
Jalan Tol Manado - Bitung
Habiskan Dana Rp 1,3 Triliun

Walikota Manado Robert Mamuaja dan Walikota Hanny Sondakh
BITUNG, SULUT — Pemerintah Kota (Pemkot) Bitung mendukung pembangunan jalan tol sebagai penghubung antara Kota Manado- Kota Bitung. Bahkan jalan tol sepanjang 53 Km tersebut, membutuhkan dana sekitar Rp.1,3 triliun. Juga akan dilaksanakan pembebasan lahan untuk memperlancar pembangunan, ini pun membutuhkan biaya yang tidak sedikit.
Wali Kota Bitung Hanny Sondakh mengatakan, jalan tol merupakan solusi baik dalam mengatasi masalah kemacetan di ruas jalan Manado-Bitung, di Bitung, Jumat. "Untuk mengurangi kemacetan di jalan trans Manado-Bitung, maka jalan tol merupakan solusi terbaik, hingga Pemkot Bitung bersama DPRD kota tersebut prinsipnya sangat mendukung, "kata Sondakh.
Sampai saat ini Pemkot Bitung masih menunggu petunjuk Gubernur Sulut SH Sarundajang. Pastinya Pemprov akan mengundang Pemkot Bitung membicarakan rencana tersebut. Pemkot Bitung harus mengikuti rencana kerja dari Pemprov Sulut sehingga akan terwujud suatu kesatuan dalam membangun, terutama Kota Bitung agar menjadi lebih baik.
Sondakh mengakui jalan tol sangat diharapkan karena Bitung sebagai kota pelabuhan memiliki beragam kekayaan alam, termasuk aneka obyek wisata
Pembebasan Dimulai 2011
Sementara itu Pemprov Sulut membutuhkan dana sekitar Rp200 miliar untuk membebaskan lahan-lahan yang akan digunakan membangun jalan tol Manado-Bitung.
"Pembebasan tanah yang sebagian besar milik warga itu akan dimulai tahun 2011 setelah dimasukkan pada APBD baik tingkat provinsi, kabupaten/kota serta sebagian APBN," kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Sulut Alex Wowor di Manado, Kamis.
Provinsi Sulut telah mendapatkan mega proyek jalan tol itu melalui APBN tahun 2010 Kementerian Pekerjaan Umum. Pembangunan jalan tersebut awalnya disetujui panjangnya sekitar 53 km dari titik nol Kota Manado ke arah Minahasa Utara dan Bitung dengan anggaran Rp4,7 triliun, namun ada pengurangan menjadi Rp1,3 triliun.
Menurutnya, pembebasan tanah itu memerlukan waktu untuk dilakukan sosialisasi terlebih dahulu kepada masyarakat karena ada kajian pelebaran jalan memerlukan lahan untuk dimanfaatkan sekitar 5-10 meter. "Pembebasan lahan belum dipastikan berapa luasnya, karena masih akan dikaji ulang, namun paling utama adalah dukungan dan kerja sama dari masyarakat untuk merealisasikan pembangunan jalan tol itu," tambah Alex Wowor.
Pemprov Sulut terus memacu pembuatan kajian ulang studi kelayakan pembangunan jalan tol Manado-Bitung dengan anggaran sekitar Rp1,3 triliun agar tetap diminati para investor. "Studi kelayakan ini menjadi acuan bagi sejumlah investor, terutama dari Malaysia yang menyatakan kesiapan akan membangun jalan tol itu," katanya.
Pemprov Sulut sudah mendapatkan informasi bahwa investor Malaysia melalui Construction Industry Development Board (CIDB) Malaysia siap membangun jalan tol yang dianggarkan melalui APBN.(Yanti Ointu, Vixilliano Sumedap dan Albert Montolalu)
Kirim Komentar Anda...!!
© 2010 Surat Kabar Metro Indonesia OnLIne. All Rights Reserved