Gubernur H. Awang Faroek Ishak:

 Jalan Tol di Kaltim Butuh Rp 6,2 Triliun

H. Awang Faroek Ishak


     SAMARINDA, KALTIM — Gubernur Kalimantan Timur Awang Faroek Ishak menyebutkan, keberadaan jalan tol di Kaltim, saat ini sudah menjadi kebutuhan. Karena itulah dirinya sangat berkepentingan untuk terus memperjuangkan mega proyek senilai Rp 6,2 triliun itu, agar terwujud secara nyata.
Kebutuhan dimaksudkannya, selain untuk memperpendek jarak dan waktu perjalan dari Balikpapan-Samarinda, Kaltim adalah salah satu daerah yang ditunjuk oleh Pusat, untuk pengembangan ekonomi dengan salah satu faktor pendukungnya, yakni keberadaan tol tersebut.

     “Tol itu kebutuhan untuk sekarang ini. Saya ini dapat banyak laporan, bagaimana jarak tempuh sudah 3 jam sekarang ini. Nah nanti tol itu jawabannya. Tapi yang paling penting tetaplah, bahwa Kaltim ditunjuk sebagai salah satu daerah pengembangan ekonomi nasional. Bayangkan saja, se-Asia, kita Indonesia berada di peringkat 12, dalam ekonominya, apakah tidak malu kita? Dengan Indonesia yang dikenal dengan potensi SDA-nya yang luar biasa,” kata Awang kepada wartawan, Selasa lalu.

     Menurutnya, dengan tanpa menafikan untuk terus membangun infrastruktur lainnya, seperti jalan trans, pembukaan akses di perbatasan, dan lain sebagainya. Tol itu harus dibangun, untuk mengangkat derajat ekonomi Kaltim, dan secara umumnya Indonesia. “Untuk itulah, saya ini sangat berkepentingan agar tol bisa terwujud. Bukan karena kepentingan apapun, terutama katanya pribadi, tidak mungkin lah saya seperti itu,” ujarnya.

Tambak Ramah Lingkungan
     Sementara di bagian lain, Gubernur Awang Faroek juga mencanangkan program tambak ramah lingkungan. Di mana berbagai aksi untuk menggalakan program ‘Kaltim Green’ terus dilakukan Pemprov Kaltim. Kali ini, upaya Pemprov bukan sekadar melakukan penanaman pohon, tapi lebih bersifat pada upaya pemeliharaan dan pelestarian hutan-hutan yang ada.
Menurut Gubernur Awang Faroek Ishak, dengan mencanangkan program tambak ramah lingkungan. Artinya, jika sebelumnya petani tambak membabat habis hutan mangrove guna membuka tambak, maka program tambak ramah lingkungan ini hutan-hutan bakau itu tidak dibabat habis melainkan masih dipertahankan sebagian.

     "Saya mengharapkan tambak ramah lingkungan dapat diterapkan di seluruh daerah di Kaltim. Sebab, keberadaan hutan mangrove harus ada paling tidak 100 meter dari bibir pantai, sehingga tidak boleh dimusnahkan saat membuka tambak," ucap Faroek di sela-sela acara pencanangan tambak ramah lingkungan di Desa Sepatin, Kecamatan Anggana, Kukar, beberapa waktu lalu. Pencanangan tambak ramah lingkungan ini cukup menarik. Pasalnya, acara ini dirangkai dengan berbagai kegiatan seperti penanaman bibit pohon bakau di arel tambak, pengguntingan pit eksavator sebagai tanda rehabilitasi tambak, termasuk panen tambak.

     Faroek menyebut, hutan mangrove di Kaltim semakin hari kian menyusut. Dari sekitar 350 ribu hektar mangrove sebagian besar dirambah untuk tambak. Karena itu, kelestarian mangrove harus tetap terjaga jangan sampai punah. Sebab, mangrove selain bermanfaat untuk membantu mengatasi global warming juga bermanfaat bagi kehidupan udang dan hewan tangkapan lain di daerah pesisir. (Zainal)

Kirim Komentar Anda...!!!

Komentar Anda Akan Kami Muat di Metro Indonesia.













© 2010 Surat Kabar Metro Indonesia OnLIne. All Rights Reserved


 

This free website was made using Yola.

No HTML skills required. Build your website in minutes.

Go to www.yola.com and sign up today!

Make a free website with Yola