Kelompok Tani Desa Talang Petai Bengkulu Diperdaya LSM 


    MUKOMUKO, BENGKULU —Memang tugas Jin Setan dan Iblis di muka bumi ini sebagai penggoda umat manusia namun yang bisa digoda mereka akan celaka akan tetapi kalau yang tidak bisa tergoda fatal akibatnya bagi setan dan jin tersebut. Kejadiannya dengan perlakuan P Manulang yang telah memperdayai masyarakat Kelompok Tani Mandiri Desa Talang Petai. Demikian ungkapan Yadi salah seorang tokoh masyarakat Desa Talang Petai kepada Metro Indonesia belum lama ini.

    “Pembelian baju kaos lengan panjang yang berjumlah 1.000 lembar berlogokan lambang Kelompok Tani Mandiri, lengkap dengan topinya karena baju dan topi semua dipesan langsung kepada Ketua LSM ~TOPAN~RI Kabupaten Mukomuko P. Manulang dengan pembayarannya sudah dibayar lunas,” ujarnya.

    Namun yang menyakitkan adalah P. Manulang hanya memberikan baju dan topi kepada kelompok Tani Mandiri cuma separoh saja dan sisanya mungkin dibagikan oleh P. Manulang kepada orang yang bukan anggota KelompokTani Mandiri dengan Modus yang dilakukan P. Manulang adalah  untuk kepentingan Politik P.Manulang itu sendiri. karena P Manulang pernah menjadi Caleg untuk menjadi calon anggota DPRD kabupaten Mukomuko tapi P Manulang tidak dapat suara diwaktu itu. Selaku Ketua Umum Pimpinan Daerah LSM~CAKRA~RI Kabupaten Mukomuko Yulisman sangat menyayangkan tindakan dan kelakuan oknum pengurus LSM~TOPAN RI tersebut yang Diduga telah mengibulin masyarakat Desa Talang Petai dengan mengorbankan Saidi Alam untuk merayu masyarakat dengan harapan Hutan Produksi Terbatas (HPT)  bisa dijadikan Hutan Peruntukan Lain (HPL).

    Sementara di bagian lain, Desa Talang Sakti dan Desa Talang Petai Kecamatan V Koto Kabupaten Mukomuko dengan bangganya Saidi Alam membuat Kelompok Tani dengan ide sendiri dan mengangkat dirinya menjadi Ketua Kelompok tanpa dipilih oleh masyarakat, bahkan punya maksud untuk menipu masyarakat itu juga pemikiran sendiri.

    Saidi Alam menamakan kelompok Tani yang didirikannya secara Ilegal yaitu Kelompok Tani Mandiri yang disingkat (KTM) didirikan sejak tahun 2006 dengan tujuan kelompok tani ini hanyalah untuk merambah Hutan Produksi Terbatas (HPT) yang lokasinya di Sungai Sakil dan sungai Manjuto.
Rencananya akan dijadikan Hutan Peruntukan Lain (HPL) yang jumlah hutannya mencapai  ribuan hektar dan hasilnya nanti akan dibagi-bagikan kepada masyarakat kelompok tani yang telah mendaftarkan diri yang berjumlah Lebih kurang ada 1.000 KK.

    Modus yang dilakukan oleh Saidi Alam untuk menipu masyarakat Kecamatan V Koto adalah dia mengatakan kepada masyarakat bahwa izin prinsip untuk pengolahan HPT sudah disyahkan oleh DPRD Kabupaten Mukomuko dan Bupati sudah mengeluarkan izin prinsipnya.

    Padahal surat dari DPRD Kabupaten Mukomuko pada tanggal 09 Maret 2007 hanya menanggapi surat Bupati Kabupaten Mukomuko Ichwan Yunus CPA.MM yang bernomor 525/49/D.4/II/2006 tujuan dari surat Bupati itu adalah Perihal Pembebasan Lahan HPT untuk kepentingan lahan usaha tani kebun masyarakat Talang Petai Kabupaten Mukomuko, itu karena Bupati menanggapi surat dari Kades Talang Petai dengan nomor 67/TP/XII/2006 tanggal 28 Desember 2006 semuanya ini harus mengacu kepada undang-undang Manteri Kehutanan dan surat dari Bupati serta surat dari DPRD Kabupaten Mukomuko di perbanyak oleh Saidi Alam, dengan judul KTM Desa Talang Petai,Talang Sepakat dan Talang Sakti Kecamatan V Koto Kabupaten Mukomuko dengan No, 01/KM/X/2010.

    Masyarakat melihat cara kerja Saidi Alam cukup proposional apalagi didampingi oleh LSM TOPAN RI untuk bisa mengurus HPT yang nantinya  bisa dijadikan HPL. Analisa Saidi Alam terhadap LSM TOPAN RI bagaikan dewa penolong untuk dirinya karena katanya LSM TOPAN RI yang bisa langsung berhadapan dengan Menteri Kehutanan di Jakarta.

    Pintarnya Saidi Alam membual untuk meyakinkan masyarakat katanya  HPT itu akan dijadikan kebun plasma nantinya karena LSM TOPAN RI siap mencari donaturnya sesuai dengan isi surat kuasa yang diberikan KTM terhadap LSM TOPAN RI sehingga peminat masyarakat membludak untuk ingin menjadi anggota KTM milik Saidi Alam dengan harapan bisa dapat kebun plasma 2 Ha/KK.

    Banyaknya peminat yang ingin bergabung dengan Saidi Alam sehingga memasang tarif dengan alasan untuk biaya administrasi, pungutan biaya dilakukan mulai dari Rp 60 ribu hingga Rp 200.000,- /KK dan diperkirakan anggota dari masyarakat Kecamatan V Koto yang telah mendaftarkan diri sudah hampir 1.000 KK.

    Kepala Desa Talang Sepakat, Marsal sangat menyayangkan perbuatan Saidi Alam yang tidak pernah memberitahukan apa maksud dan tujuannya untuk mengolah HPT, memang waktu itu ada LSM TOPAN RI mau ngontrak rumah penduduk di desa kami ini untuk mereka jadikan kantor dan juga katanya LSM TOPAN RI itu mau mengajak masyarakat desa ini untuk merambah Hutan.

    HPT namun dengan bermacam cara, saya selaku Kades Desa Talang Sepakat berusaha membatalkan niat masyarakat untuk merambah hutan HPT itu.dan waktu itu saya langsung menghubungi Dinas Kehutanan Kabupaten Mukomuko sehingga Dinas Kehutanan dan Kabidnya langsung menuju Desa kami dan melarang masyarakat untuk merambah hutan HPT itu dan mengenai Saidi Alam telah memungut dana kepada masyarakat dari Rp 60 Ribu hingga Rp 200.000,-/KK.

    Kades Marsal membenarkan namun untuk apa dana itu dipungut saya tidak jelas kerena dari awalnya kami dari perangkat desa tidak satu pun yang diberitahu, kalau dikatakan itu adalah modus penipuan boleh juga

    “Saya sesalkan kepada LSM Topan RI yang mengatas namakan pengurus dari Pusat, yaitu Normal SE, saya bertemu dirumah Sekdes Desa Talang Sakti kok bisa-bisanya Topan RI mengurus HPT sedangkan arti dan makna dari LSM adalah team operasional penyelamatan aset negara artinya adalah untuk mengawasi pemerintah jangan melakukan tindakan korupsi serta sebagai lembaga kontrol sosial kemasyarakatan dan bukan untuk mengurus HPT yang bisa dijadikan HPL, ini adalah pembohongan publik namanya,” ujarnya. (Alfian)

Kirim Komentar Anda..!!

Komentar Anda Akan Kami Muat di Metro Indonesia.

Back

 














© 2010 Surat Kabar Metro Indonesia OnLIne. All Rights Reserved

 

This free website was made using Yola.

No HTML skills required. Build your website in minutes.

Go to www.yola.com and sign up today!

Make a free website with Yola