
Guru Honorer Belum Terima
SUNGAIBAHAR - Nasib guru honorer SD dan SMP di kawasan Sungaibahar kian memprihatinkan. Pasalnya, akibat pencairan dana bantuan operasional sekolah (BOS) yang lamban, hingga kini para guru honorer tersebut belum menerima gaji. Padahal, setiap hari mereka tetap menjalankan tugasnya di sekolah.
Di setiap kecamatan di kawasan Sungaibahar memiliki tiga hingga lima sekolah SMP dan sekolah dasar. Seperti di Kecamatan Sungaibahar yang memiliki lima SMP, dengan guru honorer yang jumlahnya cukup banyak. Sejak Januari lalu hingga April ini, mereka belum menerima gaji yang biasanya akan cair setiap tiga bulan.
Hal ini disebabkan lambatnya proses pencairan dana BOS ke sekolah-sekolah di kawasan Sungaibahar. “Kami sampai sekarang belum mendapatkan gaji, sementara untuk mengajar tak mungkin bisa kami hentikan. Bagaimana nasib anak-anak,” ujar Ani, seorang guru honorer di salah Satu SMPN di Kecamatan Sungaibahar.
Padahal untuk mengajar mereka juga memerlukan biaya, terutama biaya untuk transportasi dari rumah menuju sekolah. Namun hingga kini kabar pencairan dana BOS belum juga jelas.
Keadaan lebih parah terjadi di SMPN 450 Sungaibahar yang terletak di Unit 14. Di sekolah yang belum diresmikan terebut, semua gurunya merupakan guru honorer pindahan dari SMP swasta.
Karena belum jelasnya status sekolah mereka yang telah digunakan sejak Januari lalu ini, pihak sekolah mengalami dilema untuk urusan gaji guru. “Jika mengambil uang siswa, mereka sudah tidak sekolah di sekolah swasta, sementara jika tidak mengambil tentu guru tidak akan bergaji semua,” ujar Kandar, seorang staf sekolah.
Untuk itu, para guru sangat mengharapkan pencairan dana BOS bisa secepatnya dilakukan. Karena dana BOS ini merupakan harapan guru untuk menerima gaji dari hasil kerja mereka. (Dony)
Kirim Komentar Anda…..!!!
© 2010 Surat Kabar
Metro Indonesia OnLIne. All Rights Reserved