Periksa Segera Kepala
Kantor Adpel Manado

Seputaran Pelabuhan Manado, Provinsi Sulawesi Utara.

    Manado — Akibat cuaca angin laut dari arah barat yang cukup tinggi, membuat Kapal Penumpang jurusan Kepalauan Sitaro, Sangihe dan Talaud dan rute Manado-Siau dan Sangihe nyaris mengalami kecelakaan saat melintas di laut Sulawesi. Apalagi menurut perhitungan di bulan Desember angin bertiup dari arah barat cukup kencang, perubahan iklim tidak menentu ini tentu menjadi peringatan kapal penumpang.

    Kapal Motor (KM) Margareth yang berangkat dari pelabuhan Manado sekitar pukul 18.00 WITA mengalami insiden saat melintas di antara pulau Biaro dan Talise, penyebabnya kerasnya angin dari arah barat serta gelombang yang tingginya mencapai rata-rata diatas 3 meter.

    Dengan kejadian itu sehingga membuat para penumpang menjadi panik serta ketakutan, dimana masing-masing mulai mencari jalan sendiri-sendiri untuk menyelamatkan diri dengan berusaha berebutan naik keatas Dek Kapal tapi sayangnya cara seperti itu bukan membuat posisi kapal lebih baik, tapi melainkan lebih lebih parah keadaan kemiringan kapal tersebut kearah Kanan.

    Selain itu salah satu penyebab dan dari batalnya pelayaran KM Margareth karena over kapasitas penumpang yang ada didalam Kapal, dan  praktek pelanggaran UUD  tentang Pelayaran yang seperti ini sudah sejak lama terjadi di Kantor Administrator Pelabuhan (Adpel) Manado dimana seringkali terjadi Negosiasi antara Petugas Pemeriksa Keberangkatan Kapal dengan ABK yaitu Jumlah ketambahan melebihi Penumpang resmi yang berkisar mencapai kurang lebih 200 orang.

    Praktek kotor yang semacam ini sering kali terjadi disaat masyarakat kepulauan hendak merayakan hari keagamaan di kampung halaman mereka, maka terjadi membludaknya arus penumpang. Hal yang semacam ini tentunya sekurang-kurangnya diketahui oleh oknum Kepala Kantor Adpel Manado Dolvi Tampi, SE.

    Hal semacam ini mereka jadikan objek para Petugas Pengawasan Keberangkatan Kapal dan Kepala Kantor itu sendiri sebagai tambahan pendapatan uang belanja (Korupsi). Maka untuk mengklarifikasi tentang praktek kotor yang terjadi di Kantor Adpel Manado, wartawan Metro Indonesia datang kerkunjung ingin bertemu dengan Kepala Kantor Adpel, tapi tidak pernah diberi kesempatan untuk diwawancarai selalu jawaban kepada wartawan lewat piket.

    “Bapak lagi sibuk, maaf nanti lain waktu saja,” ujar oknum penerima piket. Begitu juga dicoba dihubungi melalui telepon genggam (seluler) tidak ada nada sambung, bahkan selalu tidak aktif. Ada informasi bahwa Kepala Kantor Adpel Manado ganti-ganti nomor HP.
Ada apa dengan Dolvi Tampi yang terkesan menutup-nutupi? Mungkinkah dengan trik record yang kurang baik sehingga selalu menghindar dari kejaran wartawan?

    Sebagai media untuk fungsi kontrol para pejabat, maka Metro Indonesia akan menelusuri sesuai berita seimbang, jujur dan independen dari setiap penyimpangan kinerja yang ada di Kantor Adminstrator Pelabuhan Manado. Dalam edisi mendatang akan dikupas habis tim investigasi Metro Indonesia Perwakilan Sulawesi Utara, ini juga sesuai motto “Memberantas Korupsi dan Nepotisme, sekalipun maut akan menjemput,”.(Albert H.J. Montolalu dan Jein Montolalu)

Back 













© 2010 Surat Kabar Metro Indonesia OnLIne. All Rights Reserved


This free website was made using Yola.

No HTML skills required. Build your website in minutes.

Go to www.yola.com and sign up today!

Make a free website with Yola