Kabupaten Kaur Terancam Bubar 

      KAUR — Kabupaten Kaur adalah merupakan daerah pemekaran dari Kabupaten Bengkulu selatan yang sudah berumur 8 tahun dan masih termasuk daerah yang tertinggal dari daerah-daerah pemekaran lainnya se Indonesia. 

     Salah satu penyebabnya adalah faktor keterisolasian wilayah terutama dibidang transportasi jalan jembatan. Sementara daerah ini termasuk daerah yang kaya dengan Sumber Daya Alam (SDA) seperti dibidang Pertambangan, kelautan dan Pariwisata. Tetapi potensi tersebut belum maximal tersentuh oleh para investor.

     Tugas Bupati dan Wakil Bupati Kaur periode 2011-2016, cukup berat. Pasalnya daerah ini selain sedang mengalami defisit senilai 24 millyar, penataan struktur pemerintahan dan aset daerah yang masih amburadul, seperti tanah dan bangunan Pemda yang belum disertifikatkan juga menjadi beban berat dan tanggung jawab Bupati dan Wakil Bupati Kaur.

     Selain itu daerah yang penduduknya terdiri dari suku Pasmah (Base dide) dan suku Serawai (Base de) yang terkesan selalu berbeda prinsif alias tidak akur ini, juga menjadi pekerjaan Bupati dan Wakil Bupati untuk menengahi agar tidak berlarut menjadi bahan perpecahan yang akan menghambat pembangunan dan merugikan masyarakat Kaur. Seperti telah timbul suatu pergerakan dari suku Pasmah yang terdiri dari 10 Kecamatan (Kinal, Lungkang Kule, Padang Guci Hulu, Kaur Utara, Padang Guci Hilir, Kelam Tengah, Tj. Kemuning, Kedurang Hulu dan Kedurang Hilir) telah membentuk Kabupaten Baru BESEMAH SELATAN, ini sepertinya suatu letupan atau  tanda ketidak cocokan antara Base dide dengan base de dan saat berita ini diturunkan susunan panitia presidium “BESEMAH SELATAN” tingkat Kabupaten dan Kecamatan sampai ke tingkat desa sudah dibentuk.

     Sementara Daerah Kabupaten Kaur ini masih termasuk daerah pemekaran yang tertinggal dan sesuai dengan Undang-Undang, Pemerintah Pusat telah merencanakan bahwa pada tahun kesepuluh, akan mengevaluasi daerah-daerah pemekaran baik Provinsi maupun Kabupaten. Bagi daerah pemekaran yang dianggap gagal dan bahkan terkesan membebani pemerintah pusat, maka daerah tersebut akan segera dihapus dan dikembalikan ke daerah asalnya.

    Tahun 2011 ini Kaur sudah berusia 8 tahun dan masih terdaftar sebagai salah satu daerah yang tertinggal, namun masih ada kesempatan waktu 2 tahun lagi bagi Hermen-Suti untuk membangun Kaur dan keluar dari ketertinggalan. Mungkinkah Bupati dan Wakil Bupati Kaur bisa ? Kalau melihat dari sepak terjang Bupati dan Wakil Bupati Kaur Hermen-Suti, jika tidak ada hambatan, mudah2an Kaur berhasil dan lepas dari ketertinggalan.

     Semenjak Kabupaten Kaur ini mekar, baru kepemimpinan Hermen-Suti yang sudah terbukti berhasil mendapat dana APBN untuk percepatan pembangunan infrastruktur senilai 17,8 millyar. Dana tersebut digunakan untuk membangun jalan hotmex sepanjang 3 km  dan pembukaan jalan baru sepanjang 8 km yang sekarang sedang berjalan. Mudah-mudahan dalam waktu dekat, rencana pembangunan lain yang sudah diprogramkan Hermen-Suti seperti Pembangunan jalan-jalan sentra produksi, Taman BINEKA, KTM (Kota Terpadu Mandiri) dan 1000 Unit perumahan untuk masyarakat kaur yang belum memiliki rumah, Pariwisata, PLTA bisa terwujud.

     Namun yang dikhawatirkan ketika Presidium BESEMAH SELATAN yang didukung oleh suku Pasma yg terdiri dari 10 Kecamatan minta persetujuan DPRD dan Bupati Kaur tidak menutup kemungkianan akan terjadi pro dan kontra. Sehingga dikhawatirkan akan terjadi bentrok fisik yang berujung dengan  pertumpahan darah. Untuk itu Strategi dan Kunci solusi menyikapi hal seperti ini tentu ada di tangan Bupati dan Wakil Bupati Kaur yang mesti dengan arif dan bijak untuk menyikapi. (Tim)


Kirim Komentar Anda...!!!

Komentar Anda Akan Kami Muat di Metro Indonesia.













© 2010 Surat Kabar Metro Indonesia OnLIne. All Rights Reserved


 

This free website was made using Yola.

No HTML skills required. Build your website in minutes.

Go to www.yola.com and sign up today!

Make a free website with Yola