Perikanan Dominasi Ekspor Sulawesi Utara


    Manado — Selang tiga ta-hun terakhir, negara Uni Eropa (UE) yakni Jerman menjadi nomor satu tujuan ekspor ikan yang berasal dari Sulawesi Utara (Sulut). Hal itu disampaikan Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Sulut Ir. H.T.R. Korah.

    Menurutnya, eksport ikan ini selain Jerman ada 45 negara lain yang menjadi tujuan pengiriman ikan dari Sulut. Dimana jumlah yang dikirim ke Jerman sendiri yakni 6.310,06 ton per-tahunnya dengan nilai USD15.843.157,555, kemudian diikuti oleh Jepang dengan volume 5.700,83 ton dan diperingkat ketiga yakni Amerika Serikat (AS) dengan volume 2.240,13 ton pertahun. “Ikan yang dikirim paling banyak dalam bentuk ikan kaleng, ikan tuna dan ikan cakalang. Ada juga ikan kayu khusus untuk Jepang,” kata Korah.

    Ia menambahkan, pihak-nya juga kedepan akan te-rus meningkatkan ekspor ikan dari Sulut ke semua negara yang ada, untuk meningkatkan jumlah tenaga kerja di Sulut.

    Disisi lain, untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat nelayan di pulau-pulau terluar dan pesisir, DKP Sulut akan lebih memaksi-malkan program-program pembinaan bagi nelayan maupun pemberian paket-paket perikanan. Disisi lain, Gubernur Sulut  Sinyo Harry Sarundajang telah mengeluarkan surat edaran bagi kabupaten/kota di Sulut untuk membebaskan retribusi bagi kapal-kapal perikanan yang berukuran dibawa 10 gross ton (gt).
Terkait kebijakan ini, Korah menyebutkan baru Pemkot Bitung dan Pemkab Minut yang ikut menjalankan dan pihak DKP menunggu keputusan dari 11 daerah lainnya diluar Kota Tomohon dan Kotamobagu yang tidak memiliki wilayah pantai.

    “Karena kapal kecil ini le-bih banyak dimiliki saudara-saudara kita yang ada di-pesisir pantai. Sayangkan, kalau kita memberikan kepada mereka paket bantuan tapi pelaksanaanya kita juga yang menarik retribusi dari mereka. Ini namanya tidak tulus memberi bantuan. Olehnya gubernur meminta kab/kota tolong membebaskan kapal-kapal kecil ini dari retribusi. Tapi ini tergantung daerah sendiri,” kata Korah. (Jein)

Kirim Komentar Anda...!!

Komentar Anda Akan Kami Muat di Metro Indonesia.













© 2010 Surat Kabar Metro Indonesia OnLIne. All Rights Reserved

This free website was made using Yola.

No HTML skills required. Build your website in minutes.

Go to www.yola.com and sign up today!

Make a free website with Yola