Forum DAS Moloku Kia Raha 

 Lestarikan Aliran Sungai di Provinsi Maluku Utara

Ir HM Natsir Thaib
Ketua Forum DAS Maluku Utara 

 


     TERNATE, MALUT- Tahun 2005 Kementerian Lingkungan Hidup Melansir bahwa 43 juta hektar lahan dan hutan di Indonesia telah mengalami kerusakan, Kerusakan sumber daya hutan dan lahan tersebut, terus meningkat dengan laju kerusakan sebesar 1,6 juta sampai 2 juta per tahun. Untuk hutan mangrove dengan total luasan sekitar 9,2 juta ha, tingkat kerusakannya mencapai 57,6 persen atau seluas 5,3 juta ha yang sebagian besar terdapat di luar kawasan hutan, yakni sekitar 69,8 persen (3,7 juta ha) dan sisanya sekitar 30,2 persen (1,6 juta ha) terdapat di dalam kawasan hutan.

     Kerusakan sumber daya hutan dan lahan tersebut, telah mengakibatkan terjadinya fragmentasi berbagai habitat dan penurunan populasi berbagai jenis tumbuhan dan satwa. Di samping itu, juga telah menyebabkan menurunnya kualitas lingkungan daerah aliran sungai yang diindikasikan dengan semakin meningkatnya jumlah daerah aliran sungai yang kondisinya kritis.

     Pada tahun 1984 terdapat 22 DAS kritis, tahun 1992 meningkat menjadi 39 DAS kritis, dan pada tahun 2005 menjadi 62 DAS kritis. Dari sisi kerusakan DAS tersebut telah menyebabkan bencana banjir di musim hujan dan kekeringan di musim kemarau. Di samping itu, pencemaran air yang terjadi semakin meningkat menyebabkan ketersediaan air yang semakin terbatas.

     Di wilayah Propinsi Maluku Utara terdapat 589 DAS yang tersebar di beberapa pulau besar dan sedang seperti di pulau Halmahera, Bacan, Obi, Sula, Sanana, dan Morotai. Dari sejumlah DAS tersebut yang masuk DAS prioritas I ada 3. DAS yang perlu mendapat penanganan segera yakni DAS Oba di Sofifi, DAS Kao di Halmahera Utara dan DAS Akelamo di Halmahera Barat.

     Dalam keterangannya kepada Metro Indonesia, Ketua Forum DAS Moloku Kiaraha Ir. H.M. Natsir Thaib yang didampingi oleh Sekertaris Forum DAS Ir. Agus Sulistianto Ketua Komisi RHL Ir. H. Zaenal Mahmud mengatakan bahwa dengan Surat Keputusan Gubernur Provinsi Maluku Utara Nomor 75/Kpts/MU/2010, tanggal 19 April 2010 tentang pembentukan Forum Komunikasi Daerah Aliran Sungai dimaksudkan untuk membantu instansi kehutanan dan instansi terkait lainnya dalam penyelenggaraan pengelolaan DAS di wilayah Propinsi Maluku Utara dengan mengupayakan terciptanya keterpaduan dan kesetaraan dalam pengelolaan DAS yang berazaskan kepada kemanfaatan, keadilan, dan kelestarian sumber daya alam untuk kesejahteraan Maluku Utara.

     Secara umum aktivitas Forum DAS Moloku Kie Raha Belum menunjukan aktivitas nyata yang terkait dengan kebijakan dalam pengelolaan DAS. Aktivitas yang dilakukan sampai saat baru sebatas menghadiri rapat-rapat yang diselenggarakan oleh Kementerian Kehutanan antara lain di Kota Kendari, Manado dan Mataram. (Hamzah Thayeb

Kirim Komentar Anda...!!!

Komentar Anda Akan Kami Muat di Metro Indonesia.













© 2010 Surat Kabar Metro Indonesia OnLIne. All Rights Reserved

 

This free website was made using Yola.

No HTML skills required. Build your website in minutes.

Go to www.yola.com and sign up today!

Make a free website with Yola