Kadis Kesehatan Mukomuko Diduga Korupsi

KPK Wajib Periksa Edi Rusdi

Pembangunan Puskesdes yang biayanya bernuansa KKN.

    MUKOMUKO – Pembangunan Pusat Kesehatan Desa (Puskesdes) di Kecamatan Kota Mukomuko, Provinsi Bengkulu, ternyata bernuansa Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN). Karena diduga pembangunannya tidak mengikuti aturan yang ada, seperti bahan bangunan yang dipersiapkan.

Pemerintah Kabupaten Mukomuko melalui Dinas Kesehatan melimpahkan tanggung jawab untuk pekerjaan pembangunan 5 unit Puskesdes yang dibangun di (1) Desa Resno (2) Desa Sinar Laut (3) Desa Simambang Makmur (4) Desa Berangan Mulya (5) Desa Banjar Sari dan satu (1) unit Rumah Dokter yang dibangun di Kecamatan Kota Mukomuko dan 1 unit Puskesman yang di bangun di Kec. Teras Terunjam.

    Seluruhnya item pekerjan di Dinas Kesehatan Kabupaten Mukomuko terdiri dari 7 (tujuh) paket. Sumber dana berasal dari DAK NON DR Kabupaten Mukomuko tanggal Kontrak 24 Juni 2010 lama kontrak 180 Kalender, sedang Konsultan Perencana CV. Ideal Consultant.

    Adapun untuk biaya Pagu dana membangun satu unit PUSKESDES Rp 210.000.000,- dengan hasil penawaran dari kontraktor bervariasi ada yang membuat penawaran satu unit seperti penawaran oleh CV.yang dapat mengerjakan proyek itu sebesar Rp 207.770.000,- Begitu juga dengan Pagu Dana pembangunan Rumah Dokter di Kecamatan Kota Mukomuko Rp 247.640.000,- hasil penawaran dari kontraktor yang dimenangkan oleh CV. Nashwa Putri seharga Rp 245.845.000,-

    Namun sangat disayangkan mutu dari pekerjaan kontraktor diduga asal jadi dan banyak diantara pekerjaan dari kontraktor hanya  mencuri volume yang sengaja untuk  merubah spesifikasi yang ada didalam RAB.

    Seperti adukan semen sangat diragukan sama sekali karena kebanyakan kontraktor bekerja secara manual dan mereka tidak pakai mesin molen untuk mengaduk semen sehingga ketahanan plaster yang dibuat sangat diragukan sekarang saja sudah banyak dinding plaster yang retak dan juga mengenai lantai bangunan banyak diantaranya tidak di Cor dengan koral hanya mempergunakan semen dan pasir lalu diplaster setelah itu ditimpa dengan ubin proslen warna putih sehingga belum lama di pergunakan lantainya nanti pada mengelupas dan ubin proslennya akan copot satu per-satu seperti proyek pembangunan Puskesdes Di Desa Berangan Mulya dan Desa Banjar Sari lantai bangunan itu tidak dicor dengan koral hanya mempergunakan pasir dan semen saja dan ini adalah salah satu bukti bahwa proyek tersebut jarang dipantau oleh pihak PPTK sehingga pihak dari konraktor semaunya saja untuk mengerjakan proyek tersebut.

    Menindak lanjuti pembangunan Pusdekdes, Rumah Dokter dan Puskesman di Kabupaten Mukomuko kental dengan nuansa KKN sesuai dengan pasal 2 Undang-undang KKN No.31 Tahun 1999 jo.Undang-undang N0.20 Tahun 2001, Setiap orang yang secara melawan hukum melakukan perbuatan memperkaya diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi yang dapat merugikan keuangan Negara atau perekonomian Negara, di pidana dengan kurungan  penjara seumur hidup.

    Kini bagaimana pihak hukum Kajari dan Polres Kabupaten Mukomuko untuk menyingkapi pekerjan kontraktor yang mengerjakan POSKESDES tersebut  selaku PPTK dan KPA  proyek harus bertanggung jawab sepenuhnya dengan proyek yang ada di-Dinas Kesehatan itu dan jangan setiap bangunan proyek  yang dikerjakan terkesan  asal jadi dan akibatnya  merugikan pembangunan di Kabupaten Mukomuko. (HM)

Kirim Komentar Anda...!!












© 2010 Surat Kabar Metro Indonesia OnLIne. All Rights Reserved/Back

This free website was made using Yola.

No HTML skills required. Build your website in minutes.

Go to www.yola.com and sign up today!

Make a free website with Yola