Pembangunan Kaltim Kedepankan Komperatif 







 Gubernur Kalimantan Timur
Awang Faroek Ishak

 

 


     Samarinda, Kaltim — Gubernur Kalimantan Timur Awang Faroek Ishak menilai bahwa perlu kebersamaan dari empat pemerintah provinsi se-Kalimantan dalam upaya percepatan pembangunan baik secara regional maupun per daerah.

     "Kalimantan dengan kondisi sekarang, yakni wilayah sangat luas yang dihadapkan dengan kelemahan infratrusktur perlu kebersamaan semua daerah di pulau ini dalam upaya percepatan pembangunan," ujar Awang Faroek Ishak di Samarinda, beberapa waktu lalu. Ia menilai bahwa melalui kebersamaan dengan mengedepankan keunggulan komperatif dan kompetitif masing-masing provinsi maka berbagai permasalah di Kalimantan bisa teratasi.

     Empat provinsi di Kalimantan adalah daerah-daerah  yang memberikan kontribusi besar bagi negara karena kekayaan alamnya. Namun, kenyataannya wilayah Kalimantan masih dihadapkan dengan berbagai persoalan, terutama akibat kelemahan prasana dan sarana umum, misalnya jalan.
"Percepatan pembangunan regional Kalimantan akan lebih mudah bila dilakukan secara bersama antar provinsi di Kalimantan. Pendekatan pembangunan ini harus mengedepankan konsep kebersamaan dan terpadu atau comprehensif integral," papar Awang.
Hal senada kembali diutarakannya ketika menerima anggota Komisi V DPR-RI yang melakukan kunjungan kerja ke Kaltim 11-14 April, di Ruang Tepian I Kantor Gubernur.

     Menurutnya bahwa pembangunan Kalimantan memang akan lebih cepat dilakukan secara bersama-sama, tidak bisa dilakukan sendiri-sendiri. Akan lebih baik dengan mengedepankan keunggulan komperatif dan keunggulan kompetitif masing-masing provinsi.

     Keunggulan komperatif dan kompetitif, lanjutnya, antara lain yang dimikili setiap provinsi, misalnya untuk sarana pelabuhan angkutan CPO di Maloy Kaltim. Sementara untuk pendidikan kedokteran, mungkin dapat mengembangkan Fakultas Kedokteran Universitas Lambung Mangkurat. (Zainal)
"Disadari atau tidak, setiap provinsi di Kalimantan memiliki keunggulan komperatif dan kompetitif yang berbeda-beda  satu dengan lainnya. Pendataan akan keunggulan masing-masing provinsi yang akan ditindaklanjuti guna penentuan arah kebijakan yang lebih terarah," papar Awang.
Kerja sama antarprovinsi tersebut, salah satunya bisa direalisasikan melalui pembangunan Jalan Lintas Kalimantan yang melintasi empat provinsi di Kalimantan.

     Kondisi Jalan Lintas Kalimantan di Kaltim  kondisinya hingga kini masih sangat memprihatinkan. Hal serupa juga terjadi di provinsi lain di Kalimantan.
Namun, jika upaya membenahi infrastruktur di Kalimantan masih mengedepankan ego kewilayahan, maka upaya untuk percepatan pembangunan regional Kalimantan diperkirakan tidak berjalan mulus.

     Dari kerjasama antar empat provinsi di Kalimantan, jelas Awang, tidak menutup kemungkinan untuk secara bersama-sama mendirikan perusahaan penerbangan yang dananya berasal dari empat provinsi di Kalimantan.

     Sebenarnya, upaya percepatan pembangunan regional Kalimantan sudah lama tercetuskan melalui forum BIMB-EAGA (Brunei-Indonesia-Malaysia-Filipina, The East ASEAN Growth Area) pada 1990-an, bahkan Trans Kalimantan itu meliputi bukan hanya provinsi di Kalimantan namun juga Sabah-Serawak dan Brunei namun sampai kini tidak jelas realisasinya.

Kirim Komentar Anda...!!!

Komentar Anda Akan kami Muat di Metro Indonesia.

















© 2010 Surat Kabar Metro Indonesia OnLIne. All Rights Reserved 

 

This free website was made using Yola.

No HTML skills required. Build your website in minutes.

Go to www.yola.com and sign up today!

Make a free website with Yola