Kepala Bank Bengkulu Ranting Ipuh Tidak Bersahabat Dengan Nasabah


    Sungai Ipuh — Adanya fasilitas Bank yang ada dikecamatan oleh pemerintah gunanya untuk memperlancar usaha masyarakat untuk simpan pinjam keuangan untuk menunjang kesejahteraan masyarakat namun lain halnya dengan keberadaan Bank Bengkulu Ranting Ipuh dibawah kepemimpinan Muhklis orangnya kasar arogan dan tidak pernah bersahabat dengan nasabah.

    Seperti pengakuan salah satu nasabah Bank Bengkulu yang bernama Zainudin dan sering dipanggil namanya seharian adalah Zai menceritakan keluhannya kepada Metro Indonesia beberepa waktu yang lalu dan Zai menjelaskan dengan rinci bahwa.

    Zai menjadi nasabah Bank Bengkulu pada tahun 2008 dan untuk pinjaman awal Zai mendapatkan Rp 75 juta dengan memborohkan Surat Sartivikat Rumah nya pinjaman tersebut dalam tempo satu tahun Zai langsung melunasi pinjamannya dan membuka pinjaman baru pada tahun 2009 Zai meminjam kembali dan dikabulkan pinjaman keduanya Rp 75 Juta dalam tampo waktu dua (2) Tahun namun usaha Zai selaku pedagang keliling dari pasar kepasar mengalami pasang surut alias bangkrut sehingga untuk membayar setoran di Bank Bengkulu hanya lancar Cuma 12 Bulan saja (Satu Tahun-red) sehingga keridit Bank Zai untuk selanjutnya macet.

    Namun karena paniknya  Zai terdesak dengan utang piutang maka Zai mengambil kesimpulan untuk menjual rumahnya kepada pihak lain gunanya rumah dijual untuk membayar semua hutang piutangnya dan sekalian untuk menebus surat Sartivikat rumahnya yang tergadai  di Bank Bengkulu dan juga Zai harus melunasi pinjamannya agar mendapatkan kembali surat sartivikat rumahnya yang telah menjadi anggunan di Bank Bengkulu itu setelah Zai membayar pokok dan bunga Bank yang berjumlah Rp 53 Juta namun petugas Bank Bengkulu meminta kepada Zai untuk membayar Denda selama kridit macet dengan total Denda Rp 6.800.000,-membuat Zai panik memikirkan Denda itu namun Zai minta pendapat salah seorang dari staf Bank Bengkulu yang bernama Feri agar dapat keringanan untuk membayar Denda tersebut.

    Atas Saran Feri kepada Zai hanya  bisa dibantu untuk menurunkan denda paling-paling 50 % dari pokok Denda dan menjadi Rp 3.400.000,- namun Zai masih minta kelonggaran kepada Feri dan Feri memberikan kelonggaran kembali hanya Rp 100.000,-  sehingga Zai hanya membayar denda Cuma Rp 3.300.000,-dan Feri menganjurkan agar Zai secepatnya menghadap Kepala Bank Bengkulu yaitu Muhklis karena Zai merasa Muhklis satu daerah dengan nya sama-sama dari Padang Pariaman dengan harapan Muhklis bisa membantu dirinya untuk memperkecil Denda Bank itu,karena kemampuan Zai untuk membayar Denda hanya Rp 2 Juta, dan minta keringanan kepada pihak Bank Rp 4.800.000,- ternyata tanggapan Zai bertolak belakang dengan apa yang diinginkan oleh Zai dan Muhklis dengan gaya angkuhnya mengatakan bahwa Zai  harus membayar Denda seutuhnya Rp 6.800.000,- dan kami tidak berhak memutuskan untuk pengurangi denda itu namun kalau mau dikurangi juga Zai harus membuat surat permohonan kepada redaksi Bank Bengkulu di Bengkulu ,namun setelah surat dibuat dan ditanda tangani oleh Zai dan diserahkan kepada Muhlis dan dalam tempo beberapa hari Zai menanyakan kepada Muhklis kapan kiranya mendapatkan jawaban dari Bengkulu , dengan tidak bersahabat Muhklis menjawab belum tentu, mungkin sebulan dan mungkin setahun mendengar jawaban dari pihak Kepala Bank Bengkulu Ranting Mukomuko Selatan Ipuh,Zai langsung pergi ke-Mukomuko dan menemui kepala cabang Bank Bengkulu di Kabupaten Mukomuko, Nirwan menjelaskan bahwa Muhklis itu sudah salah untuk mengirimkan surat,seharusnya Muhklis membuat Surat ditujukan kepada Bank Bengkulu  Cabang Mukomuko dan cabang Mukomuko yang meneruskan surat tersebut ke Bengkulu namun sekarang ini kami hanya sekedar mendapatkan surat tembusan saja.

    Namun kalau menyikapi surat dari Muhklis kami dari cabang Mukomuko hanya sekedar monitoring sejauh mana perkembangan dari usulan surat Zai tersebut ,inilah kelemahan Muhklis yang sok pintar dan hebat itu yang tidak mengerti dengan prosedur yang sebenarnya, seketika itu juga Nirwan Kepala Cabang Bank Bengkulu Mukomuko langsung menelpon Redaksi Bank Bangkulu di Bengkulu dan jawaban dari Bengkulu tidak akan menanggapi surat dari Bank Bengkulu Ranting ipuh itu karena tidak melalui prosedur yang benar namun yang dipertanyakan oleh Zai apakah begitu caranya pelayanan Bank Bengkulu ranting Mukomuko Selatan ipuh terhadap nasabahnya  sehingga Zainudin sangat kesal terhadap manajemen Muhklis yang sok pintar dan terlalu Arogan dan sombong benar terhadap nasabah padahal walaupun surat sartivikat rumahnya sudah dikembalikan ketangannya dengan membayar Denda sebanyak Rp 2 juta namun Zainudin sangat kesal dengan pelayanan Muhklis yang tidak bersahabat terhadap nasabah padahal Zai telah memenuhi kewajiban untuk membayar pokok utang sekalian bunganya di Bank Bengkulu Ranting Mukomuko Selatan Ipuh namun Zai Cuma minta keringanan untuk membayar denda saja terhadap Bank Bengkulu, karena ekonomi saya benar-benar bangkrut dan saya mau pulang kampung saja untuk bertani imbuh Zainudin menjelaskan kepada MI.(Heri Masri Tanjung)

Kirim Komentar Anda :

Komentar Anda Akan Kami Muat di Metro Indonesia.

Back

 













© 2010 Surat Kabar Metro Indonesia OnLIne. All Rights Reserved

This free website was made using Yola.

No HTML skills required. Build your website in minutes.

Go to www.yola.com and sign up today!

Make a free website with Yola