Pembangunan Gudang Bulog di-MM Mubazir




 


     Mukomuko — Gudang Bulog yang dibangun melalui Tahun Anggaran 2006, diduga hanya rekayasa dan telah terjadi mark-up dana anggaran. CV Karya Konstruksi yang ditunjuk langsung Bupati Mukomuko, Drs. Ichwan Yunus CPA,MM melalui surat bernomor 1321/B.4/11/2006 tertanggal 22 November 2006, hanya mengandalkan anggarannya saja. Dimana anggaran tersebut menghabiskan dana Rp 3.262.820.000,- dan semuanya hanya pembohongan publik.

     Betapa tidak, bangunan tersebut hingga kini tidak terurus dan sudah tidak bermanfaat lagi, bahkan beberapa mesin besar yang ada, seperti mesin genset sudah karatan semua, kemungkinan kalaupun untuk dipakai kembali harus di service yang membutuhkan biaya tidak sedikit. Surat yang dikeluarkan Bupati Kabupaten Mukomuko sudah jelas, yakni perihal penetapan pemenang pelelangan kegiatan pengadaan mesin (Driyer Clearning and stroge section, paddy huster section whitening polishing receiving dan mesin genset).

     Proyek pembangunan Gudang Bulog di Kabupaten Mukomuko pada tahun anggaran 2006 lokasi tempat pembangunan Gudang Bulog tersebut di Desa Pondok Panjang Kecamatan V Koto Kabupaten Mukomuko, yang menelan biaya Rp 3.262.820.000,-yang dikerjakan oleh CV.Karya Kontruksi, karena perusahan CV. KK yang ditunjuk langsung oleh Bupati Mukomuko Drs. Ichwan Yunus CPA.MM diwaktu itu tertanggal 22 Nopember 2006 dengan nomor surat penunjukan langsung, 1321/B.4/11/2006, dengan perihal penetapan pemenang pelelangan kegiatan pengadaan mesin (Driyer Clearning and stroge section, paddy huster section whitening polishing receiving dan mesin genset) ternyata hasilnya sekarang ini sudah nampak jelas bahwa proyek pembangunan Gudang Bulog hanya untuk pembohongan publik dan gedung Bulog yang dibangun hingga sekarang tidak terurus dan tidak bermampaat dan juga mesin genset yang ada di Gudang Bulog itu juga sudah karatan semua, selaku Disperindag Koperasi UKM Kabupaten Mukomuko diwaktu itu adalah Syapuan Syap (Alm), dan ironisnya proyek pembangunan Gedung Bulog itu diduga hanya rekayasa dan telah terjadi mars-up anggaran dananya namun tidak pernah di ungkap oleh pihak hukum Polisi dan Kajari Kabupaten Mukomuko demi tegaknya supremasi hukum di Kapuang Sati Ratau Batuah ini, nilai mark-up didalam kontrak Rp 3.262.820.000,- harga unit mesin Rp 850.000.000,- dan biaya untuk pembangunan Gedung Bulog dan termasuk PPH & PPN kalau dirinci secara detail Negara dirugikan RP 1.588.000.000,-dimana uang sebesar ini diendapkan.

     Ironisnya,bangunan gudang dan pemasangan alat mesin pertanian tersebut operasionalnya juga tidak jelas dan apakah sudah dilakukan serah terima gudang itu dari menajemen proyek melalui kepala Dinas kepada Bupati untuk ditetapkan sebagai asset daerah dan juga keputusan Bupati untuk pengelolaan asset daerah tersebut serta Reperda tentang tata cara pengelolaan  asset daerah itu.

     Kalau hal tersebut tidak diatur secara administrasi yang benar ini merugikan pemasukan daerah karena gudang yang dibangun dan pengadan mesin menggunakan dana APBD Kabupaten Mukomuko dengan kata lain uang rakyat yang harus dipertanggung jawapkan oleh Pemkab Mukomuko harus jelas.

     Dengan ketidak jelasan pembanguan Gudang Bulog itu masyarakat Kabupaten Mukomuko berharap kepada pihak Kepolisian dan Kejaksaan Negeri Kabupaten Mukomuko harus bisa menyingkapi kasus keberadan Gudang Bulog itu  yang kental dengan nuansa KKN, karena bisa dilihat dari ketiga perusahan yang ikut tender pelelangan diwaktu itu yakni

1) PT.Yoga Distra Pratama Bengkulu dan data-datanya sangat lengkap

2). PT.Sari Nangko Bengkulu namun perusahan ini tidak dimasuk dalam analisis verbal, karena dianggap masih dibawah target analisa kompetitif.

3). CV. Karya Kontruksi yang berhasil mendapatkan proyek itu namun beberapa kriteria administrasi dan teknis tidak lengkap seperti fiscal pajak tidak ada dan surat dukungan Bank tidak memiliki dominal dan persyaratan lainnya tidak lengkap seperti spesipik mesin tidak ada jadwal pelaksanan tidak detail  daftar personil ahli tekhnik mesin dan tekhnik elektro tidak ada, ISO juga tidak ada surat jaminan purna jual dan ketersediaan suku cadang juga tidak ada,sehingga menjadi pertanyaan public ada apa dengan kemenangan CV.Karya Konruksi itu.

     Padahal panitia lelang telah menetapkan PT.Yoga Distra Pratama Bengkulu selaku pemenang tender diwaktu itu akan tetapi yang menjadi Tanda Tanya adalah ada dua orang anggota panitia kegiatan pemeriksaan barang tersebut yang tidak mau menanda tangani yaitu Ewang Mulyana dan Firmansyah Zakaria siapakah orang berdua ini apakah ada hubungan kekeluargaan dengan Bupati Ichwan Yunus entahlah !!!.

     Menyingkapi tentang pembangunan Gudang Bulog yang terletak di Desa Pondok Panjang yang sekarang menjadi salah satu bangunan mubazir yang tidak ada manfaatnya oleh masyarakat dan juga tidak mendatangkan PAD untuk  kesejahteraan petani  pada umumnya karena sudah banyak yang mengetahui sekarang ini bahwa kalau bangunan itu sudah lama mengganggur serta mesinnya tidak produksi lagi dan sudah pada karatan semua masyarakat Mukomuko memohon kepada pihak penegak Hukum yang ada di NKRI ini agar dapat mengusut keberadaan Gudang Bulog yang terkesan bahwa Pemdakab Mukomuko dengan sengaja telah  menghambur-hamburkan dana pemerintah dengan nilainya milyaran rupiah  yang tidak jelas kegunaannya gudang  Bulog itu hingga kini. (KDT.01

Kirim Komentar Anda....!!!

Komentar Anda Akan Kami Muat di Metro Indonesia.


















© 2010 Surat Kabar Metro Indonesia OnLIne. All Rights Reserved 

 

This free website was made using Yola.

No HTML skills required. Build your website in minutes.

Go to www.yola.com and sign up today!

Make a free website with Yola