Beny Leonat, ST.MM Kepala Pasar Induk Kramat Jati:

 Keluhan Pedagang Siap Diperhatikan

 ~ Harry Sartono ‘Dipindahkan’ para PK5 Karena Arogan ~


 


BPPKB Banten Pasar Induk Kramat jati siap bermitra dengan siapapun.



     JAKARTA — Kepala Pasar Induk Kramat Jati yang baru Beny Leonat, ST.MM merasa belum puas dengan apa yang selama ini terjadi di Pasar Induk Kramat Jati PIKJ, seperti di bagian ketertiban, kerapihan, keindahan dan pelayanan. Disamping itu, pihak pengelola pasar dan PD Pasar Jaya akan memperhatikan setiap keluhan dan laporan yang sifatnya mengarah kepada perbaikan.

     Hal itu dikemukakan Beny Leonat saat ditemui tim investigasi Metro Indonesia di ruang kerjanya Kantor PIKJ, Jakarta Timur baru-baru ini, terkait adanya beberapa keluhan dan laporan dari berbagai pihak yang ada di pasar induk kepada wartawan Metro Indonesia mengenai Kepala PIKJ yang lama Harry Sartono yang telah “Dipindahkan” para pedagang kaki lima (PK-5) beberapa waktu lalu.

     Menurut Beni, PIKJ memang perlu pembenahan di semua lini, termasuk penertiban parkir yang agak semrawut dan pedagang yang ada di sekitar pinggiran pasar serta asongan. Begitu juga kuli-kuli panggul dan gerobak yang menjadi jasa angkutan seputaran PIKJ.

     Pasar Induk Kramat Jati memang merupakan pusat perbelanjaan sayuran dan buah-buahan terbesar dan menjadi pilihan bagi masyarakat di seluruh pelosok daerah lain, terutama para pedagang sayuran di rumah-rumah dan lokasi yang khusus, seperti areal pinggir jalan yang ada di sepanjang Kramat Jati, Jakarta Timur dengan batasan waktu yang telah ditetapkan oleh Pemerintah Daerah.

     Sehingga bisa dibayangkan, lokasi PIKJ yang begitu besar dan kegiatannya tak pernah berhenti selama 24 jam, berapa rupiah yang keluar masuk dalam transaksi jual-beli dagangan yang merupakan konsumsi masyarakat setiap harinya.

     Sementara itu, Kepala PIKJ yang lama Harry Sartono “dipindahkan” ke tempat lainnya setelah melakukan arogansi kepada pedagang pasar dengan menendang dan melempar barang-barang pedagang. Metro Indonesia menyusuri dan memberitakan kasus tersebut, yang membuat Harry Sartono ‘tunggang-langgang’ entah kemana.

Kerja Sama yang Baik
     Di bagian lain, Badan Pembinaan Potensi Keluarga Besar (BPPKB) Banten akan turut bekerja sama dan bahu membahu dengan pihak pengelola PIKJ dalam membenahi dan memperindah lingkungan pasar.

      Hal itu dikemukakan Alek, Ketua BPPKB Banten Pasar Induk Kramat Jati di Posko BPPKB Banten. “Bagi kami siapa pun Kepala PIKJ adalah mitra, tentunya dengan sekarang ini dijabat Beni Leonat, harapan untuk mengangkat dan yang lebih ke depan, kami selalu terbuka dan bekerja sama di lingkungan pasar ini,” ujar Alek yang didampingi anggota BPPKB Banten PIKJ.

     Lebih lanjut Alek mengatakan, bahwa yang paling diutamakan dalam membenahi segala yang ada di pasar, adalah kesejahteraan dan ketenangan para pedagang yang ada di PIKJ. Pihaknya selama ini tetap terus memberikan yang terbaik bagi kepentingan orang banyak, tidak terkecuali para pembeli yang datang, tentunya BPPKB Banten selalu memberikan yang terbaik.

      “Jadikanlah kami ini sebagai organisasi masyarakat (Ormas) yang lebih mengarah kebaikan, bukan sebagai yang perlu ditakuti dan diwaspadai. Sebagai mitra, BPPKB Banten siap bekerja sama dengan pihak manapun, tak terkecuali insan pers,” tambah Ketua BPPKB-PIKJ itu. (Ilham/Hasbi)

 

Kirim Komentar Anda...!!!

Komentar Anda Akan Kami Muat di Metro Indonesia.



















© 2010 Surat Kabar Metro Indonesia OnLIne. All Rights Reserved

 

This free website was made using Yola.

No HTML skills required. Build your website in minutes.

Go to www.yola.com and sign up today!

Make a free website with Yola