Puluhan Jerigen Berisi Tuak Ditangkap Polsek Danau Kerinci




 


     Kerinci — Puluhan jerigen tuak berhasil ditangkap dan diamankan pihak Polsek Kecamatan Danau kerinci kabupaten Kerinci-Jambi., Selasa 8 Maret, diperkirakan jam 21.30 WIB.

      Atas informasi sumber, adanya kecurigaan Tuak dibawa dari bangko, Kepala Polisi Sektor Danau kerinci “Suardi” spontan saja segera memerintahkan kepada Bripda Entoni dan Briptu Mulyadi untuk mencek kebenaran informasi tersebut. Setelah mendapat informasi dengan identitas lengkap termasuk mobil dan pelaku, Kedua Anggotta Polsek itu menunggu pada sebuah persimpangan jalan di jembatan panjang desa Sanggaran agung berdekatan dengan lokasi wisata danau kerinci.

     Akhirknya Kedua petugas Menyetop sebuah mobil membawa TUAK sebanyak 24 jerigen yang rencananya akan dibawa ke Kota Sungai Penuh-Kerinci berasal dari Bangko Kabupaten Merangin-Jambi. Oknum yang membawa Miras Tuak bernama T. Simbolon (47) dan Guntur Sitompul (31) pekerjaan sopir, keduanya beralamat di Bangko. Mobil Minibus Warna Merah hati Nopol BH 1231 AQ. Hasil investigasi kepada Kedua tersangka yang diamankan Polsek danau kerinci ini katakan bahwa Tuak dibawa kekota Sungai Penuh dan ditampung oleh oknum inisial “Ujg”.

     Menurut Kapolres Kerinci AKBP Hastho Rahardjo katakan bahwa tekait tuak, Pelaku selama ini belum ada dikenakan sanksi dan proses hukum, karenakan tuak belum dapat dipastikan punya kadar alkohol. “Kecuali dari hasil minum tuak itu menyebabkan penganiayaan”, punkas Hastho.

     Kapolres juga mengharapkan agar pemasok Tuak baik dari luar kerinci maupun dari dalam, harus dikenakan sanski, karena tuak baru-baru ini sangat meresahkan masyarakat kerinci. Dalam hal ini beliau mengharapkan agar Pemerintah daerah Kabupaten, Kota dan Dewan untuk segera membentuk Peraturan daerah terkait Tuak, dan memberikan sanksi kepada pemasok, penjual dan konsumen Tuak.

     Sumber elemen masyarakat katakan bahwa Tuak Penyebab kenakalan remaja, kematian, merusak mental, perkelahian antar desa, bahkan kecelakaan maut. “Diharapkan tuak harus dihentikan, sesuai kata Polres Kerinci, yaah…!, harus bentuk Perda sesegera mungkin “, pungkas sumber ini.

Menjijikan
     Menurut Sumber yang enggan ditulis namanya dikoran ini katakan bahwa Tuak dibuat dari penyulingan mayang pohon aren/nipah ada juga dibuat dari mayang kelapa. Hasil penyulingan dari mayang atau tandan buah jika dikonsumsi lansung dinamakan Nira yaitu minuman yang dihasilkan dari mayang yang kandungan gulanya belum bertukar kepada alkohol dan tidak memabukkan, manis rasanya.  Nira dicampur gula dan diendapkan dalam beberapa waktu lama disebuah wadah penampung terbuat dari kayu, akan terjadi penapaian/peragihan dan bernilai alkohol.

     Pengakuan sumber ini katakan bahwa pembuatan tuak sangat menjijikan tergantung produsen. Tuak dibuat dialam terbuka segala sesuatunya menggunakan sarana tradisionil, dikocok, diaduk untuk skala produksi besar mereka tidak peduli kesehatan bahkan kaki manusiapun turut mengaduknya.  Para produsen beramsumsi proses pembuatan dilakukan seperti ini tanpa memikirkan higienis, karena ini diperuntukkan untuk para pemabuk.

     “Mereka tak peduli yang penting produk mereka laku”, tukas sumber ini. Bahkan dugaan kuat Tuak dibumbui bahan campuran lain agar konsumen ketagihan dalam hal ini. (JHONTECH)

Kirim Komentar Anda...!!!

Komentar Anda Akan Kami Muat di Metro Indonesia.
















© 2010 Surat Kabar Metro Indonesia OnLIne. All Rights Reserved 

 

This free website was made using Yola.

No HTML skills required. Build your website in minutes.

Go to www.yola.com and sign up today!

Make a free website with Yola