Akibat Memberitakan Gubernur Atut Keturunan Perampok

Kapolda Metro Harus Usut Penambak Wartawan ‘Tiro’

Para kuasa hukum tersebut terdiri dari Farhat Abbas, Chairil Ajis, Indra Cahaya,Farhat Abas, dan Adzil SH serta Pemred majalah Tiro dan korban saat mengadakan jumpa pers. 

     JAKARTA — Kapolda Metro Jaya, Inspektur Jenderal Untung Suharsono Radjab diminta para kuasa hukum Majalah Tiro untuk segera mengusut secara tuntas atas terjadinya percobaan pembunuhan terhadap wartawan Majalah Tiro Matroji Dian Swara. 

     Para kuasa hukum tersebut terdiri dari Farhat Abbas, Chairil Ajis, Indra Cahaya,Farhat Abas, dan Adzil SH. Mereka mendatangi Kapolda yang disambut langsung. Namun hingga berita ini cetak pengusutan belum diterima redaksi. Sedang Pemimpin Redaksi Majalah Tiro menyesalkan terjadinya percobaan pembunuhan terhadap salah satu wartawannya Matroji Dian Swara oleh empat orang misterius dengan menggunakan senjata api. Kejadian yang dialami oleh Matroji tersebut terjadi pada jumat (25/11/2011) lalu sekitar pukul 13.00 wib di jalan Deplu Raya, di depan Toko Kids Cartun, Bintaro Jakarta Selatan.

     Atas kejadian itu Matroji langsung melaporkan apa yang dialaminya itu ke Polsek Pesanggrahan. Namun karena dinilai lamban penanganannya maka iapun membuat laporan kembali ke Polda Metro Jaya pada 2 desember 2011 setalah Di dampingi Pengacaranya Chairil Ajis, Indra Cahaya, Farhat Abas, dan Adzil SH Mereka disambut oleh kapolda langsung.

     “Saat itu klien kami Matroji keluar dari kantor Redaksi Majalah Tiro di jalan Deplu Raya no 15 B, saat berada di halaman, korban Matroji melihat ada 4 orang mencurigakan, lalu Matroji menghidupkan sepeda motornya. Korban kemudian mengendarai sepeda motornya ke arah Bintaro. Tepat di depan Toko Kids Cartun sebelum Pizza Hutt Bintaro, korban menoleh ke kaca spionnya dan ternyata ia diikuti oleh keempat orang yang di depan kantornya tadi.

     Secara tiba-tiba korban dipepet dan langsung dipukul oleh dua orang yang mengendarahi Yamaha Yupiter MX, hamper dalam waktu yang bersamaan korban juga dipukul oleh 2 orang yang mengendarai motor Shogun. Kemudian pengendara motor Suzuki Shogun mengeluarkan senjata api. Pelaku pun menembakkan senjata api tersebut kea rah tubuh korban, namun korban selamat dari upaya penembakan tersebut, peluru pun hanya mengenai penutup lampu depan motornya hingga hancur,” kata kuasa hukum Majalah Tiro dari kantor Chairil Adjis & partner saat jumpa pers, di restoran sari kuring belakang Polda Metro Jaya Rabu (7/12/2011).

     Menurut dugaan penyidik di Polsek Pesanggrahan motif penembakan tersebut adalah pencurian dengan kekerasan ataupun perampasan motor seperti yang diberitakan di sejumlah media beberapa waktu lalu. Namun kuasa hukum Majalah Tiro menduga kuat, bahwa percobaan pembunuhan tersebut terkait dengan pemberitaan majalah Tiro. “Sebab dari analisa kami, terhadap kejadian tersebut ada beberapa kejanggalan-kejanggalan kalau hanya sekedar perampasan motor,” kata Chairil Adjis.

     Chairil menambahkan, seperti diketahui, sekitar 12 oktober 2011 lalu, tim sukses Atut-Rano seperti yang dimuat oleh sejumlah media, mengancam akan melaporkan majalah Tiro ke Dewan Pers dan Polda Metro Jaya terkait pemberitaan edisi 62 dan 63. Masing-masing berjudul ‘Tangkap Gubernur Banten’ dan ‘Gubernur Atut Keturunan Perampok?’. Kedua edisi tersebut menurut Chairil mengupas masalah dugaan korupsi dana Hibah dan bansos propinsi Banten sebesar Rp 391 miliar yang telah dilaporkan ICW dan sejumlah LSM ke KPK.

     Tak hanya itu, nomor HP pemimpin Redaksi Majalah Tiro yang digunakan sebagai call center majalah tersebut juga menerima ancaman dari nomor privat number yang mengancam akan menghabisinya. Bahkan sebelumnya rumah Pemred sempat didatangi sejumlah orang tak dikenal. Untuk  itu, Pemimpin Redaksi Majalah Tiro Saprudin Roy meminta agar pihak berwajib segera mengusut tuntas siapa dalang aksi yang mengancam keselamatan jiwa Wartawan Majalah Tiro tersebut.dengan Melakukan penyidikan yang komprehensif, memeriksa saksi-saksi mengumpulkan bukti-bukti dan menangkap pelaku.

     Di negara demokrasi seperti Indonesia, pers tidak boleh di bungkam atas kepentikan apapun, bila ada pemberitaan yang tidak sesuai Fakta maka mekanisme Hukum suda mengaturnya, antara lain Hak Jawab dari pihak yang merasa keberatan telah dimuat media tersebut. Kami berharap kejadian seperti yang perna terjadi terhadap Udin di Yogyakarta dan Prabangsa di Bali tidak terjadi lagi di negeri yang tercinta ini. (Iman Sp Noya

Kirim Komentar Anda...!!!

Komentar Anda Akan Kami Muat di Metro Indonesia.













© 2010 Surat Kabar Metro Indonesia OnLIne. All Rights Reserved

 

This free website was made using Yola.

No HTML skills required. Build your website in minutes.

Go to www.yola.com and sign up today!

Make a free website with Yola