Kadis Pertanian Kabupaten Kerinci Diduga Sunat Dana PUAP 2009 


    Kerinci, Jambi –Dana sebanyak Rp 9,1 Milyar yang dikucurkan untuk dekon Pengembangan Usaha Agribisnis Perdesaan (PUAP) TA 2009 untuk Kabupaten Kerinci Jambi, pencairannya sampai saat ini TA 2011 tak tahu juntrungnya. Sedangkan dana PUAP TA.2010 dikabarkan sudah cair pula senilai 5 Milyar lebih. Pencairan dana oleh dinas pertanian Kabupaten kerinci dibuat dalam 3 tahap, Tahap pertama dengan nilai 50%, tahap kedua 30% dan tahap ketiga 20%.

    BLM-PUAP bertujuan untuk modal usaha agribisnis para petani miskin, TA.2009 ini dikucurkan untuk 91 Gabungan kelompok tani (GAPOKTAN) seKabupaten Kerinci masing-masing Gapoktan mendapat kucuran 100 juta rupiah. Dugaan kuat PUAP kerinci belum terlaksana sebagimana mestinya lantaran akibat pencairannya dibagi 3 tarmen bahkan pencairan setiap tarmen dikenakan pembayaran dengan jumlah beragam, namun rata-rata Rp.1,5 juta rupiah per Gapoktan untuk setiap tarmen.

     ”Untuk 100 juta saja Gapoktan bagi-bagi modal usaha agribisnis ini kepada para anggota kelompok tani (poktan) tidak mencukupi, apalagi pencairannya dibagi dalam 3 tahap, dan rekomendasi pencairan juga harus pakai uang”, ungkap seorang ketua Gapoktan kepada Metro Indonesia.

     Ada juga Gapoktan yang ingin pencairan dana itu dipercepat, maka disinyalir gapoktan itu harus merespon biaya rekomendasi pencairan dan siap menerima resiko kalau-kalau didemo para anggotanya.

    Hasil pantauan koran ini dan diperkuat informasi para gapoktan/poktan,  dana PUAP TA.2009 Tahap pertama sudah dicairkan, tahap kedua baru beberapa bagian, dan tahap ketiga belum sama sekali.

    Seorang ketua Gapoktan yang enggan dituliskan namanya mengutarakan keluhan karena, para anggota kelompok tani (Poktan) dipimpinnya protes terhadap dirinya (red.ketua gapoktan), karena dianggap tidak bertanggung jawab. Ketua Gapoktan ini sulit memberikan jawaban kepada para poktan karena dana yang seharusnya mengucur 100 juta rupiah yang masuk kerekening Gapoktan berkurang lantaran setiap pencairan dana harus rekomendasi kadis pertanian dan syarat untuk rekomendasi harus dibayarkan uang senilai rata-rata 1,5 juta rupiah per tarmin. Secara langsung Kadis pertanian memang tidak mengatakan harus bayar uang rekomendasi, namun melalui Penyelia Mitra Tani (PMT) “Habib” yang mengatakan demikian. Akibat dari itu Ketua Gapoktan jadi bulan-bulan tudingan anggotanya.
   
    Dikonfirmasi hal ini kepada Penyelia Mitra Tani (PMT) yang bertugas sebagai pendamping Gapoktan/Poktan sekabupaten kerinci “Habib” menuturkan bahwa benar dana tarmen kedua 30 persen baru dicairkan, namun hanya beberapa kelompok tani yang baru nenerimanya. Sedangkan bukti dilapangan temuan koran ini ada gapoktan menerima dana tarmin kedua dalam waktu yang cepat karena dimuluskan dengan pembayaran 1,5 juta.  
Habib katakan bahwa dana rekomendasi itu adalah pemberian para gapoktan secara sukarela (rasa terimakasih), dan semuanya itu sampai saat ini belum clear.

    Jadi tanda tanya para Gapoktan/Poktan seharusnya dana itu cair dari dinas sebanyak 100 persen. Karena kalau dinilai secara pelaksanaan jika dibagi pertahap dana akan menjadi kecil dan jika dibagikan nantinya kapada para poktan, untuk modal usaha tani tidak rasional lagi, jelas saja tidak mencukupi sebagai modal usaha tani.

     Sekretaris PUAP Kabupaten Kerinci dalam hal ini Kabid agribisnis dinas pertanian kabupaten Kerinci Evizal kaget, sepertinya tidak mengetahui samasekali bahwa dana PUAP pencairannya dibagi tiga tahap ketika ditanyakan hal ini kepadanya.   Kabid ini menurut staf dijajarannya diangap Orangnya Agamis tidak ambil peduli dengan PUAP karena merasa tidak dilibatkan dan takut mengambil resiko. (JHONTECH/YOSEP)

Kirim Komentar Anda...!!!

Komentar Anda Akan Kami Muat di Metro Indonesia.

Back

 













© 2010 Surat Kabar Metro Indonesia OnLIne. All Rights Reserved 

 

This free website was made using Yola.

No HTML skills required. Build your website in minutes.

Go to www.yola.com and sign up today!

Make a free website with Yola