Ibadah Syukur Nikmat
Syukur adalah ibadah yang sering ditinggalkan umat manusia. Banyak manusia gelisah hidup dalam ketakutan, hidup yang dibayangi dengan hal – hal yang tak mampu memiliki yang telah diberikan kepadanya, karena tidak kenal arti syukur kepada penciptaNya.
Menurut kitab suci datangnya balak (bencana) karena kurang syukur kita kepada semua nikmatNya. Padahal kalau kita syukur pasti ditambah nikmat itu apapun bentuknya baik dhohir maupun batin berupa harta juga diberinya ketentraman jiwa, anak-anak yang soleh dan lain-lain, belum lagi tambahan nanti dihari kiamat, ada kenikmatan lain dari semua yang diberikan Tuhan untuk hambanya yakni ketentraman jiwa sedangkan harta merupakan yang paling rendah nilainya, karena Tuhan ingin menyiksa mereka dengan harta – hartanya. Kemaksiat kita tidak akan mengurangi keagungan kerajaanNya maka dari itu mereka sebenarnya memaksiati diri sendiri dan bila kita berbuat kebaikan tidak akan menambah megahnya kerajaan Tuhan itu artinya kita berbuat baik untuk diri kita sendiri.
Qs. Lukman (31) : 12 menyatakan: Dan sesungguhnya kami telah menganugrahkan kepada lukman hikma, yaitu : bersyukurlah kepadaNya dan barang siapa bersyukur kepadaNya, maka sesungguhnya ia bersyukur untuk manfaat dirinya.
Qs. An – Naml (27) ; 40 menyatakan : Dan barang sapa yang bersyukur, maka sesungguhnya dia bersyukur untuk kebaikan dirinya sendiri, dan barang siapa yang khufur (tidak bersyukur), maka sesungguhnya Tuhan ku Maha kaya (tidak membuthkan sesuatu) lagi maha mulia.
Setiap kita mengkhufuri nikmat Tuhan disitu juga terdapat siksaan Tuhan dan banyak bermacam siksaan lain. Malam kaya siang pagi sudah lenyap itupun bisa terjadi sangatlah muda bagiNya untuk merubah semua itu, ada bentuk siksaan Tuhan yang kita takmerasa tersentuh dan air mata kita membeku untuk menangisi dosa – dosa kita, kita lupa dengan hari kiamat ini juga adalah salah satu bentuk siksaanNya. Tapi ketika orang mensyukuri nikmat Tuhan ia tidak akan pernah mendapat siksaanNya karena ia yakin ini merupakan yang terbaik untuknya.
Kalau kita menghitung nikmat Tuhan maka kita tak kan pernah mampu. Orang yang selalu syukur ia selamanya selalu tentram karena iya meyakini bahwa apabila iya tidak dikasih dari apa yang telah iya minta kepada Tuhan mungkin berarti ada sesuatu yang bahaya untuk kita, jadi berperasangka yang baik itu kepadaNya dalam keadaan bagaimanapun.
Tapi kita punya musuh yang tidak pernah mau melihat kita ini pasrah terhadap ketentuan Tuhan, musuh itu adalah syetan, syetan jin juga ada syetan manusia, mungkin berkeliaran ada dimana-mana organisasi, instansi, lembaga pemerintahan, suatu daerah, suku, bangsa, Negara. Naudzubillah jadi kita ini main tarik – tarikan dengan syetan mereka ganggu dari depan, belakang sehingga membuat kita lupa daratan, lupa akan akhirat sampai tak peduli halal hram hantap dari samping kanan, kiri agama kita disesatkan dirusak dan kita dibuaikan keindahan dunia yang dianggap abadi lupa akan keindahan akhirat yang jauh lebih indah kekal selamanya, juga kita punya dua jalan yaitu atas dan bawah, atas bermunajab kepada Tuhan bawah apabila perbanyak sujud kita, mereka iblis tak pernah mampu, lari tunggang langgang mengganggu kita.
Sesungguhnya manusia itu kebanyakan selalu mengkhufuri nikmatNya, syetan menginginkan kita tak bersyukur atas nikmatNya maka kita harus gagalkan niat syetan tersebut, Tuhan memberikan penglihatan, pendengaran, hati, dan akal tapi kita pergunakan untuk menkhufuri nikmatNya dan kiat ini tidak perlu lah menuding yang lain coba intropeksilah dulu diri kita sendiri.
Orang itu sadar atas semua nikmatNya setelah ditingglkan nikmat itu, maka jagalah dengan mensyukuri nikmat tersebut dan orang yang tak bersyukur berarti orang itu bersiap – siap untuk mendapat sanksi denga dicabutnya nikmat dariNya. Manusia pada hakikatnya tidak pernah mensyukuri nikmatnya kecuali hanya sedikit manusia, karena itu adalah ibadah tingkat tinggi.
Takut berbuat dosa juga merupakan nikmatNya sehingga hidupnya akan tentram selamanya segala sesuatu yang iya lakukan kalau kita sampai ketahapan ini berarti telah melakukan syukur yang sebenarnya, ada panduan yang sangat bagus kalau soal beribadah kepadaNya maka lihatlah orang yang diatas mu, tapi kalau soal harta lihatlah orang yang dibawahmu meski makan 3 kali sehari dengan lauk apa adanya maka lihatlah yang makan 2 kali sehari dan seterusnya tapi jangan sampai sebaliknya melihat harta orang yang diatas kita sehingga kita lupakan yang dibawah kita dan hanya mengejar harta itu tanpa sempat mensyukurinya.
Manusia yang berterimah kasih kepada sesama manusia itu juga wujud syukur kepadaNya.
QS. Lukman (31): 14 menjelaskan: Bersyukurlah kepada – Ku, dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada Ku lah kembalimu.
Moga kita menjadi hamba, makhluk manusia penjabat, pemimpin, daerah, suku, bangsa, Negara yang merasa selalu syukur nikmat dan istiqomah berpegang teguh dijalanNya, Amin.
---------------------------------
Penulis Wartawan Metro Indonesia
Kirim Komentar Anda...!!!
© 2010 Surat Kabar Metro Indonesia OnLIne. All Rights Reserved