Gubernur Awang Faroek Ishak Berikan Dana BOS

 Kadisdik Memuji Prestasi Siswa Kalimantan Timur

 


Kepala Dinas Pendidikan Pemprov Kaltim Musyahrim MM

 


     SAMARINDA, KALTIM — Program wajib belajar (Wajar) yang telah dicanangkan Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Awang Faroek Ishak, bukan hanya slogan belaka. Terbukti dengan perhatian Pemerintah Provinsi yang telah memberikan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS DA) dengan jumlah Rp 1.000.000,- per siswa per tahun untuk SMA/MA Negeri maupun Swasta, dan Rp 1.500.000,- per siswa per tahun untuk siswa SMK Negeri dan Swasta. Ini semua dilakukan Pemprov demi untuk meningkatkan mutu siswa dalam proses belajar di sekolah.

     Terbukti kelulusan siswa SMA/MA/SMK di Kaltim tahun 2011 meningkat pesat dengan kelulusan mencapai 98,3 persen dari pengikut Ujian Nasional (UN) yang berjumlah 84.975 siswa, ini prestasi yang sangat membanggakan.

     Menurut Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Pemprov Kaltim Musyahrim MM, keberhasilan ini dicapai karena adanya kerja sama yang baik dan saling koordinasi antara Dinas Pendidikan Provinsi dengan Dinas Pendidikan Kabupaten dan Kota se-Kaltim. “Baik dalam upaya peningkatan mutu siswa itu sendiri maupun di saat sosialisasi dan pendistribusian soal UN ke daerah-daerah,” tegasnya kepada wartawan Metro Indonesia baru-baru ini.

     Hal senada juga diungkapkan Hari Murti, Kadisdik Tingkat II Kota Samarinda. Dengan senyum ceria Hari Mukti mengatakan, keberhasilan siswa dalam mengikuti UN ini benar-benar berhasil dengan menggembirakan dan patut disyukuri. “Prestasi ini harus kita pertahankan di tahun-tahun mendatang, kalau perlu kita tingkatkan lagi prosentasenya,” papar Hari Mukti.

     Musyahrim yang ditemui di ruang Tempuak Solaai Sekolah Takaaq menambahkan, kunci keberhasilan siswa di sekolah baik yang menghadapi UN maupun prestasi-prestasi lainnya, yang paling berpengaruh adalah Guru. “Sehingga mutu guru juga patut diperhatikan dan ditingkatkan, yaitu dengan melakukan peningkatan kualifikasi dan kompetensinya. Ini telah dilakukan Pemprov dengan cara menjalin kerja sama dengan Perguruan Tinggi seperti Universitas Mulawarman, STAIN dan Universitas Terbuka,” ujar Musyahrim. Lebih dari 7.000 guru se Kalimantan Timur yang sudah mendapatkan peningkatan kualifikasi yang dulunya hanya Diploma, sekarang ditingkatkan menjadi Sarjana (S-1).

     Selain itu, lanjut Musyahrim, Pemprov juga melakukan program pengiriman guru yang bekerja sama dengan pusat pelatihan pengembangan pendidikan tenaga guru dan kependidikan (P4TK). Seperti P4TK Bahasa dan Bisnis Pariwisata di Jakarta, P4TK Matematika di Joyakarta serta P4TK Pertanian di Cianjur.

     “Bukan hanya itu, untuk memacu prestasi guru, Gubernur Awang Faroek Ishak setiap tahun memberikan hadiah berupa uang sebagai motivasi kepada guru yang berjasa dan berprestasi. Bila siswanya berhasil meraih juara di Olimpiade baik itu tingkat nasional maupun internasional,” papar Musyahrim.
Ketika ditanya wartawan mengenai nominal hadiahnya. Kadisdik Pemprov itu menegaskan, hadiah tergantung jenis prestasi yang diraihnya. Contoh untuk siswa yang berhasil mendapat medali emas, guru pembinanya mendapat uang sebesar Rp 25 juta, sedangkan perak Rp 15 juta, dan perunggu Rp 10 juta. Lalu bagaimana dengan siswanya sendiri? “Siswanya kan sudah mendapat medali dan piala,” jawab Musyahrim. (Z/AR)

 

Kirim Komentar Anda...!!!

Komentar Anda Akan Kami Muat di Metro Indonesia.



















© 2010 Surat Kabar Metro Indonesia OnLIne. All Rights Reserved

 

This free website was made using Yola.

No HTML skills required. Build your website in minutes.

Go to www.yola.com and sign up today!

Make a free website with Yola