Di Dalam Ruangan Penjara Narkoba Merajalela 

 Kamar LP Bengkulu Kalahkan Kamar Hotel Seharga Rp 5 Juta

Inilah hotel ‘prodeo’ yang kamarnya sangat mahal. 


     Bengkulu — Propinsi Bengkulu termasuk Provinsi terkorup di Indonesia begitu juga dengan supremasi hukum semuanya bermain duit, begitu juga dengan peradilan banyak mafia hukum yang memperjual-belikan hukum.  Juga termasuk di Lembaga Permasyarakatan (Penjara) di Provinsi Bengkulu juga adanya sarang penyamun.

     Rupanya HAM di Penjara Bengkulu itu tidak berlaku, yang berlaku adalah hukum rimba. Anehnya di dalam penjara Bengkulu, para sipir (Petugas Penjara-Red) yang berkuasa bagaikan malaikat pencabut nyawa dan uniknya lagi tawar menawar ruangan kamar selalu terjadi transaksi dari kamar elit hingga kamar kotor selalu menjadi objek yang menguntungkan bagi para petugas penjara di Propinsi Bengkulu. Bengkulu Gusti Angga Rianto, mantan narapidana Provinsi Bengkulu menuturkan dengan rinci, apa yang pernah dialami selama berada didalam penjara kepada Tim Metro Indonesia.

     Namanya kamar Blok A nomor 7 bisa dihargakan Rp 500 ribu hingga Rp 1 juta bagi yang mau membayar kamar tersebut dan kalau ruangan para pejabat bisa dihargakan Rp 3 juta hingga Rp 5 juta dan didalam penjara itu bebas dan banyak beredar Narkoba dan seperti baju ‘pamping’ (seperti baju tahanan pidana-red). Seharusnya dibagikan kepada para Napi ternyata tidak dibagikan begitu juga dengan baju Dist untuk menghadapi para pembesuk tahanan berantam gara-gara meminjam baju Dist itu, namun bagi yang dekat dengan petugas penjara dapat meminjam baju Dist, karena kalau tidak memakai baju Dist tidak bisa dikunjungi, ujar Angga.

     Pembesuk dari keluarga saja harus bayar dari Rp 10 ribu hingga Rp 20 ribu  kalau tidak bayar tidak bisa duduk diluar harus duduk didalam kalau keluarga dari pegawai negeri  dianakemaskan yang penting duit. Bagi yang mengurus penjara di Bengkulu itu yang memungut dana tersebut para piket seperti ibuk Devi yang dipertanyakan dikemanakan dana dari pungutan liar itu (Pungli) oleh ibu Devi. Yang tragisnya lagi mengenai penganiayaan para Sipir penjara terhadap para napi sungguh tidak manusiawi dan di penjara Bengkulu HAM tidak berlaku. Biasanya yang namanya penjara, tempat orang bertaubat, namun di penjara Bengkulu para petugas melebihi dari pada Bandit dan Garong.

     Tingkah lakunya melebih dari perampok, yakni mengeruk keuntungan pribadi dengan memeras para keluarga Napi yang sangat bertentangan dengan norma-norma hukum dan aqidah. Anehnya lagi para petugas di Penjara Bengkulu banyak diantaranya berjiwa KKN untuk memperkaya diri sendiri.
Menindak lanjuti Penjara Bengkulu, para Napi berharap kepada pihak pemerintah yang berkompeten agar dapat menertibkan para pengurus, termasuk dengan para sipir penjara, agar benar-benar menjalankan tugas sesuai dengan Pancasila prikemanusiaan yang adil dan beradab. Jangan para sipir bertindak seperti setan, karena para Napi itu juga manusia. (Angga)


Kirim Komentar Anda....!!!

Komentar Anda Akan Kami Muat di Metro Indonesia.













© 2010 Surat Kabar Metro Indonesia OnLIne. All Rights Reserved


 

This free website was made using Yola.

No HTML skills required. Build your website in minutes.

Go to www.yola.com and sign up today!

Make a free website with Yola