Hubungan Kerjasama Philipina dengan Kabupaten Sangihe Sangat Menjanjikan untuk Peningkatan Income


    Sangihe — Kiat pemerintah Kabupaten Sangihe untuk meningkatkan taraf pendapatan setiap masyarakat maka dibukalah kerja sama antara pemerintah Negara tetangga Philipina dengan pemerintah Negara Indonesia khususnya dengan pemerintah Kabupaten Sangihe dibidang perdagangan. Hubungan kerja sama ini sudah berlangsung selama 1 Tahun namun dampak dari hubungan ini sungguh sangat bermanfaat bagi kehidupan masyarakat Kabupaten Sangihe terutama dibidang perekonomian.

    Berdasarkan hal ini maka Biro Metro Indonesia Kabupaten Sangihe melakukan penelusuran ke Negara Philipina yang khususnya kota Gland, Getsan dan Davao city dengan menggunakan sarana angkutan laut KM. Sunlia yang telah disubsidi oleh pemerintah Kabupaten Sangihe. Dari hasil pemantauan ternyata hubungan kerja sama dalam bidang perdagangan sungguh sangat berpotensi bagi peningkatan taraf perekonomian masyarakat dan dapat meningkatkan  pendapatan bagi pemerintah melalui punggutan retribusi pajak maupun retribusi yang berkaitan dengan aturan export import.

    Namun sangat disayangkan program pemerintah yang demikian baik masih saja terdapat kendala kendala yang sangat meresahkan masyarakat sebagai pelaku bisnis, ini disebabkan karena birokrasi dikbupaten Sangihe sangat terlalu kaku tidak seperti yang ada pada pemerintah philipina yang khususnya pada tiga kota Gland,Getsan,maupun Davao dimana karena program ini sangat membantu untuk taraf peningkatan kehidupan masyarakat maka pemerintah memberi kemudahan dengan memberi fasilitas yang memadai itupun tidak melanggar hal-hal yang diisyaratkan untuk tidak bisa diperdagangkan seperti misalnya sabu sabu, minuman berakhohol yang memabukkan ataupun obat obatan.

    Perilaku birokrasi kaku sering dilakukan oleh petugas polres Kabupaten Sangihe, karena saat KM. Sunlia sebagai kapal pengangkut masyarakat pelaku bisnis merapat kepelabuhan Tahuna beberapa instansi langsung melakukan pemeriksaan sesuai tufoksi mereka seperti misalnya Imigrasi Tahuna, Bea Cukai Tahuna, Karantina, KP3 maupun pihak kepelabuhanan namun setelah diadakan pemeriksaan oleh beberapa instansi tersebut masih saja terdapat beberapa oknum anggota polres Sangihe naik kekapal tersebut dengan membongkar kamar penumpang maupun tas jinjingan para penumpang dengan cara tidak sopan melanggar etika pemeriksaan.

    Seharusnya para anggota polres tersebut memahami daerah area pemeriksaan karena daerah pelabuhan maupun diatas kapal bukan kewenangan mereka akan tetapi kewenangan pihak Imigrasi. Bea Cukai, Karantina serta KP3 yang mewakili polres Sangihe. Jika ini terus terjadi bukan mustahil dapat meresahkan masyarakat pelaku bisnis sehingga secara tidak langsung menghambat program yang telah pemerintah ciptakan.

    Hubungan kerja dibidang perdagangan ini menurut kontrak kerja dengan perusahaan KM. Sunlia berakhir pada bulan desember 2010 sehingga masyarakat Kabupaten Sangihe sangat berharap kiranya pemerintah Kabupaten Sangihe dapat memperpanjang lagi kontrak kerja tersebut karena hal ini dapat mengatasi pegangguran dengan menciptakan lapangan kerja yang baru.

    Untuk menyikapi hal ini Sekretaris Daerah Kabupaten Sangihe F. Wenas SH.MH ketika ditemui wartawan Metro Indonesia diruang kerjanya mengatakan bahwa hubungan kerja sama dengan Negara philipina akan tetap dilanjutkan demikian pula dengan kontrak kerja dengan Perusahaan KM. Sunliaakan tetap diperpanjang.

    “Untuk hubungan kerja sama dibidang perekonomian khususnya perdagangan dengan Negara tetangga philipina akan tetap dilanjutkan demikian pula kontrak kerja dengan perusahaan KM. Sunlia akan tetap diperpanjang,” ujar Sekda Kabupaten Sangihe.
Sementara Bupati Kabupaten Sangihe Drs. Winsulangi Salindeho untuk menyikapi tentang beberapa hal yang merupakan kendala terhadap hubungan kerja sama ini kepada wartawan Metro Indonesia mengatakan, bahwa untuk hubungan kerja sama dibidang perdagangan dengan Negara philipina akan tetap dilanjutkan demikian pula kontrak kerja dengan perusahaan KM. Sunlia akan tetap diperpanjang karena hal ini sangat membantu kepentingan masyarakat Kabupaten Sangihe dalam rangka meningkatkan inkam pendapatan.

    Persoalan kekakuan tentang birokrasi yang terjadi pada sistim pengwasan yang dilakukan oleh pihak petugas kepolisian Kabupaten Sangihe akan dibahas bersama sehingga tidak merugikan masyarakat untuk melakukan bisnis dengan pengusaha dari Negara phipilina.

    “Program pemerintah tentang hubungan kerja sama dengan Negara tetangga philipina akan tetap dilanjutkan terus karena ini membawa dampak yang positif bagi peningkatan taraf kehidupan masyarakat demikian pula kontrak kerja dengan perusahaan KM. Sunlia akan tetap dijalin, adapun mengenai riak riak kecil yang sangat meresahkan masyarakat akibat ulah oknum petugas polisi polres Sangihe akan diinisiatif untuk dibicarakan dan duduk satu meja pemerintah daerah,kepolisian,kodim 1301,Dan lanal serta Lembaga Sosial Masyarakat serta pers untuk membahas hal tersebut sehingga tidak lagi terjadi kerancuan untuk masyarakat melakukan bisnis,” ujar Bu Winsu panggilan akrab bupati Kabupaten Sangihe. (Janis)

Kirim Komentar Anda..!!

Back

 












© 2010 Surat Kabar Metro Indonesia OnLIne. All Rights Reserved

 

This free website was made using Yola.

No HTML skills required. Build your website in minutes.

Go to www.yola.com and sign up today!

Make a free website with Yola