Jembatan Kampung Tola Rusak Total

Pejabat Pemkab Sangihe Cuek


    Sangihe — Jembatan merupakan jalur penghubung yang sangat diperlukan bagi masyarakat, terutama jembatan tersebut menjadi utama dalam perekonimian dan kesajahteraan masyarakat. Namun apa jadinya, kalau infrastruktur hanya menjadi angan-angan belaka. Dimana para pejabat yang berkepentingan dengan hal itu, hanya cuek saja, ibaratnya lebih mementingkan pribadi.

    Tiga buah jembatan  kampung Tola merupakan sarana yang sangat penting bagi masyarakat sebagai penghubung antar kampung, akan tetapi dengan rusaknya jembatan tersebut yang sudah sekian tahun maka secara tidak langsung hal ini membuat aktifitas masyarakat sehari hari terhalang.
Seharusnya setelah melihat keadaan ini pemerintah kecamatan maupun pemkab sangihe tanggap karena ini terkait dengan kepentingan masyarakat banyak, tapi kenyataan sudah sekian lama tidak dipedulikan terkesan  pemerintah kecamatan maupun pemerintah kabupaten cuek saja karena menganggap  ini persoalan yang sepele yang tidak mempunyai arti apa apa sementara sarana ini sangat dibutuhkan oleh masyarakat yang berpenduduk 319 kk tersebut.

    Salah seorang Tokoh mayarakat kampung Tola Saa Makatika staf pelaksana kegiatankampung ketika ditemui wartawan Metro Indonesia saat melakukan pemantauan kelokasi mengatakan bahwa proyek awal pembuatan jembatan ini sudah sangat lama hingga sekarang jembatan tersebut sudah rusak total tidak pernah lagi diperbaiki atau dibangun kembali oleh pemerintah, terkesan masyarakat kampung Tola dalam persoalan  pembangunan seperti di anak tirikan.

    “Kami masyarakat kampung Tola sangat mengharapkan perhatian pemerintah kecamatan apalagi pemerintah kabupaten terhadap pembangunan 3 buah jembatan penghubung yang ada, karena ini merupakan sarana yang sangat vital bagi aktifitas kehidupan masyarakat sehari hari, janganlah masyarakat kami seperti dianak tirikan oleh pemerintah, untuk pembagian lokasi proyek jangan hanya mementingkan daerah lain tapi ingatlah kampung Tola bagian dari kabupaten Sangihe,” ujar Tokoh kampung tersebut.

    Sementara Kepala Kampung Tola Amrin Lasieng saat ditemui wartawan Metro Indonesia membenarkan apa yang disampaikan oleh Tokoh masyarakat, bahwa 3 jembatan yang ada dikampung Tola sudah sangat lama tidak diperhatikan oleh pemerintah, sebagai kepala pemerintahan kampung yang punya tanggung jawab terhadap kepentingan masyarakat sudah sekian kali mengusulkan pembangunan jembatan pada rapat Musrembang tingkat kecamatan maupun tingkat kabupaten akan tetapi usulan tersebut diabaikan oleh pemerintah dianggap pembangunan jembatan tersebut tidak punya arti apa apa bagi masyarakat.

    “Sebagai kepala kampung saya sudah berapa kali mengusulkan hal ini pada setiap rapat Musrembang baik tingkat kecamatan maupun tingkat kabupaten, akan tetapi sungguh keterlaluan pemerintah tidak ambil peduli, kami masyarakat Tola sepertinya dianggap bukan bagian dari kabupaten sangihe, kami sangat berharap kepedulian perhatian Bupati kabupaten sangihe Drs.Winsulangi Salindeho agar kepentingan masyarakat Tola untuk direalisasikan,” ujar Amrin panggilan akrab kepala kampung tersebut dengan tegas.

    Jika menyimak dari beberapa persoalan yang sama seperti ini, sebaiknya pemerintah kabupaten yang dinakhodai Drs. Winsulangi Salindeho sebagai Bupati dan Jabes Gaghana sebagai Wakil Bupati harusnya jeli.

    Apalah artinya pembangunan yang sekian milyard dialokasikan didalam kota Tahuna yang pada intinya agar supaya ibu kota kabupaten sangihe itu terlihat indah dan bersih mengejar penilaian adipura kota yang terbersih, sementara masyarakat dipedesaan sangat memprihatinkan dengan segala ketertinggalan akibat kurangnya pembangunan yang masuk desa.

    Pemerintah Kabupaten sebaiknya menyadari bahwa salah satu kekuatan ekonomi yang dapat mendongkrak pendapatan asli daerah berada dipedesaan, kota Tahuna walau dipoles dengan menampak keindahannya tidak akan berarti apa apa jika pemkab sangihe menyepelekan atau menelantarkan masyarakat yang hidup dan menetap secara turun temurun didesa.(Jahja P. Janis)

Kirim Komentar Anda













© 2010 Surat Kabar Metro Indonesia OnLIne. All Rights Reserved

This free website was made using Yola.

No HTML skills required. Build your website in minutes.

Go to www.yola.com and sign up today!

Make a free website with Yola