masjid, bantuan kepada rakyat jelata, dan lain sebagainya yang benar-benar merupakan hak masyarakat.
MI : Maksudnya ibadah?
AIR : Saya menjadi anggota dewan hanya untuk ibadah, karena anggota dewan digaji oleh rakyat, jadi saya kembalikan lagi ke rakyat. Jadi jangan mencari uang kalau ingin menjadi anggota dewan, kalau cari uang dagang saja. Justru dengan begitu, orientasinya menjadi anggota dewan baik itu di DPR Pusat, DPRD dan lembaga pemerintahan lainnya dengan mengharapkan dapat uang menjadi bumerang kepada dirinya sendiri sehingga akan dimanfaatkan oleh orang-orang yang berkepentingan.
MI : Bumerang, bagaimana selain dagang?
AIR : Kalau ingin ibadah jangan tanggung-tanggung, nach.. boleh dah untuk menjadi anggota dewan. Sedang untuk mencari uang, selain dagang juga kan bisa mempunyai keahlian sendiri yang bisa menghasilkan. Di mana menjadi wakil rakyat kan ibadah dan merupakan amanah yang harus dipertanggung jawabkan di hadapan Allah Swt.
MI : Yang seperti anggota dewan dalam ibadah itu?
AIR : Yang dimaksudkan ibadah seorang anggota dewan adalah, dikala berkampanye telah mengeluarkan anggaran, tenaga dan pikiran. Tetapi pas tidak jadi anggota dewan, dia tidak stress. Bisa dilihat di beberapa media, sebagian anggota dewan yang stress, bunuh diri, gila, dan lain sebagainya. Ada lagi yang parah, seperti di Bogor, anggota dewan yang tidak lolos, minta sumbangannya dikembalikan. Bagaimana mungkin bisa dipulangkan, karena dia menyumbang jalanan aspal.
MI : Waktu Pemilu 2009, Abang di nomor urut berapa?
AIR : Saya caleg nomor urut terakhir yakni 19 dari Partai Golongan Karya (Golkar), secara logika dalam hitungan-hitungan tidak akan lolos untuk masuk menjadi anggota dewan. Apalagi waktu itu saya tidak jual apa-apa untuk modal semua itu, beberapa orang yang sumbangsih.
MI : Abang tau gaji anggota DPR?
AIR : Saya tidak tah menahu soal gaji, juga apakah ditransfer atau tidak saya juga nggak tau. Semua sudah langsung ditangani Yayasan Cahaya Islam. Dibayar tidak dibayar gaji saya itu, Allah tidak mengurangi rezeki itu, nggak bakalan ketukar.
MI : Yang disalurkan yayasan itu kemana?
AIR : Sesuai janji Allah Subhana wata’ala, kita beramal apalagi disalurkan untuk kepentingan masjid, Alhamdulillah saya tidak jatuh miskin. Karena dari usaha saya aja, sudah bersyukur dengan apa yang saya terima, bahkan kadang lebih dari gaji anggota dewan. Untuk itulah saya sesuai dengan kemampuan, membangun masjid setahun minimal rata-rata 6 bangunan di seluruh Indonesia selain memberikan santunan kepada anak yatim piatu dan kaum dhu’afa. Dengan harapan saya dan keluarga besar saya, kalau kita bisa membangun rumah Allah, pasti Allah membuatkan rumah buat kita di akhirat nanti.
MI : Apa harapan Abang ke depan nanti untuk Indonesia pada umumnya?
AIR : Harus menjadi orang yang selalu berbuat amanah dan beribadah demi kepentingan orang banyak. Apalagi kalau kita diberikan kepercayaan orang banyak, berbuatlah kebajikan dengan kebijakan-kebijakan yang mengarah kesejahteraan masyarakat. Toh, kita hidup di dunia hanya sementara, jadi pergunakan sebaik-baik mungkin, tidak hanya kepada diri kita sendiri, keluarga tetapi orang yang ada di lingkungan sekitar kita dan yang mempercayakan kita. ***

(Tim Metro Indonesia)

Kirim Komentar Anda...!!!!

Komentar Anda Akan Kami Muat di Metro Indonesia.













© 2010 Surat Kabar Metro Indonesia OnLIne. All Rights Reserved

 

This free website was made using Yola.

No HTML skills required. Build your website in minutes.

Go to www.yola.com and sign up today!

Make a free website with Yola