Hari Bela Negara 19 Desember Harus Diperingati


    JAKARTA — Hari Bela Negara (HBN) yang jatuh setiap tanggal 19 Desember, ternyata masih banyak daerah atau secara umum nasional belum memperingatinya. Padahal Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI) telah diakui secara nasional dan melalui Surat Keputusan (SK) Presiden No 28 tahun 2008 tertanggal 18 Desember 2006 untuk menetapkan HBN sebagai hari nasional.

    Kementerian Pertahanan dalam rangka memperingati Hari Bela Negara menggelar gelar jalan santai bersama Menteri Pertahanan RI Purnomo Yusgiantoro dan Menteri Dalam Negeri RI Gamawan Fauzi yang memang diundang khusus dalam peringatan tersebut. Acara gerak jalan tersebut berlangsung dengan star dari lapangan Monumen Nasional dan berakhir di Kantor Kemhan RI Merdeka Barat.

    Selain Menhan dan Mendagri, peserta di ikuti dari seluruh jajaran, pegawai, mahasiswa, TNI, veteran pejuang, masyarakat binaan dan kalangan masyarakat umum. Penyelenggara gerak jalan santai tersebut mengambil tema “Melalui Hari Bela Negara Bersama Membangun Karakter Bangsa yang Menjunjung Tinggi Bhinneka Tunggal Ika”, juga sekaligus HBN bertujuan sebagai gerakan nasional.

    Menhan Purnomo Yusgiantoro menyampaikan pernyataan tentang Hari Bela Negara. “Kami warga negara Kesatuan Negara Republik Indonesia (NKRI) yang dilandasi semangat patriotisme hadir pagi ini dalam upaya lebih mendorong semangat kebangsaan dalam bela negara, dalam rangka mempertahanankan kehidupan berbangsa dan bernegara yang menjunjung tinggi persatuan dan kesatuan. Ini sesuai konstitusi UUD 1945 yang mengamanatkan bahwa setiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam upaya pembelaan negara. Pemerintah telah mengeluarkan Keputusan Republik Indonesia No. 28 Tahun 2006 tentang penetapan tanggal 19 Desember sebagai Hari Bela Negara.”

    Dalam menumbuhkan jiwa, semangat dan kesadaran bela negara kepada setiap warga negara Indonesia, Purnomo Yusgiantoro lebih lanjut mengatakan, maka dikembangkan nilai-nilai kenegaraan yang dapat diimplementasikan dalam semua aspek kehidupan, dan oleh Kementerian Pertahanan ditetapkan sebagai nilai-nilai dasar bela negara, yaitu cinta Tanah Air, sadar berbangsa dan bernegara Indonesia, yakin pada Pancasila sebagai falsafah dan ideologi negara, rela berkorban bagi bangsa dan negara, serta memiliki kemampuan awal bela negara.

    “Karena itulah, untuk mengenang sejarah berdirinya Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI) 19 Desember 1948, sebagai bagian dari upaya bangsa dalam mempertahankan eksistensi dan kelangsungan hidup bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia,  patut diperingati sebagai Hari Bela Negara,” tambah Menteri Pertahanan itu. (Iman Sp Noya)

Kirim Komentar....!!

Komentar Anda Akan Kami Muat di Metro Indonesia.

Back

 

This free website was made using Yola.

No HTML skills required. Build your website in minutes.

Go to www.yola.com and sign up today!

Make a free website with Yola