Masyarakat di Pelosok Desa Provinsi Lampung Kurang Perhatian Pemerintah

  Kepala Desa Wayhalom Dukung Program Penyuluhan Hukum  




Holil Kepala Pekon Wayhalom



     TANGGAMUS, LAMPUNG — Banyak kasus tindak pidana yang dilakukan masyarakat, namun sebagian warga yang tidak mengerti hukum hanya diam saja tanpa melakukan tindakan atau laporan kepada pihak birokrasi atau aparat keamanan setempat. Sehingga kasus tersebut selalu dituntaskan dengan rasa penyesalan dan timbul dendam berkepanjangan satu sama lainnya.

     Kepala Pekon (Desa-red) Wayhalom pecahan dari Desa Kedaloman, Kecamatan Gunung Alip, Kabupaten Tanggamus, Provinsi Lampung merasa bersyukur dengan digelarnya Sosialisasi dan Penyuluhan Hukum kepada masyarakat Wayhalom khususnya, yang diadakan atas inisiator DR. Hj. Nurhayati Permana, Senin (28/03/2011) di halaman kediaman Hj. Nurhayati Permana.

     “Beliau memang selalu membantu Desa Wayhalom ini pada semua bidang, salah satunya adalah Sosialisasi dan Penyuluhan Hukum pada  masyarakat disini khususnya. Sejak terbentuknya Desa Wayhalom tahun 2007 lalu, setahap demi setahap kami berusaha membangun di segala bidang, termasuk tentang hukum di mata masyarakat,” ujar Holil, Kepala Pekon Wayhalom itu.

     Penyuluhan itu sendiri di isi langsung oleh Kepala Kepolisian Sektor Talang Padang, Ajun Komisaris Polisi (AKP) Hendry SH, Plt Kapolsek Pulau Panggung Ali Haidir dan Komando Rayon Militer Talang Padang-Gunung Alip, Danramil Kapten Inf. Suparno. Sementara Hj. Nurhayati Permana selaku Inisiator kegiatan tersebut, langsung memberikan sambutan dengan Thema “Dengan Sosialisasi dan Penyuluhan Hukum kepada Masyarakat, Fungsikan Keberadaan Ketua RT, Kepala Dusun, Kepala Pekon Setempat.”

     Menurut Holil, masih ada sebagian masyarakat pelosok desa di Provinsi Lampung ini kurang mengerti tentang hukum. “Seperti di daerah Kedaloman ini, masih ada warga yang memang kurang mengerti tentang hukum. Kalau ada aparat Polisi masuk ke daerah, mereka selalu mengatakan ‘wah siapa lagi yang akan dihukum’. Seperti mereka sudah ketakutan kalau berhubungan dengan hukum,” ujar Kepala Pekon itu.

     Untuk itulah, Holil atas nama pribadi dan seluruh masyarakat Desa Waykalom sangat berterima kasih tidak terhingga kepada Bunda, panggilan akrab DR. Hj. Nurhayati Permana yang telah menggelar acara Sosialisasi dan Penyuluhan Hukum tersebut. Secara pribadi saya sangat berterima kasih kepada Bunda Hajjah Nurhayati, dan ini baru kali pertama kegiatan yang diadakan di desa terpencil Provinsi Lampung, yakni Desa Wayhalom, pecahan dari Desa Kedaloman Kecamatan Gunung Alip dan Talang Padang,” ujar Holil.

     Desa Wayhalom meliputi 6 Dusun, yakni Dusun Wayhalom, Umbul Buah, Kalang Anyar, Pungkut, Karang Sari dan Gistang. Tanpa adanya dukungan dari Pemerintah Kabupaten Tanggamus, Desa Wayhalom akan menjadi Desa yang sangat terbelakang. Saat ini infrastruktur dan penerangan listrik yang sangat dibutuhkan. (Ilham Yani

Kirim Komentar Anda....!!!

Komentar Anda Akan Kami Muat di Metro Indonesia.















© 2010 Surat Kabar Metro Indonesia OnLIne. All Rights Reserved 

 

This free website was made using Yola.

No HTML skills required. Build your website in minutes.

Go to www.yola.com and sign up today!

Make a free website with Yola