Kantor Pelabuhan Batam Sarang Pungli |

Batam, KEPRI — Ratusan kapal parkir tidak beraturan di Kawasan laut Batu Ampar, berbagai macam bendera dari berbagai Negara tampak berkibar di atas kapal-kapal tersebut, beberapa kapal pompong hilir mudik, mengitari kapal besar tersebut yang lagi parkir. Untuk menawarkan jasa kepada anak buah kapal, yang ingin turun kedaratan Batu Ampar batam, sedangkan kapal, Patroli aparat penegak hukum, melakukan tugas rutinya.
Untuk mengungkap aktifitas pelabuhan tersebut tim Metro Indonesia bersama LSM Ampera, untuk menggungkap dugaan adanya oknum instansi terkait,- Bidang Komersil, yang kerap mengadakan pungutan liar (pungli). Untuk menggali informasi inipun sangat sulit sekali, namun tim investigasi dan LSM mencoba menemui beberapa kuli pelabuhan Batu ampar,dari informasi yang didapat, teryata banyak oknum Kantor Pelabuhan Laut (Kanpel) Batam, yang kerap melakukan pungli terhadap para agen kapal.kenakalan dilakukan oleh oknum Bidang Komersil Kanpel Batam.
Modusnya, setiap kapal luar daerah yang akan parker di Batam, para agen inilah yang akan melapor dan melakukan pengurusan segala birokrasi diKanpel Batam.setelah adanya laporan itu,pihak Kanpel mengadakan pemeriksaan terutama kelengkapan surat kapal-kapal tersebut. “Jika saja peraturan ditegakkan tentu banyak kapal yg menuai permasalahan, dengan aturan pelabuhan itu, ternyata menjadi celah bagi oknum pelabuhan tersebut, untuk melakukan pungli, terhadap para agen kapal tersebut. Bagaimana tidak mengiurkan,segalanya diselesaikan dengan uang pelabuhan itu, dengan mata dollar,” ujar salah seorang kuli tersebut yang tidak mau namanya dipublikasikan.Banyak celah pungli dilakukan oleh Oknum kanpel Batam,misalnya saol labuh jangkar,dimana pihak Kanpel mengandeng pihak perusahaan swasta utk menata parkir kapal-kapal yg akan labuh jangkar.
Pihak swasta inilah yg mengutip biaya parkir,selanjutnya sebagian dana parkir masuk Kanpel dan dana lainya masuk kantong oknum pejabat kanpel dan uang kopi oknum pengawai rendahan Kanpel Batam. Anehnya adanya semacam tender terhadap kapal-kapal tersebut, yang ingin labuh jangkar tersebut yang membayar upeti tertinggi,maka dialah yang lebih dahulu berhak untuk sandar dipelabuhan tersebut.
Hal ini bukan rahasia umum lagi, diantara agen kapal tersebut. “biarlah mengeluarkan beberapa Dollar saja utk oknum, asal kapal mereka dapat merapat secepatnya dibatu ampar. Dari pada lama labuh jangkar, tentu akan memakan biaya yg cukup besar lagi,” ujar salah seorang agen pelayaran. Selain itu pihak kapal juga harus pintar, pintar kepada oknum Komersial Kanpel Batam terkait soal air seharga 10 dollar permeter kubik Jika tidak mengeluarkan dana ekstra untuk oknum pegawai tersebut, tentu air yang dikasih kurang baik kualitasnya. tambah oknum staff komersil Pelabuhan Batam. (P’adi/Ef)
Kirim Komentar Anda...!!!
© 2010 Surat Kabar Metro Indonesia OnLIne. All Rights Reserved