Balas Dendam dari Kandidat Cabup yang Kalah

 


     Baru-baru ini telah terjadi penyerbuan dan pengrusakan sebuah kendaraan mobil bernomor BD 1948 AF yang terjadi di Kabupaten Kaur, Provinsi Bengkulu. Di mana beberapa orang tak dikenal yang merusaknya, menganggap pemilik atau pengendara mobil tersebut sebagai perusuh dan provokasi, entah dari pasangan calon Bupati dan calon Wakil Bupati yang kalah pada pemilihan umum kepala daerah (Pemilukada) Kabupaten Kaur, atau yang selalu memberitakan tentang Gubernur Bengkulu yang kini ditahan aparat hukum.

     Kejadian tersebut pada hari Minggu, 5 Juni 2011 sekitar pukul 22.30 WIB, bahwa pengendara mobil tersebut sepulang dari silaturrahmi dengan Wakil Bupati Kaur terpilih dan telah dilantik, saat mobil berjalan tepatnya di Jembatan Desa Sekunyit Kecamatan Kaur Selatan, Kabupaten Kaur, Provinsi Bengkulu, tiba-tiba dua orang tak dikenal menyerbunya dengan lemparan-lemparan beberapa batu kali. Akibat serangan itu, mobil rusak berat, yakni kaca depan dan samping hancur total. Sedang dua orang yang menyerang tadi langsung kabur mengendarai sepeda motor.

     Sementara pengendara mobil tadi langsung melapor ke pihak Kepolisian terdekat, dan bahkan sempat diceritakan para pelaku yang kabur tersebut jalan mengarah ke Kota Bintuhan. Melihat kejadian tersebut, ada yang patut dicermati dan disimak. Bahwa penyerbuan dan pengrusakan mobil yang baru saja sepulang dari silaturrahmi dengan Wakil Bupati Kabupaten Kaur. Mungkinkah penyerangan orang tak dikenal tadi sebagai ajang balas dendam dari pihak cabup dan cawabup yang kalah?

     Tentunya disebutkan juga, bahwa pengendara mobil tersebut menjadi nara sumber sebagai pemberitaan tentang kasus-kasus penyelewengan yang dilakukan Gubernur Provinsi Bengkulu. Sehingga penyerangan tersebut juga sebagai ajang balas dendam dari pihak-pihak tak bertanggung jawab?

     Pengendara mobil yang disebutkan sebagai seorang nara sumber dan tokoh masyarakat yang cukup disegani itu, memang selalu mendapat teror dari pihak-pihak lainnya. Sehingga tidak tertutup kemungkinan, bahwa penyerangan dan pengrusakan yang dilakukan oleh orang-orang tak bertanggung jawab adalah dari pihak yang memang akan melakukan balas dendam terhadap baik itu tim sukses, nara sumber pemberitaan, dan sebagai orang yang perlu disingkirkan.

     Kasus tersebut juga belum bisa ditangani pihak Kepolisian, terkesan ada konspirasi politik dan lainnya antara pihak yang tak bertanggung jawab dengan pihak-pihak lainnya. Dugaan-dugaan itu akan terkuak setelah adanya informasi dan opini yang dibuat oleh tokoh-tokoh tertentu.

 

Kirim Komentar Anda...!!!

Komentar Anda Akan Kami Muat di Metro Indonesia.


















© 2010 Surat Kabar Metro Indonesia OnLIne. All Rights Reserved

 

This free website was made using Yola.

No HTML skills required. Build your website in minutes.

Go to www.yola.com and sign up today!

Make a free website with Yola