Manado — Oleh kerena tidak mengatahui siapakah yang datang berkunjung ke Fabrik FO Manado sehingga terjadi salah pengertian antara seorang karyawan fabrik yang berinsial “Jeh” dengan Dan Ramil Manado Tengah.
Saat wartawan Media Metro Indonesia datang berkunjung untuk mewancarai kepada Dan Ramil Kapten TNI AD Jemmy Lotulung tentang duduk persoalannya yang terjadi sebenarnya, itu katanya hanya salah pengertian sebab karyawan tersebut terlalu kasar serta kurang bersopan santun dalam bertutur kata serta bicaranya, di mana yang bersangkutan tidak dapat membedahkan dengan siapa dia berhadapan dan berbicara itu persoalannya.
Dan tujuan dari kedatangan Dan Ramil di lokasi itu hanya ingin mau bertemu dengan temannya sesama anggota yang kebutulan berada didekat fabrik FO tersebut, guna untuk menanyakan tentang titipan pesan sudah sampai dimana prosesnya.
Selain itu Dan Ramil Kapten TNI AD Jemmy Lutulong menjelaskan bahwa kejadian yang terjadi itu tidak ada kiatannya serta sangkut paut dengan pemilik fabrik FO dan kalau saja pemilik fabrik itu dipanggil hanya ingin mau menyampai pesan sebagai pemilik agar dapat membina para karayawannya untuk berprilaku sopan santun.
“Sebab jika kurang berprilaku sopan santun maka tidak menutup kemung kinan akan terjadi perselisihan pahap di antara satu dengan yang lain sebab dilokasi itu gampang se kali dapat terjadi perkalahian,”.
Maka untuk lebih jelas duduk persoalannya serta tidak memihak wartawan coba menghubungi kepada karyawan yang bersangkutan berinsial Jeh lewat ponsel seluler, tapi sayangnya yang bersangkutan tidak mau menerima panggil walau ada nada panggilan yang sangat jelas.
Dan Ramil Kapten TNI AD Jemmy Lutulong berulang-ulang kali manjelaskan pada wartawan Media Metro Indonesia bahwa kejadian itu tersebut tidak ada keterkaitannya serta persoalan tersebut dengan pemilik perusahaan FO Manado, itu semua persoalan yang terjadi hanya antara Dan Ramil dengan si karyawan tersebut. (Albert/Edwin)
Kirim Komentar Anda..!!
© 2010 Surat Kabar Metro Indonesia OnLIne. All Rights Reserved